Home / Indramayu

Jumat, 9 Mei 2025 - 22:44 WIB

Proyek Jalan Ratusan Juta Diduga Bermasalah, Kuwu Sukareja Dilaporkan ke Polres Indramayu!

Kantor Polres Indramayu

Kantor Polres Indramayu

Suaradermayu.com – Proyek pembangunan jalan beton di Blok Belakang Polsek Balongan, Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Indramayu, tengah menjadi sorotan publik. Kuwu Sukareja dilaporkan ke polisi oleh masyarakat LBH Ghazanfar atas dugaan penyimpangan dalam proyek senilai ratusan juta rupiah tersebut.

Pembangunan jalan beton yang dikerjakan pada akhir November 2023 itu menuai kecurigaan banyak pihak. Pasalnya, proyek yang disebut-sebut menelan anggaran hingga ratusan juta ini tidak mencantumkan papan informasi kegiatan, sehingga tidak transparan dalam hal sumber dana dan nilai proyek.

Warga menduga kuat adanya indikasi pengurangan volume pekerjaan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketebalan beton yang dinilai jauh dari spesifikasi teknis standar.

Baca juga  Kapolres Indramayu Tegaskan Tidak Ada Perlindungan untuk Bripda Alvian

“Bekisting memang terlihat tinggi, tapi saat diukur, ketebalan beton hanya sekitar 5 cm. Itu pun tidak merata,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada media, Rabu (2/4/2025).

Pantauan di lapangan saat dikerjakan proyek tersebut memperlihatkan bahwa meski bekisting setinggi 15 cm digunakan, ketebalan beton pada beberapa titik hanya 8 hingga 10 cm, bahkan ada dugaan bekisting sengaja ditanam ke tanah agar tampak sesuai secara visual.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa proyek ini dibiayai dari Dana Bagi Hasil (DBH) pajak tahun 2023. Jalan yang dibangun memiliki panjang ratusan meter dan lebar sekitar 3 meter. Namun, hasil akhir proyek justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan ketimbang kepuasan warga.

Baca juga  Polres Indramayu Buka Layanan Pengaduan Premanisme, Laporkan ke Nomor Ini!

LBH Ghazanfar dan masyarakat setempat menuntut dilakukannya audit forensik dan uji ketebalan menggunakan metode coring di beberapa titik sebagai langkah pembuktian teknis.

“Kalau benar ada pengurangan volume dan kerugian negara, ini sudah masuk ranah pidana. Tidak bisa dibiarkan,” tegas Ketua LBH Ghazanfar,Pahmi Alamsah.

Merespons kejanggalan tersebut, warga bersama LBH Ghazanfar secara resmi telah melayangkan pengaduan resmi terhadap Kuwu Sukareja, Taspan.  Laporan Pengaduan tersebut dilayangkan pada 14 April 2025 di Mapolres Indramayu. Mereka berharap proses hukum berjalan transparan dan profesional.

Baca juga  Polres Indramayu Terbitkan BAP Sidik Jari 2 Sept 2025, LBH Ghazanfar: Sengaja "Cuci Bersih" Kinerja Bareskrim Polri dan Polda Jabar

“Infonya sih di tangani oleh Unit Tipidkor, udah hampir sebulan laporan pengaduan, namun sampai saat ini belum juga ditindaklanjuti,” ujar Pahmi.

Pahmi berencana mempertanyakan kasus tersebut ke Kasat Reskrim Polres Indramayu, mempertanyakan mengapa laporan pengaduan tersebut belum juga ditindaklanjuti.

Sampai berita ini diterbitkan, Kuwu Sukareja belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan atas laporan dan temuan di lapangan. Pemerintah Desa Sukareja juga belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat luas. Mereka berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah serius demi menjaga integritas pengelolaan dana desa dan kepercayaan publik.

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Toni RM Bongkar Fakta Tersembunyi yang Diduga Dihilangkan Penyidik Polisi dalam Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Indramayu

Jejak Duo Pencuri Emas di Indramayu: Dari Brankas Toko Mas Hingga Ditangkap Polisi

Indramayu

Saksi Baru Ungkap Kejanggalan Kasus Kematian Eki dan Vina di Jembatan Talun

Indramayu

Ihsan Mahfudz: Makna Idul Adha Bukan Sekadar Kurban, Tapi Perbaiki Diri

Indramayu

Lembar Bermeterai Bupati Lucky Hakim Bocor: Misteri 9 Mobil Dinas Gaib Indramayu Diseret LBH Ghazanfar ke Kejaksaan

Indramayu

Polres Indramayu Sekat Perbatasan, Cegah Pelajar Ikut Aksi Buruh di Jakarta

Indramayu

Foto: Ribuan Warga Hadiri Kampanye Akbar Lucky Hakim – Syaefudin

Indramayu

PDAM Indramayu Gelar Ikrar Komitmen Pelayanan Pelanggan dan Pencanangan Zona Integritas