Home / Indramayu / Kriminalitas / Peristiwa

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:52 WIB

Putri Apriyani Dibunuh dan Dibakar? Kapolres Indramayu: Penyelidikan Masih Berlangsung

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang didampingi Kasat Reskrim Muchammad Arwin Bachar dan Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno memberikan keterangan perkembangan kasus kebakaran dan kematian Putri Apriyani.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang didampingi Kasat Reskrim Muchammad Arwin Bachar dan Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno memberikan keterangan perkembangan kasus kebakaran dan kematian Putri Apriyani.

Suaradermayu.com – Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang angkat bicara terkait peristiwa kebakaran tragis yang terjadi pada Sabtu (9/8/2025) di sebuah kamar kos di Desa Singajaya, Indramayu. Pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penyelidikan guna mengungkap fakta di balik kematian Putri Apriyani (24) yang ditemukan dalam kondisi gosong.

Baca Juga : Tangisan Misterius Tengah Malam Berujung Penemuan Jasad Wanita Gosong di Singajaya Indramayu

“Pertama kita melakukan olah TKP dengan mendatangkan Inafis. Kemudian untuk mengetahui penyebab kebakaran, kami melibatkan laboratorium forensik (Labfor). Untuk memastikan penyebab kematian korban, kami melakukan autopsi,” ujar AKBP Fajar Gemilang, Selasa (12/8/2025).

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan penyelidikan dilakukan secara Scientific Crime Investigation dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti-bukti secara sistematis.

“Insyaallah, kami akan sampaikan hasilnya kepada masyarakat dengan tuntas, cepat, dan profesional,” tambahnya.

Baca juga  Kapan Pilwu Serentak Indramayu Digelar? Bupati Lucky Hakim : Insya Allah, Tetap 10 Desember 2025

Meski penyelidikan telah berjalan, pihak kepolisian masih menunggu hasil labfor yang menentukan penyebab kebakaran di kamar kos tersebut. Kapolres juga belum bisa memastikan apakah ada keterlibatan pihak lain atau unsur kesengajaan dalam kebakaran itu.

Baca Juga : Propam Polda Jabar Periksa Ayah Putri Apriyani, Toni RM Sebut Ada Oknum Polisi Terlibat

“Sampai saat ini kami belum memastikan apakah kebakaran ini disengaja atau bukan. Kita harus membuktikan dulu penyebabnya sebelum mengambil kesimpulan,” jelasnya.

Terkait kematian Putri Apriyani, Kapolres menyatakan belum bisa memastikan penyebabnya hingga hasil autopsi dan laboratorium forensik keluar.

“Kami terus mengumpulkan alat bukti dan melakukan pendalaman barang bukti di TKP serta memeriksa saksi-saksi. Harapannya hasilnya bisa segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Baca juga  Oknum Dishub Indramayu Diduga ‘Palak’ Jukir Liar Rp30–80 Ribu per Hari!

Dugaan Kuat Oknum Polisi Terlibat, Propam Polda Jabar Turun Tangan

Kasus kematian Putri Apriyani makin mendapat sorotan publik setelah Propam Polda Jawa Barat memeriksa Karja, ayah korban, pada Minggu (10/8/2025) di Polres Indramayu. Pemeriksaan berlangsung hingga malam hari dan didampingi pengacara kondang, Toni RM.

Baca Juga : Tragedi Jasad Gosong di Kos Singajaya, Toni RM Desak Ungkap Tuntas Misteri Kematian Putri Apriyani

“Sejak siang Pak Karja diperiksa oleh Sat Reskrim, malamnya giliran Propam memeriksa hingga pukul 22.30 WIB. Kami sangat mengapresiasi Kapolda Jabar yang menurunkan tim Propam untuk menangani dugaan pelanggaran kode etik anggota kepolisian,” ujar Toni RM, Minggu (10/8/2025) malam.

Menurut Toni RM, turunnya Propam memperkuat dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kematian Putri Apriyani.

“Indikasi kuat terduga pelaku pembunuhan ini adalah oknum anggota polisi,” tegas Toni.

Baca juga  Kapolres Indramayu Resmi Berganti, AKBP Mochamad Fajar Gemilang Siap Tingkatkan Pelayanan Publik

Pihak kepolisian saat ini tengah memburu oknum polisi yang diduga sebagai pelaku berdasarkan alat bukti yang diamankan di lokasi kejadian.

Kronologi Singkat: Tangisan Misterius Berujung Maut di Desa Singajaya

Warga Blok Ceblok, Desa Singajaya, dikejutkan dengan suara tangisan misterius tengah malam sebelum jasad Putri Apriyani ditemukan dalam kondisi gosong di kamar kos, Sabtu (9/8/2025).

Korban yang berasal dari Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, sempat menerima transfer uang sebesar Rp35 juta dari ibunya yang bekerja di luar negeri. Namun, uang tersebut sulit dicairkan melalui agen Brilink.

Karja mengungkapkan, setelah kejadian itu korban tak lagi bisa dihubungi hingga ditemukan tewas.

“Jika uang Rp35 juta tersebut hilang atau sudah diambil, maka kuat dugaan ini menjadi motif utama pembunuhan,” ujar Toni.

Share :

Baca Juga

Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin dan Kantor Kejaksaan Negeri Indramayu

Terpopuler

Jaksa Agung Rombak Besar-besaran Kajari di Daerah, Indramayu Termasuk

Ragam

KH Syairozi Bilal Pimpin MUI Indramayu, Dukungan Mengalir dari Kuwu dan Warga Singajaya

Indramayu

Hendak Mudik ke Indramayu, Ayah dan Anak Ditelantarkan Bus ALS di Tol Cipali

Indramayu

Sang Perantau dari Jateng Ditemukan Meninggal di BDI Indramayu

Edukasi

Polisi Indramayu Ringkus Pengedar Pil Koplo, 1.280 Butir Obat Terlarang Disita

Indramayu

Pemkab Indramayu Bentuk Satgas Pemberantasan Premanisme, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

Indramayu

Polisi Gerebek Markas Gangster, 22 Remaja Diamankan di Indramayu

Indramayu

Polisi Tegaskan Tim Khusus Masih Buru Bripda Alvian, Keluarga Putri: Sampai Kapan?