Suaradermayu.com – Rekaman CCTV berdurasi 2 menit 10 detik menghebohkan warganet. Video tersebut menampilkan detik-detik seorang pria yang diduga mengambil uang di Kantor Pengacara Toni RM, di Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu pada Kamis malam (13/11/2025) pukul 19.30 WIB.
Dalam rekaman, pria itu terlihat masuk ke area kantor dengan langkah santai, padahal di bagian depan kantor tampak beberapa orang sedang berbicara. Tanpa menoleh sedikit pun, ia berjalan lurus menuju pintu ruang kerja, seolah sudah mengetahui seluk-beluk kantor tersebut.
CCTV menunjukkan pria itu membuka pintu ruang kerja, lalu mendekati meja yang diketahui meja Pengacara kondang Toni RM tempat sebuah tas berada. Ia tampak mengambil tas tersebut, membukanya, dan diduga mengambil beberapa lembar uang yang jumlahnya belum diketahui. Setelah itu, ia keluar ruangan dengan tenang, tanpa menimbulkan kecurigaan.
Hingga kini, identitas pria dalam video tersebut belum diketahui. Pengunggah rekaman menyebut bahwa video itu dibagikan sebagai peringatan bagi warga sekitar.
“Video ini diposting untuk perhatian warga sekitar agar berhati-hati kalau ada orang ini,” tulis keterangan unggahan tersebut.
Aksi tersebut memicu beragam reaksi dari netizen yang ramai menyesalkan perilaku pria dalam video itu.
Akun Facebook Rakhmat Haryanto menuliskan, “Sudah kuduga Bang… ora gak tahu diri, dikasih makan minum rokok masih ngembat.”
Akun Yana Deki berkomentar, “Terlalu… orang itu nggak punya etika, adab, akhlak.”
Akun Pers Jurnalis ikut menanggapi dengan nada kesal,
“Wah ora bener wong kih y, di pai mangan nginum, duit jajan, rokok masih mengkonon bae, kurang ajar kuh bang.”
(Sudah diberi makan, minum, uang jajan, rokok, masih saja begitu. Kurang ajar itu.)
Akun Sutaryo Ibrahim menambahkan,
“Wadduuh… kurang apa dia terhadap Bang Toni. Uang, rokok, makan, segalanya sering dikasih. Laa ilaha illallah…”
Sementara akun Fatimah Azzahra menulis,
“Astaghfirullah… tinggal minta saja 1 juta ke Pak Toni RM pasti dikasih. Nggak paham apa Pak Toni pengacara baik dan dermawan. Dasarnya memang biasa maling.”
Video tersebut kini terus beredar luas dan memunculkan gelombang kemarahan warganet. (Pahmi)

























