Suaradermayu.com – Di RT 008 RW 003 Desa Puntang, sebuah rumah tua berdiri rapuh. Atapnya bocor, dindingnya lapuk, kayunya keropos di banyak bagian. Di dalam rumah itu, Nenek Masih (70) tinggal bersama anaknya setelah lama menjadi janda.
Sudah bertahun-tahun ia berharap ada perbaikan. Tapi harapan itu seperti dinding rumahnya: semakin hari semakin retak. Selama ini, rumahnya belum pernah sekalipun tersentuh bantuan rehab dari pemerintah maupun instansi lain.
Kunjungan Cecep yang Membuka Cerita Lama
Ketua Gerakan Indramayu Peduli, Syaepudin atau Cecep, tanpa sengaja menemukan kondisi rumah Nenek Masih saat ia berkunjung ke rumah saudara sang nenek.
“Saya kebetulan main ke saudaranya Nenek Masih, melihat rumah nenek Masih kok terlihat mau roboh,” ujar Cecep.
Karena prihatin, ia menanyakan ke keluarga apakah mereka pernah mengajukan bantuan ke pemerintah desa. Jawabannya: pernah, bahkan sudah didatangi pihak desa. Tetapi ketika ada program bantuan rehab rumah, Nenek Masih tetap tidak terpilih sebagai penerima.
“Nenek Masih ini sudah mengajukan, dan infonya Ibu Kuwu pernah ke rumah Nenek Masih. Namun saat ada program bantuan dari pemerintah rehab rumah, nenek Masih malah tidak mendapatkannya,” kata Cecep.
Pemerintah Desa Mengklarifikasi
Ketika Suaradermayu.com meminta penjelasan, pihak redaksi diarahkan kepada Lurah Suwarto, yang akrab disapa Toto Batak. Melalui telepon, ia mengakui bahwa Nenek Masih memang tidak memperoleh bantuan.
“Memang benar Ibu Masih ga dapat bantuan rehab rumah, karena tidak ada data yang di kami,” ujarnya.
Namun Suwarto menambahkan informasi baru dari kepala dusun setempat: pengajuan itu pernah dilakukan, tetapi kemudian berkasnya diambil kembali oleh menantunya.
“Kata kepala dusun sih pernah mengajukan, tapi berkasnya diambil kembali oleh menantunya. Alasannya untuk penambahan dana rehab tidak ada,” jelasnya.
Suwarto menerangkan bahwa bantuan rehab rumah dari pemerintah biasanya sekitar Rp20 juta. Pihak keluarga khawatir total biaya perbaikan akan melebihi nilai itu.
“Alasannya khawatir itu katanya uangnya tidak ada kalau penambahan dana untuk merehabnya. Padahal kan belum tentu juga. Seadanya saja, kalau memang bantuan segitu bisa digarap ya digarap,” tambahnya.
Soal Kuwu Pernah ke Lokasi
Suwarto juga meluruskan isu bahwa Kuwu pernah mensurvei rumah Nenek Masih. Menurutnya, kunjungan itu terjadi karena ada proyek pengecoran jalan desa yang kebetulan lokasinya dekat rumah sang nenek.
“Waktu itu Ibu Kuwu datang meninjau pekerjaan tersebut, bukan datang mensurvei rumah Ibu Masih,” jelasnya.
Dijanjikan Prioritas Tahun 2026
Walau sebelumnya tidak tercatat dalam data, Suwarto berjanji bahwa rumah Nenek Masih akan diprioritaskan pada pengajuan rutilahu tahun 2026. Ia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Cecep terkait kelengkapan berkas yang dibutuhkan.
“Banyak di desa kami rumah-rumah tidak layak huni. Tapi kami akan prioritaskan rumah Ibu Masih untuk pengajuan rutilahu tahun 2026. Tahun ini desa kami mendapat bantuan rutilahu dari Pemda Indramayu sebanyak 9 rumah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah maupun provinsi semakin memperhatikan kondisi warga di Desa Puntang, mengingat jumlah rumah tidak layak huni di wilayahnya masih sangat banyak.
“Semoga tahun depan ada bantuan rutilahu lagi,” tutupnya. (Mashadi)


























