Home / Ekonomi

Rabu, 31 Desember 2025 - 22:37 WIB

Memasuki 2026, Haji Suwarjo Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Iklim Investasi Sehat di Indramayu

Tokoh Masyarakat sekaligus pengusaha Indramayu, Haji Suwarjo

Tokoh Masyarakat sekaligus pengusaha Indramayu, Haji Suwarjo

Suaradermayu.com – Memasuki tahun 2026, tokoh masyarakat sekaligus pengusaha Indramayu, Haji Suwarjo, menyerukan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi utama pembangunan daerah, yang harus berjalan beriringan dengan penciptaan iklim investasi yang sehat, ramah, dan berkeadilan.

Menurut Haji Suwarjo, Indramayu memiliki potensi ekonomi yang besar, baik dari sektor pertanian, perikanan, perdagangan, maupun usaha mikro dan menengah. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa keberpihakan nyata terhadap ekonomi rakyat serta kebijakan investasi yang berpijak pada kepentingan daerah dan masyarakat lokal.

Ia menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan bukan sekadar konsep, melainkan kekuatan riil yang selama ini menopang stabilitas sosial dan ekonomi Indramayu. Pedagang pasar, pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga usaha rumahan dinilai sebagai tulang punggung perekonomian daerah yang harus dilindungi dan diberdayakan.

Baca juga  Pilwu 2025: Bupati Lucky Hakim Tetapkan 10 Desember sebagai Hari Libur Khusus

“Memasuki 2026, kita harus jujur melihat kondisi. Ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan investasi besar. Justru ekonomi kerakyatan inilah yang paling tahan menghadapi gejolak dan menjadi penyangga kesejahteraan masyarakat,” ujar Haji Suwarjo kepada Suaradermayu.com, Rabu (31/12/2025).

Ia menilai, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak diukur dari besarnya nilai investasi semata, melainkan dari sejauh mana dampaknya dirasakan oleh masyarakat luas. Karena itu, investasi yang masuk ke Indramayu harus mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong perputaran ekonomi lokal, serta tidak mematikan usaha kecil yang sudah ada.

Haji Suwarjo juga menekankan pentingnya iklim investasi yang sehat dan nyaman, yakni investasi yang berjalan dengan kepastian hukum, transparansi, serta bebas dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa iklim usaha yang tidak sehat justru akan menimbulkan ketimpangan, konflik sosial, dan ketidakpercayaan publik.

Baca juga  Bupati Lucky Hakim Tegaskan Aset Daerah Akan Ditarik, Termasuk Gedung Graha Pers

“Investor butuh kepastian, masyarakat butuh keadilan. Dua hal ini harus berjalan seimbang. Kalau iklim investasi sehat, dunia usaha akan tumbuh, dan rakyat tidak merasa tersisih,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mendorong pemerintah daerah untuk mengambil peran strategis dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang kondusif. Menurutnya, pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang berpihak, regulasi yang jelas, perizinan yang sederhana, serta pengawasan yang adil terhadap seluruh aktivitas usaha.

Haji Suwarjo menilai, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan bahwa investasi yang masuk selaras dengan rencana pembangunan daerah dan tidak merugikan kepentingan jangka panjang masyarakat Indramayu. Selain itu, dukungan terhadap pelaku UMKM harus diwujudkan dalam bentuk pendampingan, akses permodalan, serta pembinaan yang berkelanjutan.

Baca juga  Janji Tinggal Janji? Setahun Kepemimpinan Lucky–Syaefudin Disorot, Realisasi Dinilai Jauh dari Harapan

Sebagai pengusaha, ia juga mengajak para pelaku usaha untuk menjunjung tinggi etika bisnis, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak boleh dilepaskan dari kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Usaha yang baik bukan hanya mencari untung, tetapi juga memberi manfaat. Kalau pengusaha, masyarakat, dan pemerintah saling percaya, ekonomi Indramayu akan tumbuh lebih kuat,” katanya.

Ia berharap, memasuki 2026, Indramayu dapat melangkah dengan arah pembangunan ekonomi yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan. Penguatan ekonomi kerakyatan dan iklim investasi yang sehat diyakini menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Ekonomi yang kuat lahir dari rakyat yang berdaya dan iklim usaha yang adil. Inilah yang harus kita jaga bersama di Indramayu ke depan,” pungkas Haji Suwarjo. (Pahmi)

 

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Siap-Siap! Tunggak 2 Bulan, Air PDAM Indramayu Langsung Diputus Tanpa Peringatan

Ekonomi

Per 9 Maret 2026, Program Makan Bergizi Gratis Sudah Habiskan Anggaran Rp44 Triliun

Ekonomi

Jangan Kaget! Tiba-tiba Tak Dapat Bansos April 2026, Pemerintah Coret 11 Ribu Penerima PKH-BPNT

Indramayu

Wangi dan Manisnya Mangga Gedong Gincu Indramayu Menggoda Ibukota

Ekonomi

Festival Ramadan Reang 2025 di Indramayu, BI Cirebon Dukung Pengembangan UMKM dan Literasi Keuangan

Ekonomi

Dua Pejabat OJK Terseret Kredit Macet BPR Karya Remaja, Kepala OJK Cirebon: Sudah Diberikan Sanksi

Indramayu

Tegang Tapi Penuh Harapan: Kontrak Direksi PT BWI 2025–2030 dan Ultimatum 30% dari Bupati Indramayu

Ekonomi

Lucky Hakim: Indramayu Itu Daerah Seksi, Kita Lobi Berbondong-bondong Investor Datang