Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa salah satu tanda kegagalan seorang pemimpin daerah adalah ketika warganya sampai nekat bunuh diri akibat jeratan pinjaman online (pinjol). Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya saat shalat Idul Fitri 2025 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada Senin (31/3/2025).
“Kegagalan seorang gubernur itu jika ada orang bunuh diri karena terkait bank emok atau pinjaman online,” ujar Dedi di hadapan jamaah yang memadati Lapangan Gasibu.
Selain menyoroti maraknya kasus pinjol yang menjerat masyarakat, Dedi juga menyinggung berbagai permasalahan sosial yang mencerminkan kegagalan seorang kepala daerah dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, keberadaan pengemis di perempatan jalan, anak yatim yang tidak mendapatkan akses pendidikan, serta warga miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni merupakan indikator nyata ketidakefektifan kepemimpinan gubernur.
“Kegagalan seorang gubernur itu jika masih ada pengemis di perempatan jalan, anak yatim yang tak bersekolah, orang miskin yang rumahnya mau roboh,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi mengajak masyarakat untuk menjadikan 1 Syawal sebagai momentum membangun kesadaran kolektif, baik dalam aspek ritual maupun spiritual. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial agar kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.
Pernyataan Dedi Mulyadi ini mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, terutama dalam konteks meningkatnya kasus pinjaman online ilegal yang kerap menjerat masyarakat kecil dengan bunga mencekik. Banyak yang berharap agar pemerintah daerah dapat lebih aktif dalam mengatasi permasalahan ini melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat.


























