Home / Indramayu

Rabu, 28 September 2022 - 04:36 WIB

47 Honorer Indramayu Terancam Tak Diakui, DPRD Siap Panggil BKPSDM

Suaradermayu.com – Puluhan Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau honorer dari berbagai instansi di Kabupaten Indramayu mendatangi kantor DPRD Indramayu, Selasa (27/9/2022). Mereka mengaku terancam kehilangan pekerjaan lantaran tidak tercatat dalam data administrasi pembangunan (adbang) yang menjadi dasar penetapan calon honorer atau pegawai non-ASN.

Sedikitnya 47 honorer dari sejumlah instansi pemerintah daerah menyuarakan keresahan mereka kepada para wakil rakyat. Mereka merasa telah memenuhi semua kriteria, bahkan sebagian besar telah mengabdi selama bertahun-tahun, namun hingga kini nama mereka tidak tercatat dalam sistem kepegawaian.

Kontrak Tidak Pernah Putus, Tapi Tak Diakui

Salah satu honorer dari Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, Abdurahman, mengaku heran dengan kondisi tersebut. Menurutnya, sejak pertama kali bekerja di lingkungan BPBD, RS MIS Indramayu, hingga Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), kontraknya tidak pernah mengalami putus.

Baca juga  VIRAL! DPRD Indramayu Desak Pemda Segera Perbaiki Jalan Rusak di Perbatasan Indramayu–Majalengka

“Padahal saya sudah mengabdi bertahun-tahun, kontrak saya tidak pernah terputus. Tapi kenapa nama saya tidak masuk ke data adbang? Kami sudah mencoba berkomunikasi dengan dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti. Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan,” ujar Abdurahman kepada awak media.

Data Sudah Diserahkan, Tapi Terkendala Regulasi?

Senada dengan Abdurahman, Wartoni, honorer dari Diskoperindag Indramayu, juga mengalami nasib serupa. Ia mengaku, seluruh data honorer di instansinya sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu. Namun entah kenapa, namanya tetap tidak tercantum dalam data adbang.

“Katanya sih karena terkendala regulasi. Tapi kami bingung, kan data sudah diserahkan ke BKPSDM. Kalau begini terus kami yang dirugikan,” ungkap Wartoni.

Baca juga  Kasus Rumah Tangga Berujung Etik, Anggi Noviah Dilaporkan ke BK DPRD Indramayu

Ada yang Sudah Mengabdi Sejak 2005

Dari informasi yang dihimpun, mayoritas honorer yang tidak tercatat di adbang adalah mereka yang sudah bekerja lebih dari dua tahun. Bahkan, beberapa di antaranya telah mengabdi di lingkungan Pemkab Indramayu sejak tahun 2005.

Mereka khawatir jika persoalan ini tidak segera ditindaklanjuti, mereka akan kehilangan hak sebagai tenaga honorer, bahkan terancam tidak diakui sebagai bagian dari pegawai non-ASN.

DPRD Siap Panggil BKPSDM

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Indramayu, Edi Mulyadi, berjanji akan segera memanggil BKPSDM untuk meminta klarifikasi. Menurutnya, persoalan ini harus segera diluruskan agar tidak merugikan para honorer yang sudah lama mengabdi.

Baca juga  Ririn Ngaku Ruslandi Dampingi Cuma Sesi Foto di Polres! LBH Ghazanfar: Jika Benar! Pidana & Cabut Izin Praktik

“Kami akan komunikasikan persoalan ini dengan BKPSDM. Kalau memang mereka memenuhi kriteria sesuai yang ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), seharusnya mereka bisa terverifikasi sebagai tenaga honorer non-ASN,” tegas Edi Mulyadi.

Ia juga meminta agar seluruh instansi terkait lebih transparan dalam proses pendataan pegawai, khususnya honorer yang sudah mengabdi lama.

“Kami tidak ingin ada honorer yang merasa dianaktirikan atau tidak diakui. Semua harus jelas dan adil,” tambahnya.

Harapan Akan Kepastian Status

Para honorer berharap, dengan adanya perhatian dari DPRD, persoalan ini segera mendapatkan titik terang. Mereka hanya ingin status mereka sebagai pegawai non-ASN diakui secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak menuntut macam-macam, hanya ingin diakui dan mendapatkan kepastian status. Apalagi kami sudah bertahun-tahun mengabdi untuk Kabupaten Indramayu,” pungkas Abdurahman.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Hadiah HUT RI ke-80, Bupati Lucky Hakim Hapus 100% Denda Pajak

Indramayu

Staf Khusus Bupati Indramayu Unggah Status WA Penahanan Syaefudin, Beredar Isu Diduga Akan Gantikan Wabup
Kolase foto: Para korban pembunuhan, Budi Awaludin (45), istrinya Euis Juwita (43), dua anak mereka berinisial RK (7) dan bayi B (8 bulan), serta ayah korban, H. Sahroni (76) (kiri) Polisi saat konferensi pers (kanan atas) Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto kanan bawah)

Terpopuler

Polisi vs Ririn dan Priyo: Detik-detik Pembantaian Satu Keluarga di Paoman Indramayu

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Polisikan Kuwu Kedokan Agung, Diduga Selewengkan Dana Desa Rp 400 Juta

Indramayu

Janazah TKW dari Hongkong Tiba di Indramayu

Kriminalitas

Terbongkar! Modus Licik Oplos Elpiji 3 Kg ke 12 Kg di Gantar Indramayu, Pelaku Raup Untung Fantastis

Indramayu

Bupati Lucky Tak Mau Kecolongan! 2.168 Tanah Pemkab Langsung Disikat Sertifikat

Indramayu

Polres Indramayu Bongkar Jaringan Ganja 748 Gram, Dua Tersangka Ditangkap