Suaradermayu.com – Eks Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim buka suara soal dugaan penggerebekan narkoba di Kantor Bupati Indramayu yang beberapa waktu lalu sempat heboh dan kemudian akhirnya dianggap bohong.
Dilansir Channel YouTube OborTV, Lucky Hakim tidak membantah adanya dugaan penggerebekan. Ia berusaha menghindar pertanyaan Host OborTV, Muhammad Sholihin, untuk menjawab secara terang soal kebenaran penggerebekan yang menjadi perbincangan publik di Indramayu.
“Boleh enggak, saya enggak menjawab pertanyaan ini, soalnya bahaya banget kalau saya jawab. Saya gimana ya, saya harus mencari kata-kata yang tepat supaya saya selamet,” ucap Lucky.
Ia menyampaikan berusaha tidak ikut campur persoalan dugaan penggerebekan itu, meski ia mengaku kantornya berada di satu kawasan dengan lokasi dugaan penggerebekan tersebut.
“Saya intinya ketika penggerebekan apa itu tentang narkoba apapun itu, saya memang kan ruangannya ada di pojok tuh dibelakang. Dan saya enggak melihat, supaya saya tidak mau jadi saksi, saya tidak mau bertanya. Saya tidak mau ber statemen. Intinya saya tidak mau bertanya, tidak mau ikut campur urusan itu,” kata Lucky.
Lucky berusaha tidak menjawab, ia berusaha membantah kejadian tersebut. Lucky secara tersirat menyampaikan kejadian itu memang ada, namun dirinya berusaha tidak ikut campur. Statement terbaru Lucky ini menjadi viral di media sosial.
Sekedar informasi, isu soal dugaan penggerebekan narkoba di kantor Bupati Indramayu sempat heboh dan menjadi perbincangan masyarakat di Indramayu. Bahkan, isu ini membuat salah satu pegawai Pendopo Indramayu membuat laporan polisi terhadap yang diduga menyebarkan isu tersebut.
Dikutip suardermayu.com Rabu (12/10/2022), Kepala Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan Daerah Pemkab Indramayu, Arya Tenggara melaporkan mantan calon Bupati Indramayu Pilkada 2020, Muhamad Sholihin, ke Polres Indramayu pada 9 Oktober 2022 lalu.
Melalui kuasa hukumnya, Toni RM menyampaikan, kliennya mengadukan Sholihin ke polisi karena diduga menyebarkan berita bohong adanya penggerebekan dan penangkapan kasus narkoba di Pendopo Indramayu.
” Ada dua konten yang disebarkan MS, Pertama bentuk rekaman suara yang dikirim ke seseorang yang isi rekaman suara itu seolah-olah ada penggerebekan narkoba di Pendopo Indramayu dengan barang bukti 3 kg sabu. Di dalam rekaman suara tersebut, disebutkan Bupati dan rekan-rekan sedang memakai (narkoba), itu tuduhan yang sadis, ” kata Toni RM, Rabu (12/10/2022).
Selanjutnya, kata Toni, konten yang kedua yaitu bentuk tulisan dikirimkan ke grup WA “Sedulur Dermayu” , yang isinya serupa adanya penggerebekan narkoba di Pendopo Indramayu.
” Terkait dua konten tersebut yang disebarkan MS mengakibatkan marwah Pemda atau Bupati Indramayu jadi tercemar. Sehingga bagi orang yang percaya konten tersebut menjadi membenci dan menilai negatif, ” ujar dia.


























