Home / Pendidikan / Terpopuler

Kamis, 18 September 2025 - 14:57 WIB

Viral Siswi SMK Muhammadiyah Kandanghaur Akhirnya Bisa Ikut Ujian Setelah Bebas Biaya

Adelia Nur Safitri  siswi kelas XII SMK Muhammadiyah akhirnya bisa mengikuti ujian sekolah

Adelia Nur Safitri  siswi kelas XII SMK Muhammadiyah akhirnya bisa mengikuti ujian sekolah

Suaradermayu.com – Kabar gembira datang bagi Adelia Nur Safitri  siswi kelas XII SMK Muhammadiyah Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang sempat viral karena terhalang mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) akibat tunggakan biaya sekolah.

Pihak sekolah akhirnya memutuskan membebaskan seluruh biaya pendidikannya sehingga Adelia kini dapat kembali belajar dan mengikuti ujian bersama teman-temannya.

Video mengenai Adelia yang tidak bisa mengikuti ujian beredar luas di media sosial sejak Selasa (16/9/2025). Kisah itu memicu keprihatinan publik serta kritik terhadap sistem pendidikan di tingkat SMA/SMK yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca juga  LBH Ghazanfar Bongkar Persekongkolan: HP Terdakwa Dimanipulasi, Laporan Digital Forensik Disembunyikan di Sidang Paoman

Penjelasan Pihak Sekolah

Kepala SMK Muhammadiyah Kandanghaur, Affandi, menegaskan bahwa pihak sekolah sejak awal sudah melakukan komunikasi intens dengan keluarga Adelia. Hasil visitasi wali kelas menunjukkan kondisi ekonomi orang tua siswi tersebut memang tergolong kurang mampu.

“Solusi untuk masalah siswa atas nama Adelia, kami membebaskan semua biaya pendidikan selama belajar di SMK Muhammadiyah Kandanghaur,” ujar Affandi kepada awak media, Kamis (18/9/2025).

Ia menambahkan, saat ini Adelia sudah bisa mengikuti kegiatan UTS bersama siswa lainnya. Sekolah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan terbaik dengan menekankan nilai islami, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Baca juga  Silaturahmi Hangat di Lembur Pakuan: Mendagri Tito dan Kepala Daerah Bahas Arah Pembangunan Jawa Barat

Suara Orang Tua

Yanti, ibu Adelia, mengaku lega setelah anaknya mendapatkan kesempatan ikut ujian. “Anak saya sudah menerima kartu ujian semester dari sekolah. Jadi benar, pihak sekolah memberi kesempatan,” ungkapnya.

Sementara ayahnya, Subrata, berharap keputusan ini bisa menjadi jalan bagi putrinya untuk kembali bersemangat menuntut ilmu tanpa tekanan biaya.

Dampak di Media Sosial

Kasus ini menunjukkan betapa cepatnya isu di dunia pendidikan menjadi sorotan publik di era digital. Wartawan senior Dahlan Iskan bahkan menyinggung fenomena “kebenaran baru” yang kerap terbentuk dari arus informasi media sosial.

Baca juga  Bupati Indramayu Salurkan Bantuan Selimut dan Karpet Buat Korban Banjir di Losarang

“Di zaman medsos yang gila-gilaan seperti ini ada yang disebut ‘kebenaran baru’. Jadi kebenaran saja tidak cukup, ada istilah kebenaran baru,” seloroh Dahlan.

Komitmen Sekolah

Affandi juga mengajak orang tua siswa untuk lebih aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah. Dengan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, SMK Muhammadiyah Kandanghaur optimistis dapat mendukung Program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) di Jawa Barat.

“Harapan kami, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

 

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Jerat Hukum Bagi Pelaku Penipuan, Pasal 378 KUHP Lama

Terpopuler

Berikut Hasil Pertemuan Ridwan Kamil dengan Bupati Nina di Tasikmalaya

Terpopuler

DPC PKB Indramayu Soroti Perda Pesantren yang Belum Terimplementasi

Terpopuler

Hari Jadi Indramayu ke-497, Melesat Menuju Proteksi Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Pangan dan Industri

Terpopuler

Hari Santri 2022, Kemenag RI Gelar Jalan Kerukunan di Kampus Polindra Indramayu

Terpopuler

PKSPD Bongkar Seleksi Dewan Pengawas PDAM Indramayu

Terpopuler

5 Mayat Satu Keluarga Dicor di Septic Tank, Motif Warisan Terungkap! Polisi: Pembunuhan Berencana

Terpopuler

Program Pengampunan Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Barat Sukses Kumpulkan Rp 76,3 Miliar