Home / Indramayu / Sorotan

Senin, 24 November 2025 - 22:30 WIB

Syaefudin Sidak PDAM Indramayu: Kebocoran, Metering, hingga Isu Transfer Dana Disorot

Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin melakukan sidak di PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu, Senin (24/11/2025)

Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin melakukan sidak di PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu, Senin (24/11/2025)

Suaradermayu.com —Siang itu, Senin (24/11/2015), suasana di halaman kantor PDAM Tirta Darma Ayu yang biasanya tenang mendadak berubah. Para pegawai yang tengah beraktivitas sontak berhenti sejenak ketika mobil Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, memasuki area kantor. Tanpa banyak kata, ia turun dan langsung melangkah menuju ruang-ruang pelayanan. Sidak mendadak ini tak pernah diumumkan sebelumnya—dan justru itulah yang membuat suasana menjadi tegang.

Bagi Syaefudin, kunjungan itu bukan sekadar inspeksi rutin. Ada dorongan kuat untuk melihat kondisi riil pelayanan air bersih, sesuatu yang selama ini sering menjadi keluhan masyarakat.

“Saya datang atas izin Bupati,” katanya membuka percakapan dengan nada tegas namun tenang. “Saya ingin mengetahui sejauh mana pelayanan diberikan, karena BUMD ini dibentuk untuk memberi layanan terbaik,”katanya.

Menelusuri Gudang, Menyusuri Pipa, dan Mengukur Kualitas

Langkahnya tidak terburu-buru didampingi Direktur Utama PDAM Indramayu, Nurpan bersama jajarannya, tapi jelas terarah. Dari gudang penyimpanan hingga instalasi penyaluran air, semuanya ia periksa. Bau khas ruang teknis, suara mesin pompa, hingga catatan stok peralatan, satu per satu diperdengarkan dan diperlihatkan kepada sang Wakil Bupati.

Baca juga  DPC PKB Indramayu Soroti Perda Pesantren yang Belum Terimplementasi

Di beberapa titik, Syaefudin bahkan berhenti lebih lama. Ia mendengar penjelasan soal kebocoran pipa, persoalan klasik yang tak kunjung selesai. Saat mengetahui dampaknya pada aliran air dan akurasi water meter, wajahnya terlihat mengeras.

“Kebocoran ini sudah jadi momok,” ujarnya. “Kalau memengaruhi pelayanan dan pembacaan meter, harus ada evaluasi total,”ucapnya.

Satu Petugas Membaca 14 Ribu Meter: “Itu Tidak Masuk Akal”

Perhatian Syaefudin juga tertuju pada pembacaan meter yang melibatkan pihak ketiga. Ketika mendengar satu orang harus membaca 14 ribu meter pelanggan, ia langsung menggeleng.

“Tidak mungkin mampu. Idealnya dua ribuan. Masyarakat punya kewajiban membayar, tapi mereka juga punya hak mendapat layanan yang baik,”katanya.

Baca juga  LBH Ghazanfar: Advokat Ibnu Saechu Harus Lebih Giat Lagi Belajar Hukum, Daya Nalarnya Memalukan

Nada suaranya menurun ketika mengucap kalimat terakhir. Bukan marah, tetapi lebih seperti seseorang yang menuntut kewajaran.

Isu Transfer Dana yang Menghangat, dan Sikap Sang Wakil Bupati

Di tengah sidak, isu lain ikut menempel kepada kunjungan ini: transfer dana Rp2 miliar yang sedang ramai dibicarakan publik. Syaefudin tidak menghindar ketika ditanya, namun ia juga tidak ingin melangkah terlalu jauh.

“Saya sudah mendapat penjelasan dari Pak Nurpan mengenai prosedurnya. Ada hal-hal yang perlu jadi evaluasi dan pembelajaran,”kata dia.

Perjalanan sidak berlanjut hingga pembahasan lebih strategis: cakupan layanan air bersih di Indramayu. Angkanya baru 47 persen—jauh dari standar ideal 65 persen.

“Ini PR besar,” ujar Syaefudin sembari memandang peta cakupan layanan. “Masyarakat harus dapat air bersih dengan kualitas baik, stabil, dan harga terjangkau,”lanjutnya.

Pernyataannya terdengar seperti janji, tetapi juga pengakuan bahwa pekerjaan rumah masih panjang.

Baca juga  Kasus "Black Transfer" Rp 2 Miliar PDAM Indramayu Naik Penyidikan, GEMI Desak Kejaksaan Tuntaskan

Di sisi lain Direktur Utama PDAM, Nurpan, mendampingi sidak dengan raut serius kadang tersenyum. Momentum ini baginya ibarat ujian awal. Baru sebulan mengemban jabatan, ia menghadapi rangkaian sorotan yang tak ringan.

“Saya memohon maaf kepada masyarakat. Kami sudah memetakan semua masalah, dan kami tahu apa yang harus dilakukan,”kata Nurpan.

Nurpan juga menjelaskan rencana pembenahan, mulai dari perbaikan sistem pembayaran PPOB hingga penambahan merchant agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan. Targetnya, pelanggan bisa membayar tagihan hingga empat bulan sekaligus—sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dilakukan.

“Kami akan bekerja sungguh-sungguh agar pelayanan semakin baik,” ucapnya menutup pembicaraan.

Ketika sidak berakhir, suasana perlahan kembali normal. Namun bagi para pegawai, kata-kata dan tatapan Syaefudin masih terngiang. Sidak itu bukan sekadar inspeksi mendadak. Ia membawa pesan bahwa layanan air bersih adalah kebutuhan dasar, dan pengawasannya tidak boleh longgar.

Hari itu, PDAM Tirta Darma Ayu mendapat cermin besar: memperbaiki diri bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. (Mashadi)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Dana Desa Diselewengkan? Kuwu Kedokan Agung Diberhentikan, Ini Kata Bupati Lucky Hakim

Indramayu

Pasangan Lucky Hakim dan Syaefudin Resmi Daftar Pilkada Indramayu 2024

Indramayu

Kelicikan Oknum Penyidik dan Jaksa Manipulasi Hasil Sidik Jari di Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Tega Banget

Indramayu

DPRD Desak Disdikbud Indramayu Cairkan Insentif Guru PAUD, Bupati Diminta Evaluasi Kinerja

Indramayu

Patroli KRYD Polres Indramayu Sita 145 Botol Miras Ilegal, Cegah Kejahatan Jalanan

Indramayu

Kwarcab Pramuka Indramayu Sebut 3 Murid SD Tewas Tenggelam Bukan Ikuti Kegiatan Pramuka, Murni Kegiatan Sekolah

Ekonomi

Indramayu Tempat Ramah bagi Investor, Pabrik Sepatu PT. SBL Resmi Berdiri di Krangkeng

Hukum

Mengapa Kejaksaan Mandul dan Impoten Usut Tuntas Skandal Rp2 Miliar PDAM Indramayu, Ada Apa?