Home / Indramayu / Peristiwa

Kamis, 25 September 2025 - 13:11 WIB

Warga Eretan Wetan Indramayu Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Desak Solusi Permanen Banjir Rob

Ketua Aliansi Warga Eretan Wetan Bersatu, Supriyanto, mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dan pejabat lainnya.

Ketua Aliansi Warga Eretan Wetan Bersatu, Supriyanto, mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dan pejabat lainnya.

Suaradermayu.com – Derita panjang warga pesisir Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali menyeruak ke permukaan. Setelah puluhan tahun bergulat dengan banjir rob yang tiada henti, ribuan warga akhirnya sepakat mengirim surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat tinggi negara.

Surat itu dialamatkan juga kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri PUPR, Kepala BNPB, hingga Ketua DPRD Jawa Barat. Langkah ini ditempuh bukan hanya sebagai bentuk protes, tetapi juga jeritan terakhir agar suara masyarakat pesisir benar-benar didengar.

Surat yang Ditulis dari Genangan

Ketua Aliansi Warga Eretan Wetan Bersatu, Supriyanto, menuturkan bahwa surat telah dikirim resmi melalui layanan kilat pada Rabu (24/9/2025). Dalam surat itu, warga mendesak pemerintah segera turun tangan memberikan solusi permanen, bukan lagi sekadar janji atau penanganan tambal sulam.

Baca juga  Aset Melonjak! Bupati Lucky Hakim Tak Lapor LHKPN KPK Sejak Jadi Bupati: Syaefudin Justru Rutin Lapor Hingga Sekarang

“Alhamdulillah sudah terkirim. Harapan kami sederhana, semoga kali ini suara Eretan Wetan tidak lagi terabaikan,” kata Supriyanto.

Eretan Wetan dihuni lebih dari 12.000 jiwa. Desa ini juga memiliki nilai sejarah, karena menjadi titik pendaratan tentara Jepang pada 1 Maret 1942. Namun, di balik sejarah itu, hingga kini warga justru hidup dalam bayang-bayang rob yang tak kunjung teratasi.

Rumah Jadi Benteng Rapuh

Hampir setiap hari, warga berhadapan dengan air pasang yang masuk tanpa permisi. Dari sekitar 3.700 rumah, nyaris seluruhnya sudah tak luput dari rendaman. Lantai rumah berubah menjadi kolam, dapur ibu-ibu tak lagi kering, dan dinding rumah terpaksa menjadi tanggul darurat.

Baca juga  Miris! TKI Indramayu Koma 3 Bulan di RS Jepang, Butuh Perhatian Pemerintah

“Anak-anak tumbuh dengan ancaman penyakit paru-paru basah. Orangtua setiap malam menengadahkan doa sambil duduk di genangan. Inilah potret kehidupan kami sehari-hari,” ucap Supriyanto dengan suara berat.

Menurutnya, rob di Eretan Wetan bukan semata air laut, melainkan juga luapan sungai yang mengepung desa. Karena itu, solusi jangka panjang yang diusulkan adalah pembangunan tanggul isolasi sepanjang 6,5 kilometer.

Menanti Janji yang Tak Kunjung Nyata

Berbagai cara telah ditempuh: aduan ke pemerintah daerah, diskusi di forum, hingga aksi turun jalan. Namun, semua usaha itu seakan mentok di meja birokrasi.

Pemerintah Kabupaten Indramayu memang menjanjikan pembangunan tanggul manual sepanjang 1 kilometer di sisi timur desa, yang rencananya dimulai awal Oktober 2025. Namun, warga menilai itu hanya solusi sementara yang jauh dari kebutuhan riil.

Baca juga  Gegara Tidak Pakai Masker, TKW Indramayu Ditempeleng Majikannya di Turki

“Puluhan tahun kami bersuara, tapi selalu dijawab dengan janji. Pertanyaan kami, apakah pesisir ini bagian dari Indonesia atau tidak? Karena kami merasa seperti warga yang dibiarkan,” tegas Supriyanto.

Harapan Emas dari Pesisir

Meski lelah, warga Eretan Wetan tetap menggantungkan asa. Mereka berharap cita-cita Indonesia Emas 2045 yang digaungkan pemerintah pusat tidak hanya sebatas slogan, tetapi benar-benar hadir hingga ke pelosok pesisir.

“Bagi kami, setiap liter air rob yang masuk ke rumah sama dengan air mata. Kami hanya ingin hidup layak, tidak lagi dihantui genangan saban hari,” pungkas Supriyanto.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Tidak Becus Awasi Proyek Jalan, Malah Berniat Utang Rp100 Miliar: LBH Ghazanfar Tantang Tunjukkan Satu Saja yang Sesuai RAB

Indramayu

Naas, Remaja Asyik Ngonten Video Tewas Tertabrak Kereta Api di Indramayu

Indramayu

Tangis Haru Warnai Keberangkatan! 445 Calon Haji Indramayu Resmi Dilepas Bupati Lucky Hakim Menuju Tanah Suci

Indramayu

Dirut Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu, Ady Setiawan, Benarkan Pengunduran Diri

Indramayu

Kala Lucky Hakim Ngaku Ditunjuk Jadi Calon Bupati Indramayu di Pilkada 2024

Indramayu

Pisah Sambut Kajari Indramayu: Arief Indra Pamitan, Muhammad Fadlan Siap Kawal Indramayu REANG

Indramayu

Akses Makin Lancar, Ekonomi Desa Puntang Terangkat: PUPR Indramayu Rehabilitasi Jalan Strategis

Indramayu

Akses Lancar, Ekonomi Bergerak: PUPR Indramayu Rehabilitasi Jalan Rusak di Desa Juntiweden