Suaradermayu.com – Indramayu
Minggu, 17 Agustus 2025, Monumen Tugu Perjuangan Indramayu menjadi saksi kekhidmatan para insan pers yang berkumpul dalam rangka peringatan detik-detik proklamasi. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Indramayu memimpin upacara yang menjadi simbol penghormatan kepada para pahlawan sekaligus refleksi bagi jurnalis dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan.
Acara ini dihadiri berbagai organisasi pers di Indramayu, antara lain:
Ikatan Wartawan Online (IWO)
Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI)
Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI)
Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI)
Forum Wartawan Jurnalis Indonesia (FWJI)
Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI)
Kehadiran Kasi Humas Polres Indramayu dan perwakilan Dandim 0616 Indramayu menambah khidmat suasana, menegaskan bahwa momen ini adalah bentuk penghormatan bagi semua yang hadir.
Pers: Pilar Demokrasi dan Penjaga Persatuan
Ketua SMSI Indramayu, Ihsan Mahfudz, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menekankan peran strategis pers dalam menyuarakan kebenaran, menjaga objektivitas, dan menjadi garda depan persatuan bangsa.
“Kemerdekaan adalah amanah besar. Pers sebagai pilar keempat demokrasi harus mampu menjaga objektivitas, menyuarakan kebenaran, dan menjadi garda depan dalam menjaga persatuan bangsa,” ujar Ihsan.
Lomba Catur Antar Media: Strategi dan Solidaritas
Usai upacara, suasana hangat dan penuh tawa muncul saat digelar lomba catur antar media. Ajang ini diikuti perwakilan dari seluruh organisasi pers, sekaligus menjadi simbol strategi, kecerdikan, dan kolaborasi antar insan pers. Keakraban terlihat jelas, menegaskan bahwa persatuan lebih penting daripada sekadar kemenangan.
Agenda Tahunan SMSI: Menguatkan Nasionalisme dan Silaturahmi Pers
Upacara dan rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan, memperkuat rasa nasionalisme sekaligus menjadi ruang konsolidasi bagi insan pers menghadapi dinamika era digital.
Bagi para jurnalis Indramayu, momen ini menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya milik para pahlawan, tetapi juga tanggung jawab mereka untuk terus menjaga kebenaran, objektivitas, dan persatuan melalui setiap karya jurnalistik.


























