Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat upaya pencegahan pernikahan dini melalui edukasi langsung kepada kalangan pelajar.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar sosialisasi di sekolah-sekolah guna memberikan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan membangun keluarga di masa depan.
Wakil Bupati Syaefudin turun langsung membuka kegiatan Sosialisasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) tentang pencegahan pernikahan pada usia anak yang digelar di MAN 1 Indramayu, Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pernikahan pada usia anak masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama oleh pemerintah daerah, lembaga pendidikan, keluarga, serta masyarakat. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama setempat, permohonan dispensasi perkawinan anak di Kabupaten Indramayu masih tergolong cukup tinggi.
Menurutnya, pencegahan pernikahan dini merupakan langkah penting untuk menciptakan generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan memiliki kesiapan yang matang sebelum membangun rumah tangga.
“Pencegahan pernikahan usia anak adalah tanggung jawab bersama. Melalui edukasi yang terus dilakukan, diharapkan para pelajar dapat lebih fokus menempuh pendidikan dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan daerah Indramayu REANG, yakni religius, berekonomi kerakyatan, aman, nyaman, dan gotong royong.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Indramayu, Wahyudin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Ia berharap edukasi tentang pencegahan pernikahan dini dapat memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya pendidikan dalam meraih cita-cita.
Menurutnya, masa sekolah merupakan waktu yang tepat bagi para pelajar untuk belajar dan mengembangkan potensi diri, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi masa depan dan meraih impian mereka. (Abdul Syukur)

























