Home / Edukasi

Minggu, 23 Februari 2025 - 07:14 WIB

SBMI dan Solidaritas Perempuan Dampingi Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan ke Polres Indramayu

Suaradermayu.com – Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan Solidaritas Perempuan (SP) berhasil mendampingi Sugi Purnamawati (32), perempuan asal Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ke Polres Indramayu yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan oleh warga negara China.

Sugi menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di ruang penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Polres Indramayu. Pemeriksaan tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 jam, dengan pendampingan langsung dari SBMI dan SP.

Ketua DPC SBMI Indramayu, Akhmad Jaenuri, menyampaikan kepada awak media bahwa pemeriksaan terhadap korban dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan selesai pada pukul 23.00 WIB. Setelah pemeriksaan, korban langsung menerima Bukti Tanda Laporan (LP) dengan nomor LP/B/167/II/2025/SPKT/POLRES INDRAMAYU/POLDA JAWA BARAT.

Baca juga  Kapolres Indramayu Imbau Korban Perdagangan Orang Segera Lapor Polisi

Dalam proses pemeriksaan, penyidik menggali keterangan korban terkait kronologi kejadian hingga kepulangannya ke kampung halaman. Akhmad Jaenuri menjelaskan bahwa kasus yang dialami Sugi memiliki kesamaan dengan kasus TPPO lainnya, di mana korban dijanjikan kehidupan yang lebih baik, tetapi justru mengalami kekerasan dan intimidasi.

Baca juga  Toni RM Apresiasi Majelis Hakim Tolak Eksepsi Eks Polisi Alvian Sinaga

Sementara itu, Novia Sari, S.H., staf advokasi dari Solidaritas Perempuan, mengungkapkan bahwa dalam kasus ini pihaknya melaporkan dua orang tersangka yang diduga sebagai perekrut dan agen di Indonesia. Kedua orang tersebut dijerat dengan Pasal 4 Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Andriyeni, S.H., penasihat hukum korban dari Solidaritas Perempuan, menegaskan bahwa perdagangan perempuan dengan modus pengantin pesanan merupakan kejahatan serius lintas negara. Laporan yang dibuat ini bertujuan untuk memberikan keadilan bagi korban dan menindak tegas para pelaku perdagangan orang.

Baca juga  Polisi Kembali Bongkar Tambang Tanah Ilegal di Indramayu – Alat Berat & Dokumen Palsu Disita

Menurutnya, korban sering kali berada dalam posisi rentan dan terperdaya oleh janji kehidupan yang lebih baik. Namun, realitanya mereka justru mengalami kekerasan.

“Tipu muslihat dan iming-iming ini tidak menghilangkan pertanggungjawaban pidana bagi pelaku, sebagaimana diatur dalam Pasal 26 UU No. 21 Tahun 2007,” tutupnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa perdagangan orang, terutama dengan modus pengantin pesanan, masih menjadi ancaman nyata bagi perempuan Indonesia. SBMI dan Solidaritas Perempuan terus berkomitmen untuk mendampingi korban serta mendorong penegakan hukum yang lebih tegas terhadap para pelaku TPPO.

 

Share :

Baca Juga

Edukasi

Polisi Tangkap 22 Tersangka Narkoba di Indramayu, Sabu Hingga Obat Keras Disita

Edukasi

Panji Gumilang Didakwa TPPU, Uang Yayasan Diduga Dipakai untuk Utang Pribadi

Edukasi

Kejaksaan Indramayu Perpanjang Status Tahanan Kota Panji Gumilang

Edukasi

Toni RM: Ujaran YouTuber Resbob terhadap Viking dan Sunda Bisa Dijerat UU ITE

Edukasi

Kajari Indramayu : 7 Oknum ASN di Indramayu Terlibat Kasus Korupsi, Sepanjang 2022

Edukasi

Polisi Tangkap Dua Remaja Geng Motor di Indramayu, Bawa Senjata Tajam

Edukasi

Tewaskan Dua Pengendara Motor di Indramayu, Pelaku Tabrak Lari Berhasil Ditangkap Polisi

Edukasi

Kerugian Negara Kasus Korupsi Pertamina Patra Niaga Capai Rp1.000 Triliun, Jampidsus: Masih Dihitung BPK