Home / Indramayu / Ragam

Rabu, 6 Agustus 2025 - 00:42 WIB

Program Baru Bupati Lucky: Bahasa Jepang Masuk Sekolah, Targetkan Siswa Siap Go Jepang

Tangkapan Layar : Bupati Indramayu Lucky saat hadir dalam pertemuan strategis bersama tokoh Jabar, Dedi Mulyadi, diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (4/8/2025).

Tangkapan Layar : Bupati Indramayu Lucky saat hadir dalam pertemuan strategis bersama tokoh Jabar, Dedi Mulyadi, diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (4/8/2025).

Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim kembali menggagas terobosan dalam dunia pendidikan. Salah satu program barunya adalah memasukkan ekstrakurikuler Bahasa Jepang ke dalam sekolah-sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya permintaan tenaga kerja Indonesia yang mampu berbahasa Jepang, terutama untuk bekerja secara resmi di Negeri Sakura melalui program pemagangan dan kerja sama antarnegara.

Hal tersebut terungkap dalam tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, yang diunggah Senin (4/8/2025). Dalam tayangan itu, Bupati Lucky Hakim bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, membahas berbagai isu strategis termasuk pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan bahasa asing.

Baca juga  Viral, Stiker Keluarga Miskin Penerima Bansos Ditempel di Rumah-rumah Mewah di Indramayu

“Ini kan banyak permintaan dari Jepang bahwa orang yang sudah bisa Bahasa Jepang langsung berangkat, tinggal skill saja,” ujar Lucky.

Namun, Lucky menyoroti realita di lapangan bahwa belajar Bahasa Jepang di Indramayu masih membutuhkan waktu tunggu hingga satu tahun karena keterbatasan tempat belajar dan pengajar. Untuk itu, ia mengusulkan agar pembelajaran Bahasa Jepang dimulai sejak dini, yakni dari SMP hingga SMA/SMK.

Baca juga  Hamil Duluan, Ratusan Anak di Indramayu Ajukan Nikah Dini di Pengadilan Agama

“Nanti di SMA dan SMK ada pelatihan Bahasa Jepang. Kami masukkan juga di SMP. Jadi belajarnya 6 tahun. Maka setelah lulus, tinggal latih skill langsung bisa berangkat ke Jepang,” tambahnya.

Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyatakan akan menghubungkan program tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat agar segera ditindaklanjuti dan diimplementasikan.

“Nanti tinggal connect saja. Buat Dinas Pendidikan, mudah-mudahan Jepang masih bisa menerima tenaga kerja kita,” ujar Dedi.

Meski mendukung penuh, Dedi juga memberikan catatan penting mengenai perilaku tenaga kerja Indonesia di Jepang. Ia menyayangkan masih adanya perilaku yang kurang baik dari sebagian tenaga kerja sehingga berdampak pada reputasi Indonesia di mata pemerintah dan masyarakat Jepang.

Baca juga  Razia Satpol PP Indramayu Bongkar Fakta Miris: Siswa SMP Tak Bisa Baca, Siswa SMA Tak Bisa Hitung Perkalian Dasar

“Saat ini kita terkait bahasa tidak hanya fokus Bahasa Inggris saja. Anak-anak kita banyak yang bekerja ke Jepang, maka kita harus fokus juga ke Bahasa Jepang. Tapi yang paling penting adalah sikap dan etika kerja,” tegasnya.

Dengan masuknya Bahasa Jepang sebagai kegiatan ekstrakurikuler resmi di sekolah, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya pintar dalam teori, tetapi juga siap kerja, disiplin, dan berdaya saing internasional.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Kapolsek Karangampel AKP Warmad Diduga Abaikan Laporan Ancaman Kekerasan Pilwu, Propam Turun Tangan

Indramayu

Lucky Hakim Siapkan Langkah Strategis untuk Jabatan Bupati Indramayu 2025-2029

Indramayu

Fakta Baru Kasus 5 Jenazah di Indramayu, Polisi Libatkan Puslabfor Polri dan Periksa Saksi

Indramayu

Sekolah Rakyat Indramayu Akan Berdiri di Atas 10 Hektare, Tampung 1.000 Siswa Kurang Mampu

Indramayu

Wabup Indramayu Tinjau Langsung Banjir Rob di Eretan Wetan, Janji Perjuangkan Solusi Permanen

Ekonomi

Indramayu Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Jawa Barat, Pembangunan Tol Indrajati Jadi Kunci

Indramayu

Indramayu Luncurkan RMU LANUSA, Dorong Petani Mandiri dan Kedaulatan Pangan

Indramayu

Banjir Indramayu: Tata Ruang Amburadul & Kegagalan Kepemimpinan Bupati Lucky Hakim