Home / Terpopuler / Indramayu / Teknologi

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:29 WIB

KOMPI Soroti Kendaraan Tangki Pertamina, Jalan Ir H Juanda Rusak dan Makan Korban

Ketua Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) H. Fahmi Labib, menegaskan bahwa rusaknya Jalan Ir H Juanda tidak bisa dilepaskan dari aktivitas kendaraan berat, khususnya mobil tangki Pertamina yang setiap hari melintas membawa muatan.

Ketua Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) H. Fahmi Labib, menegaskan bahwa rusaknya Jalan Ir H Juanda tidak bisa dilepaskan dari aktivitas kendaraan berat, khususnya mobil tangki Pertamina yang setiap hari melintas membawa muatan.

Suaradermayu.com– Kerusakan parah Jalan Kabupaten Ir H Juanda, salah satu akses vital penghubung wilayah menuju pusat Kota Indramayu, kian memprihatinkan. Puluhan lubang menganga di sepanjang badan jalan tak kunjung diperbaiki dan terus memakan korban pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Kondisi jalan yang rusak berat itu dinilai sudah sangat membahayakan keselamatan. Lubang-lubang besar tersebar hampir di sepanjang ruas jalan, sebagian tertutup genangan air saat hujan, sehingga kerap menjebak pengendara yang melintas, terutama pada malam hari dan jam sibuk pagi.

Sebagai bentuk protes sekaligus peringatan agar pengguna jalan lebih waspada, warga nekat menanami pohon palem di tengah jalan yang berlubang. Aksi tersebut dilakukan karena warga menilai pemerintah daerah terkesan abai, meski kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan berulang kali memicu kecelakaan.

Menanggapi kondisi tersebut, Aktivis lingkungan juga anggota Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) H. Fahmi Labib, menegaskan bahwa rusaknya Jalan Ir H Juanda tidak bisa dilepaskan dari aktivitas kendaraan berat, khususnya mobil tangki Pertamina yang setiap hari melintas membawa muatan.

Baca juga  Usai Ancam Wartawan, Kuwu Sukagumiwang Diberhentikan Bupati Indramayu

“Mobil tangki Pertamina, baik yang mengangkut BBM maupun gas, jelas ikut andil merusak jalan ini. Kerusakan paling parah terjadi di sisi selatan jalan, yang setiap hari dilalui kendaraan tangki dalam kondisi bermuatan,” ujar Fahmi.

Ia menjelaskan, kondisi jalan di sisi utara relatif lebih baik dan tidak mengalami kerusakan separah sisi selatan, meskipun di beberapa titik masih ditemukan jalan berlubang.

“Kalau sebelah utara cenderung tidak terlalu parah. Ada kerusakan, tapi tidak separah di selatan. Ini menunjukkan bahwa beban kendaraan berat sangat berpengaruh terhadap daya tahan jalan,” tegasnya.

Menurut Fahmi, jika Jalan Ir H Juanda memang dijadikan jalur rutin kendaraan bertonase besar, maka seharusnya ada penanganan khusus dari pemerintah daerah, baik berupa penguatan konstruksi jalan maupun pengaturan lalu lintas kendaraan berat.

“Tidak bisa jalan kabupaten diperlakukan seperti jalan lingkungan, sementara yang lewat kendaraan berat bertonase tinggi. Kalau dibiarkan, jalan akan terus rusak dan rakyat yang jadi korban,” katanya.

Baca juga  Bupati Indramayu Terpilih, Lucky Hakim, Gemar Menyapa Warga

Ia juga menyebutkan bahwa sebenarnya terdapat jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan kendaraan tangki Pertamina guna mengurangi beban Jalan Ir H Juanda.

“Biasanya mobil tangki Pertamina bisa lewat Pertigaan Tinumpuk Juntunyuat. Selain itu juga bisa melalui jalan baru Sukaurip, tembus ke Jalan Ibu Tien Soeharto, meskipun sampai sekarang belum ada penutupan resmi jalur menuju Pertamina,” jelas Fahmi.

Keluhan serupa juga disampaikan warga sekitar. Muyip, warga Desa Singajaya, mengaku melihat langsung sejumlah pengendara motor terjatuh akibat tidak menyadari adanya lubang besar di badan jalan.

“Saya lihat sendiri motor jatuh. Hari ini saja, Jumat (6/2/2026), sudah tiga pengendara motor terjatuh karena tidak melihat lubang. Jalannya rusak parah, apalagi kalau malam atau habis hujan,” ujar Muyip dengan nada kesal.

Menurutnya, kerusakan Jalan Ir H Juanda sudah berlangsung cukup lama dan belum terlihat adanya perbaikan berarti dari pemerintah. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur utama dengan volume kendaraan yang sangat tinggi setiap harinya.

Baca juga  Ungkap Penyebab Kebakaran dan Kematian Putri Apriyani, Polres Indramayu Bentuk Tim Khusus

Hal senada disampaikan Sayak, warga setempat lainnya. Ia membenarkan bahwa Jalan Ir H Juanda kerap memakan korban, terutama pengendara sepeda motor.

“Setiap hari ada saja yang hampir jatuh, bahkan jatuh beneran. Pagi hari jalan ini ramai, dipakai warga berangkat kerja, anak-anak sekolah, pedagang, semuanya lewat sini,” kata Sayak.

Sayak menambahkan, kondisi jalan berlubang diperparah oleh minimnya penerangan dan tidak adanya rambu peringatan. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

“Lubangnya banyak dan dalam. Kalau sudah ketutup air, pengendara tidak tahu. Baru sadar setelah motor oleng atau jatuh,” tambahnya.

Aksi penanaman pohon palem di tengah jalan disebut warga sebagai sindiran keras kepada pemerintah daerah agar segera turun tangan. Warga menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa perbaikan serius, bukan tidak mungkin kecelakaan yang lebih fatal akan terjadi.

Warga dan KOMPI berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh, sekaligus mengevaluasi aktivitas kendaraan berat yang melintas, agar Jalan Ir H Juanda tidak terus menjadi jalur berbahaya yang mengancam keselamatan pengguna jalan setiap hari. (Nadzif)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Jaksa Agung Ingatkan Kejaksaan: Jangan Asal Jadikan Kepala Desa Tersangka, Dinas Harus Bertanggung Jawab

Terpopuler

Viral! Oknum Guru di Indramayu Diduga Bully Murid Karena Tunggakan LKS, Pihak Sekolah Minta Maaf

Kesehatan

Warga Sakit, Tim Dokmaru Balongan Respon Datangi Pasien

Teknologi

Cara Baca Pesan WhatsApp Tanpa Ketahuan, Mudah dan Praktis!

Indramayu

Bupati Indramayu Vs Carkaya, Pintu Mediasi Benar-benar Tertutup?

Terpopuler

PDIP Indramayu Cari Kandidat Pendamping Nina Agustina untuk Pilkada 2024

Edukasi

Bejat, Anak Punk Rame-rame Perkosa Anak SD di Indramayu

Indramayu

LBH Ghazanfar Sebut Khotibul Umam Berpotensi Dijerat Pidana Berlapis, Cairkan Dapen Aman Yani