Suaradermayu.com – Koordinator aksi “Pulangkan Bupati Lucky Hakim ke Cilacap”, Sholihin, menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pernyataan kontroversial melalui unggahan video berdurasi sekitar satu menit yang beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, Sholihin mengaku mendapat dukungan dari Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, untuk menggelar aksi demonstrasi yang berlangsung bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Indramayu pada 7 Oktober 2025 lalu.
“Saya diskusi dengan beberapa tokoh termasuk H. Juhadi (Ketua PWNU Jabar). Dia mensuport full mendorong saya untuk bergerak mengkritisi Pak Bupati Lucky Hakim dengan aksi demonstrasi kemarin pas Hari Jadi Indramayu,” ujar Sholihin dalam video itu.
Lebih lanjut, Sholihin menyinggung adanya dugaan persengkokolan antara KH Juhadi dan Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, yang disebutnya terjadi saat keduanya menjalankan ibadah umrah.
“Haji Juhadi pernah sempat ngobrol bahwa nanti untuk lebih jelasnya saya (H. Juhadi) mau umrah di sana dengan Pak Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin. Saya meyakini ada persengkokolan antara Pak H. Juhadi dan Pak H. Syaefudin di sana membahas pergerakan demo yang kami lakukan,” kata Sholihin.
Sholihin juga mengaku sempat mengunjungi kediaman KH Juhadi sepulang umrah, namun dilarang untuk datang.
“Pak H. Juhadi menyampaikan bahwa sebentar lagi ada Wakil Bupati Indramayu ke rumahnya. Nah, saya tambah yakin, persengkokolan apapun pasti akan terbuka cepat atau lambat,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Suaradermayu.com berupaya mengonfirmasi KH Juhadi Muhammad melalui pesan singkat dan panggilan telepon, namun belum mendapatkan respons. Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin juga belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan Sholikin tersebut. (Pahmi)


























