Suaradermayu.com – Ombak besar, angin tiba-tiba berubah arah, dan langit yang cepat gelap—itulah risiko yang setiap hari dihadapi nelayan kecil di pesisir Indramayu.
Di tengah ketidakpastian laut, kini mereka punya sedikit rasa tenang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memberikan perlindungan asuransi bagi 2.500 nelayan kecil, dengan premi sepenuhnya ditanggung oleh daerah.
Langkah ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bentuk nyata dari kehadiran pemerintah di tengah kehidupan masyarakat pesisir.
“Ini bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu kepada nelayan agar mereka terlindungi dan lebih tenang bekerja. Dengan begitu, kesejahteraan nelayan akan terus meningkat,” ujar Bupati Indramayu Lucky Hakim, Jumat (31/10/2025).
Rasa Aman di Tengah Gelombang
Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla), Pemkab Indramayu mengalokasikan anggaran Rp504 juta untuk membayar premi asuransi tersebut.
Setiap nelayan mendapatkan jaminan dengan nilai premi Rp16.800 per bulan atau Rp201.600 per tahun. Perlindungan itu mencakup risiko kecelakaan kerja di laut maupun di darat, serta santunan bagi ahli waris jika nelayan meninggal dunia karena kecelakaan kerja.
Kepala Diskanla Indramayu, Edi Umaedi, menyebut kebijakan ini sebagai bentuk investasi sosial bagi ketahanan ekonomi pesisir.
“Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi sosial untuk keberlangsungan ekonomi pesisir. Kami ingin memastikan setiap nelayan memiliki jaminan perlindungan yang layak ketika mereka bekerja,” tegasnya.
Cerita dari Kandanghaur: Tenang di Tengah Ombak
Bagi nelayan seperti Jauhari, warga Kecamatan Kandanghaur, asuransi bukan hanya soal angka atau nominal.
“Setiap kali melaut, kami berhadapan dengan ombak dan cuaca yang tidak bisa ditebak.
Dengan adanya asuransi ini, hati jadi lebih tenang. Kalau terjadi sesuatu, keluarga kami tidak dibiarkan tanpa perlindungan,” katanya, sambil menata jaring di perahunya yang sederhana.
Perlindungan yang Menghargai Kerja Keras
Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang kompensasi jika terjadi musibah, tetapi juga penghargaan terhadap kerja keras nelayan—salah satu tulang punggung ekonomi Indramayu.
“Perlindungan ini bentuk penghargaan bagi mereka yang setiap hari menghidupi banyak keluarga lewat hasil laut,” ujarnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Indramayu berharap tak ada lagi nelayan kecil yang harus menghadapi kerasnya laut tanpa jaminan sosial.
Laut mungkin tetap bergelombang, tapi kini para nelayan punya “payung” perlindungan yang bisa membuat mereka melaut dengan lebih tenang. (Waryadi)

























