Suaradermayu.com – Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah titik keramaian Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Deru motor berpelat polisi dikendarai oleh para Polwan (Polisi Wanita) berparas ramah. Bukan patroli biasa—mereka hadir membawa senyum dan sapaan hangat dalam program inovatif bernama “Patroli Mojang Lodaya.”
Program ini menjadi gebrakan baru Polres Indramayu dalam menghadirkan sosok polisi yang lebih dekat dan humanis di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiatif Wakapolda Jawa Barat yang ingin menumbuhkan budaya polisi yang santun dan komunikatif.
“Patroli Mojang Lodaya ini mengusung semangat 3S: Senyum, Sapa, dan Salam. Polwan turun langsung ke lapangan agar masyarakat merasa aman sekaligus dihargai,” ujar AKP Tarno, Kasi Humas Polres Indramayu, Kamis (23/10/2025).
Pendekatan Humanis, Polisi yang Dekat Bukan Ditakuti
AKP Tarno menjelaskan, kehadiran para Polwan bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dua arah. Dengan pendekatan lembut khas perempuan, masyarakat diharapkan tak lagi sungkan berinteraksi dan menyampaikan keluhan secara langsung kepada aparat.
“Polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga pelindung dan sahabat masyarakat. Kami ingin menghadirkan wajah Polri yang empatik dan peduli,” tambah Tarno.
Menelusuri Pasar, Terminal hingga Sekolah
Dalam pelaksanaannya, patroli ini menyasar berbagai lokasi dengan tingkat aktivitas warga tinggi, seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, kawasan wisata, hingga sekolah. Di tempat-tempat itu, Polwan berinteraksi dengan pedagang, pelajar, hingga sopir angkutan umum.
Selain menyampaikan pesan kamtibmas, para Polwan juga membantu warga yang membutuhkan arahan, menenangkan anak-anak yang takut dengan suara sirene, hingga menertibkan lalu lintas dengan cara persuasif.
Wujudkan Keamanan Partisipatif
Melalui Patroli Mojang Lodaya, Polres Indramayu berharap masyarakat dapat menjadi bagian dari sistem keamanan partisipatif. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek pengamanan, tapi juga mitra aktif dalam menjaga ketertiban dan kedamaian wilayah,” jelas AKP Tarno.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Polres Indramayu untuk menghadirkan Polri Presisi yang lebih humanis dan responsif terhadap dinamika sosial di daerah pesisir utara Jawa ini.
Senyum Polwan, Cermin Keteduhan di Tengah Tugas Berat
Di tengah panas terik dan padatnya lalu lintas, senyum para Polwan itu menjadi oase tersendiri. Mereka bukan sekadar menegakkan aturan, tetapi menyalakan rasa aman dan kedekatan antara polisi dan rakyat.
“Kadang cukup dengan senyum dan sapa, suasana bisa jadi lebih tenang. Itulah kekuatan dari pendekatan humanis,” kata Tarno menutup keterangannya. (Nurhaeni)

























