Suaradermayu.com – Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan cepat dunia digital, puluhan jurnalis dari berbagai penjuru Jawa Barat bersiap menguji diri dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Indramayu, pada 27–28 Oktober 2025 di Hotel Trisula Indramayu.
Suasana antusias sudah terasa jauh sebelum hari pelaksanaan. Dari ruang-ruang redaksi kecil hingga grup-grup wartawan di media sosial, kabar UKW SMSI Indramayu menjadi perbincangan hangat. Sekitar 60 peserta, dengan lebih dari 30 di antaranya berasal dari Indramayu, mendaftar untuk mengikuti proses yang dianggap sebagai “ujian kehormatan” bagi insan pers.
“Ini bukan sekadar ujian, tapi pembuktian diri,” ujar Ihsan Mahfudz, Ketua SMSI Kabupaten Indramayu, dengan nada tegas namun bersahabat. “Kami ingin melahirkan wartawan yang tidak hanya pandai menulis, tetapi juga punya etika, tanggung jawab, dan integritas.”
Bagi Ihsan, profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan mencari berita. Ia adalah panggilan moral untuk menjaga kebenaran dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. Karena itu, melalui UKW ini, SMSI ingin meneguhkan kembali marwah profesi jurnalis di tengah tantangan era digital — ketika informasi berhamburan tanpa batas, dan hoaks kerap menenggelamkan fakta.
Pelaksanaan UKW tahun ini juga memiliki makna khusus. Momentum Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke-498 menjadi simbol refleksi bagi insan pers daerah ini untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan. Melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme, wartawan diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong transparansi serta kemajuan daerah.
“Indramayu butuh media yang sehat dan wartawan yang kompeten,” lanjut Ihsan. “Kalau kualitas sumber daya manusianya baik, maka berita-berita yang lahir juga bisa mendidik, bukan menyesatkan.”
Dalam kegiatan yang menggandeng lembaga uji Pikiran Rakyat ini, para peserta akan melewati serangkaian tahapan yang menguji keterampilan menulis berita, wawancara, hingga etika profesi. Mereka bukan hanya dinilai, tetapi juga dibina agar mampu memperkuat karakter jurnalistik yang berimbang dan kredibel.
Bagi sebagian peserta, UKW ini bukan sekadar mencari sertifikat, melainkan sebuah perjalanan reflektif. “Saya ingin mengukur kemampuan diri dan belajar lagi bagaimana menjadi wartawan yang benar,” ujar salah seorang peserta muda saat mendaftar di Kantor SMSI Indramayu sambil tersenyum gugup namun bersemangat.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Wartawan Profesional dan Berintegritas”, SMSI Indramayu menempatkan kegiatan ini sebagai momentum penting untuk melahirkan generasi jurnalis baru yang tangguh, kritis, dan berdaya saing — tidak hanya di level lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional.
Di akhir kegiatan nanti, mungkin tidak semua peserta akan lulus. Namun, semangat dan proses pembelajaran yang mereka lalui akan menjadi bekal berharga. Sebab pada akhirnya, profesionalisme seorang wartawan bukan ditentukan oleh selembar sertifikat, melainkan oleh integritas yang ia jaga di setiap huruf yang ia tulis.
Penulis : Abdul Goni

























