Home / Ekonomi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:26 WIB

Bansos PKH dan BPNT Cair Januari 2026, Warga Bisa Cek Status Penerima Pakai NIK KTP

Akses situs https://cekbansos.kemensos.go.id melalui ponsel atau komputer.

Akses situs https://cekbansos.kemensos.go.id melalui ponsel atau komputer.

Suaradermayu.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menggulirkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Januari 2026.

Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya negara menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat kurang mampu.

Baca Juga : Kenapa Biasa Dapat Bansos Sekarang Tidak? Ini Penjelasan Kemensos

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terdaftar dalam basis data Kemensos. Untuk memastikan apakah seseorang termasuk penerima bansos atau tidak, pemerintah kini mempermudah masyarakat dengan layanan pengecekan data secara daring menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP.

Cek Status Bansos Bisa Dilakukan Mandiri

Masyarakat dapat mengecek status kepesertaan bansos PKH dan BPNT melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id. Platform ini dikelola langsung oleh Kemensos dan menampilkan data penerima bantuan di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga  Terkuak! THR Forkopimda Tulungagung Diduga dari Uang Perasan Bupati Gatut

Adapun langkah-langkah pengecekan sebagai berikut:

1. Akses situs https://cekbansos.kemensos.go.id melalui ponsel atau komputer.

2. Pilih wilayah domisili sesuai KTP, mulai dari provinsi hingga desa/kelurahan.
Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
Ketik kode verifikasi (captcha) yang muncul.

3. Klik tombol Cari Data.

Sistem akan menampilkan hasil apakah nama yang dimasukkan terdaftar sebagai penerima PKH, BPNT, atau tidak.
Apabila nama tercantum sebagai penerima, maka yang bersangkutan berhak menerima bantuan sesuai jadwal dan mekanisme penyaluran di daerah masing-masing. Namun jika tidak ditemukan, artinya data belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.

Rincian Bantuan PKH Tahun 2026
Program Keluarga Harapan menyasar kelompok masyarakat rentan dengan besaran bantuan yang berbeda sesuai kategori penerima. Berikut rinciannya per tahap penyaluran:

Baca juga  Kapolsek Karangampel AKP Warmad Diduga Abaikan Laporan Ancaman Kekerasan Pilwu, Propam Turun Tangan

Baca JugaPPATK Bekukan 10 Juta Rekening Penerima Bansos Tak Layak, Ada yang Dipakai Judi Online

Ibu hamil atau nifas: Rp750.000
Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750.000
Siswa SD/sederajat: Rp225.000
Siswa SMP/sederajat: Rp375.000
Siswa SMA/sederajat: Rp500.000
Lansia usia di atas 70 tahun: Rp600.000
Penyandang disabilitas berat: Rp600.000

PKH disalurkan dalam empat tahap setiap tahun. Dengan skema tersebut, total bantuan yang diterima KPM bisa mencapai jutaan rupiah per tahun, tergantung kategori yang melekat dalam satu keluarga.

BPNT Disalurkan Lewat Saldo Elektronik

Selain PKH, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako. Bantuan ini diberikan dalam bentuk saldo elektronik senilai Rp200.000 per bulan, yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan pokok di e-warong atau agen yang telah ditunjuk.

Baca juga  Ketua DPRD Indramayu Diduga Terseret Skandal Bobolnya Rp139 Miliar BPR Karya Remaja

Penyaluran BPNT bisa dilakukan secara bulanan atau dirapel, menyesuaikan kebijakan dan kesiapan daerah masing-masing.

Warga Diminta Aktif Pantau Data

Kemensos mengimbau masyarakat agar aktif memantau status kepesertaan bansos dan memastikan data kependudukan sesuai dengan kondisi riil. Jika ditemukan kendala atau ingin mengajukan usulan maupun sanggahan data, warga dapat menghubungi layanan pengaduan Kemensos atau berkoordinasi melalui kantor desa dan kelurahan setempat.

Baca Juga : MUI Indramayu Gelar Bahtsul Masail: Bahas Bansos, Masjid, dan Khodam

Pemerintah menegaskan, transparansi dan akurasi data menjadi kunci agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. (Moh. Ali)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Jangan Kaget! Tiba-tiba Tak Dapat Bansos April 2026, Pemerintah Coret 11 Ribu Penerima PKH-BPNT

Ekonomi

Bupati Lucky Hakim Akui Air PDAM Indramayu Keruh dan Tak Mengalir: Minta Maaf dan Janji Kasih Kompensasi!

Ekonomi

Kepala BGN: Kalau MBG Tak Layak, Jangan Dipilih-pilih — Kembalikan Semua!

Indramayu

Indramayu Melesat! Investasi Triwulan I Tembus Rp362 Miliar, Apa Rahasia Kepemimpinan Lucky Hakim-Syaefudin?

Ekonomi

THR Pekerja Swasta Dipotong Pajak, ASN Tidak? Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Ekonomi

Aturan Baru BBM Subsidi 2026: Pembelian Dibatasi Maksimal 50 Liter per Hari

Daerah

KOMPI Tolak Revitalisasi Tambak Pantura di Perhutani: Abaikan Keadilan Petambak dan Ancam Lingkungan

Sorotan

BGN Bongkar Dugaan “Bisnis Dapur” Program Makan Bergizi Gratis, Yayasan Kelola Banyak Dapur