Home / Indramayu / Ekonomi

Jumat, 14 November 2025 - 00:10 WIB

100 Becak Listrik Dibagikan, BP Taskin Tetapkan Indramayu Sebagai Daerah Prioritas Pengentasan Kemiskinan

Ketu BP Taskin Budiman Sujatmiko memberikan sambutan acara penyerahan 100 becak listrik di Pendopo Indramayu, Kamis (13/11/2025)

Ketu BP Taskin Budiman Sujatmiko memberikan sambutan acara penyerahan 100 becak listrik di Pendopo Indramayu, Kamis (13/11/2025)

Suaradermayu.com – Di bawah langit biru yang mulai cerah setelah sempat mendung, deretan becak listrik berwarna merah bergambar Presiden Prabowo Subianto tampak berjejer rapi di halaman Pendopo Indramayu, Kamis (13/11/2025).

Namun kali ini, bukan becak biasa yang tampak di sana. Bukan lagi dikayuh dengan tenaga, melainkan digerakkan oleh listrik dan harapan baru bagi para pengemudi lansia.

Suasana haru terasa ketika 100 pengemudi becak lanjut usia menerima kunci becak listrik dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Republik Indonesia.
Bantuan tersebut menjadi simbol nyata langkah pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan — bukan dengan santunan, tetapi dengan alat kerja produktif yang ramah lingkungan.

Harapan Baru dari Tanah Mangga

Kepala BP Taskin RI, Budiman Sudjatmiko, mengatakan Kabupaten Indramayu menjadi daerah prioritas nasional dalam pelaksanaan program becak listrik tahap awal.

Menurutnya, program ini merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Baca juga  Lucky Hakim Bongkar Pasang 60 Pejabat Pemkab Indramayu, Dorong Reformasi Birokrasi Berbasis Digital

“Indramayu ini daerah yang banyak memberi untuk negara, tapi sebagian rakyatnya masih hidup dalam keterbatasan. Kami ingin membalik keadaan itu — agar yang bekerja keras juga menikmati hasilnya,” ujar Budiman di hadapan ratusan warga.

Program becak listrik, lanjutnya, bukan hanya soal kendaraan, melainkan juga simbol perubahan paradigma pengentasan kemiskinan.

Bukan lagi bantuan yang habis dipakai, tetapi bantuan yang menghasilkan pendapatan.

“Apapun bentuknya, becak, koperasi, sekolah, kredit mikro, semua itu cara untuk membuat masyarakat berdaya,” tambahnya.

Dari Kayuhan ke Daya Listrik

Salah satu penerima manfaat, Abdullah (55), pengemudi becak asal Kecamatan Sindang, tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.

Tangannya bergetar ketika mencoba menyalakan becak listrik untuk pertama kali. Motor kecil di roda belakang berputar pelan, membawa becaknya meluncur tanpa harus mengayuh.

Baca juga  Tangis Keluarga Putri Apriyani Geruduk Polres Indramayu: “Jangan Dilindungi Alvian, Segera Tangkap!”

“Rasanya seperti mimpi. Dulu kalau nanjak, harus turun dan dorong. Sekarang tinggal tarik gas saja. Enggak capek lagi, Mas,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Bagi Abdullah dan rekan-rekannya, becak listrik bukan sekadar alat transportasi, tapi bukti bahwa mereka masih dihargai meski usia tak lagi muda.
Sebuah harapan agar mereka bisa terus bekerja tanpa terbebani usia atau kondisi fisik.

Sinergi Pusat dan Daerah

Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Teguh Arief, menjelaskan bahwa program becak listrik akan menyasar seluruh pengemudi becak di Indonesia secara bertahap hingga 2029.
Tahap pertama difokuskan untuk pengemudi berusia lanjut.

“Prioritasnya untuk usia 70 tahun ke atas, lalu 60, kemudian 50 tahun. Kita ingin memastikan para lansia tetap punya penghasilan tanpa harus memaksakan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang telah memperhatikan sektor transportasi tradisional di daerahnya.

Baca juga  Bupati Lucky Hakim: Uji Kompetensi ASN Bukan Formalitas!

Menurutnya, kehadiran becak listrik bukan hanya membantu perekonomian warga, tetapi juga membuka peluang baru di sektor pariwisata.

“Kita akan siapkan titik pengisian baterai di lokasi ramai seperti Alun-Alun Indramayu. Ke depan, bisa jadi daya tarik wisata khas Indramayu,” kata Lucky.

Ia juga menambahkan bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) Indramayu akan memberikan pelatihan teknis perawatan becak listrik kepada para penerima agar mereka mampu memperbaiki sendiri bila terjadi kerusakan ringan.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Program becak listrik yang dijalankan BP Taskin menjadi contoh nyata pendekatan baru pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan.

Bukan hanya memberi, tapi membuat masyarakat mampu bertahan dan berkembang.

Dari tanah mangga Indramayu, suara motor becak listrik mulai menggantikan deru kayuhan pedal. Suara yang sederhana, tapi sarat makna — bahwa kemajuan bisa dimulai dari roda kecil yang berputar di jalanan kampung. (Nadzif)

 

Share :

Baca Juga

Edukasi

Anak Bunuh Ayah Kandung di Indramayu, Mayat Dikubur di Pekarangan Rumah

Indramayu

Gembong Mafia Minyak Terungkap: MAKI Desak KPK Usut Dugaan Korupsi di SKK Migas dan Petral

Indramayu

Tak Punya Kaki Usai Kecelakaan, Pria di Indramayu Ini Mendadak Didatangi Polisi Bawa Ranjang dan Sembako!

Indramayu

Polisi Amankan 3 Remaja Bersenjata Tajam di Indramayu, Diduga Hendak Tawuran di Jalan Pantura

Indramayu

Warga Apresiasi Satpol PP Indramayu Segel Bangunan Tak Kantongi Izin di Krangkeng

Indramayu

Warga Balongan Kawal Ketat Janji PT Pertamina: Susu Gratis Aktif Lagi November, Enam Tuntutan Harus Direalisasikan

Indramayu

Jual Pil Koplo, Ibu Rumah Tangga di Indramayu Ditangkap Polisi

Indramayu

Objek Wisata Air Terjun Bojongsari Terbengkalai, Bupati Nina : Kita Perbaiki Demi Sektor Wisata