Home / Indramayu / Politik

Selasa, 11 Oktober 2022 - 07:01 WIB

Wakil Bupati Lucky Hakim: “Saya Siap Dipecat Jika Melanggar Aturan!” — RDP Panas di DPRD Indramayu

Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim mengikuti rapat dengar pendapat dengan DPRD Indramayu, Senin (10/10/2022).

Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim mengikuti rapat dengar pendapat dengan DPRD Indramayu, Senin (10/10/2022).

Suaradermayu.com – Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRD Indramayu, Senin (10/10/2022), mendadak memanas. Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim, hadir memenuhi undangan resmi dari empat komisi DPRD untuk menyampaikan aspirasi dan klarifikasi atas polemik yang terjadi selama masa jabatannya.

Dalam forum tersebut, Lucky Hakim secara terbuka mengungkapkan berbagai kesulitan yang dialaminya selama lebih dari satu tahun menjabat. Mulai dari tidak adanya ajudan, asisten pribadi, hingga absennya protokoler yang seharusnya menjadi fasilitas penunjang tugas seorang wakil kepala daerah.

“Saya tidak mendapat fasilitas utuh sebagai Wakil Bupati. Bahkan, ASN seolah menjauhi saya,” ujar Lucky di hadapan para anggota dewan.

Baca juga  Bongkar Pasang Jabatan di Pemkab Indramayu, Kasatpol PP dan Kepala Bappeda Resmi Diganti

Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin, memimpin langsung jalannya rapat yang berlangsung cukup alot. Beberapa anggota dewan tampak aktif mengajukan pertanyaan tajam, termasuk dari Politisi PDI Perjuangan, Anggi Novia, yang secara terbuka menyarankan Lucky untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Namun dengan tenang, Lucky Hakim menanggapi:

“Kalau memang saya terbukti melanggar aturan perundang-undangan, saya siap menerima sanksi paling berat — dipecat sebagai Wakil Bupati Indramayu,” tegasnya di hadapan awak media seusai rapat.

Baca juga  Kirab Tunggul dan Pataka Meriahkan Hari Jadi Indramayu ke-495, Lucky Hakim Absen dari Arak-Arakan

Menariknya, Lucky juga mengklarifikasi pernyataannya di media sosial yang sempat viral karena dianggap menantang DPRD. Ia menyampaikan permohonan maaf atas penggunaan diksi yang tidak tepat dan cenderung arogan.

“Saya mohon maaf, itu bukan momen menantang. Kata-kata saya di media sosial mungkin terkesan tidak pantas dalam konteks kedinasan,” katanya merendah.

Lebih lanjut, Lucky berharap DPRD menindaklanjuti hasil rapat tersebut dengan langkah konkret demi kepentingan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kejelasan fungsi dan peran pejabat publik agar tidak ada pemborosan anggaran.

“Saya ingin ada langkah nyata dari DPRD. Jangan sampai rakyat melihat bahwa wakil bupati dibayar tapi tidak bisa bekerja,” tegas Lucky.

Baca juga  Bupati Lucky Hakim Tegaskan Liburan ke Jepang Tidak Gunakan Dana Negara, Fokus Pangkas Anggaran untuk Infrastruktur

Saat ditanya soal kesiapannya untuk dipertemukan dengan Bupati Indramayu Nina Agustina, Lucky dengan lugas menjawab siap. Ia juga mengakui bahwa memang telah terjadi disharmonisasi antara dirinya dan Bupati, sebagaimana juga diungkap beberapa anggota DPRD.

Ketegangan antara Wakil Bupati Lucky Hakim dan Pemkab Indramayu memasuki babak baru. Dalam RDP bersama DPRD, Lucky secara terbuka menyatakan siap dicopot dari jabatannya bila terbukti melanggar aturan. Akankah ada jalan damai atau justru makin memanas? Ikuti terus update eksklusifnya di Suaradermayu.com!

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Turun ke Muara Tegalagung, Nelayan Karangampel Akhirnya Bisa Bernapas Lega

Ragam

KH Syairozi Bilal Pimpin MUI Indramayu, Dukungan Mengalir dari Kuwu dan Warga Singajaya

Indramayu

Klaim CCTV Baru Diambil 8 Bulan Setelah Pembunuhan di Paoman Indramayu, LBH Ghazanfar: Kebohongan Oknum Polisi dan Jaksa Terbukti

Indramayu

Lucky Hakim Sebut Terima Gaji Rp 50 Juta Per Bulan

Terpopuler

Saksi Ahli Ririn Tak Hadir, Sidang Pembunuhan Paoman Indramayu Ditunda, Toni RM: Kontrol Jantung Mendadak

Indramayu

Membongkar Visi Misi Lucky-Syaefudin dengan Tagline ‘REANG’

Indramayu

Alat Bukti Pengamatan Hakim dan Keruntuhan Total Pembuktian Jaksa di Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Terdakwa Ririn “Insya Allah” Bebas

Ekonomi

PDAM Indramayu Ungkap Penyebab Air Keruh dan Tak Mengalir, Kapasitas Produksi Overload