Home / Sorotan / Indramayu

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:21 WIB

Gunungan Sampah Kepung Jalur Terisi–Cikedung, Kinerja DLH Indramayu Dipertanyakan

Penampakan tumpukan sampah di ruas jalan Terisi-Cikedung

Penampakan tumpukan sampah di ruas jalan Terisi-Cikedung

Suaradermayu.com – Ruas Jalan Terisi-Cikedung, Kabupaten Indramayu, kini tak sekadar berfungsi sebagai jalur penghubung antar kecamatan. Jalan tersebut berubah menjadi cermin persoalan persampahan yang belum juga tertangani secara tuntas.

Di satu sisi, hamparan sawah membentang hijau. Namun di sisi lain, tumpukan sampah domestik mengular dan meluber hingga memakan bahu jalan.

Limbah plastik, sisa rumah tangga, hingga potongan kain menumpuk di balik tembok bercat biru yang tampak tak lagi mampu menahan volume sampah. Bau menyengat pun menyeruak, menjadi keluhan harian bagi warga dan pengendara yang melintas.

Baca Juga : Viral! Kritik Sampah di Facebook Berujung Surat Pernyataan Bermaterai di Karangampel Indramayu

Kondisi ini memantik sorotan publik terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, terutama dalam pengawasan dan pemerataan layanan pengangkutan sampah.

Baca juga  Haji Suwarjo Desak Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Tindak Tegas Premanisme di Indramayu

Warga Mengeluh, Jalan Utama Terasa Terabaikan

Bagi warga sekitar, persoalan sampah di jalur Terisi–Cikedung bukan hal baru. Namun yang disayangkan, tumpukan sampah kerap dibiarkan berhari-hari tanpa penanganan berarti.

Baca Juga : Tumpukan Sampah di Pantai Dadap Indramayu, Ganggu Aktivitas Nelayan dan Keindahan Pantai

Abdullah (42), warga yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja, mengaku kondisi itu sudah mengganggu kenyamanan dan keselamatan.

“Kalau lewat sini pasti tutup hidung. Kalau hujan, air dari tumpukan sampah mengalir ke jalan, bikin licin dan baunya makin parah. Padahal ini jalan utama antar kecamatan,” ujarnya.

Menurut Abdullah, dampak lingkungan mulai terasa nyata. Lalat bermunculan, sementara sampah kerap beterbangan ke badan jalan saat angin kencang.

Baca juga  Jaksa Selundupkan Bukti DNA Darah dan LHP Digital di Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Ini Cara Tutupi Penyidikan yang Bobrok

Baca Juga : Mayat Ditemukan Membusuk di Areal Tumpukan Sampah di Indramayu

“Anak-anak juga sering lewat sini. Kami khawatir kalau dibiarkan terus, bisa berdampak ke kesehatan,” tambahnya.

Armada Terbatas, Distribusi Layanan Tersendat

DLH Indramayu mengakui keterbatasan sarana sebagai salah satu kendala utama. Kepala Bidang Persampahan DLH Indramayu, Endi Wahyadi, menyebutkan bahwa saat ini hanya terdapat 56 unit truk pengangkut sampah yang aktif.

Armada tersebut harus melayani 309 desa dan 8 kelurahan yang tersebar di enam wilayah UPTD kebersihan, yakni Indramayu, Karangampel, Jatibarang, Losarang, Kandanghaur, dan Hargeulis. Rasio ini membuat satu unit truk harus melayani hampir enam desa sekaligus.

“Jumlah armada memang masih kurang jika dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah desa yang harus dilayani,” kata Endi.

Baca juga  Toni RM Beberkan Bukti di Hadapan Majelis Hakim: Mengungkap Aktor di Balik Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu

Baca jugaPDAM Tirta Darma Ayu Dinilai Jadi “Tong Sampah” Manajemen, Oo Kritik Transparansi Pemerintah Indramayu

Namun di tingkat warga, keterbatasan armada dinilai tak sepenuhnya bisa dijadikan pembenaran. Minimnya pengawasan dan penentuan prioritas membuat sejumlah titik, termasuk jalur Terisi–Cikedung, seolah terpinggirkan dari perhatian rutin.

Persoalan Lama yang Terus Berulang

Gunungan sampah di jalur ini menjadi gambaran nyata bahwa persoalan persampahan di Indramayu belum tersentuh solusi menyeluruh. Produksi sampah terus meningkat, sementara kapasitas pengangkutan dan sistem pengawasan berjalan tertatih.

Tanpa pembenahan serius—mulai dari penambahan armada, penataan titik buang, hingga pengawasan lapangan yang konsisten—jalur antar kecamatan seperti Terisi–Cikedung berpotensi terus menjadi korban dari tata kelola persampahan yang belum beres. (Mashadi)

Share :

Baca Juga

Indramayu

ETLE Mobile Mulai Diterapkan di Indramayu, Kamera Bisa Deteksi Wajah Pelanggar hingga Malam Hari!

Indramayu

Tangis Haru Warnai Khotmul Qur’an Santri Indramayu

Indramayu

Penemuan Mayat Pria di Indramayu, Nyaris Tinggal Tulang Belulang Mengapung di Sungai

Indramayu

2 Siswa LPK Al Alif di Indramayu Kena “Prank”, Janji Kerja di Korea Pupus

Terpopuler

Kasus “Black Transfer” Rp 2 Miliar PDAM Indramayu Naik Penyidikan, GEMI Desak Kejaksaan Tuntaskan

Indramayu

Kisah Pilu TKW Indramayu: 9 Tahun di Singapura Tanpa Gaji, Pulang dengan Trauma

Indramayu

Indramayu Jadi Percontohan Sekolah Rakyat, Anak Prasejahtera Kini Punya Harapan Baru!

Indramayu

SMP Plus Raudlatul Muta’alimin Kepolo Meriahkan Hari Santri Nasional 2025 dengan Pawai Ta’aruf dan Doa Bersama