Home / Terpopuler

Jumat, 1 Agustus 2025 - 08:26 WIB

Kenapa Biasa Dapat Bansos Sekarang Tidak? Ini Penjelasan Kemensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

Suaradermayu.comKementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah tegas dengan mencoret 200 ribu kepala keluarga (KK) penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terlibat dalam permainan judi online (judol). Kebijakan ini diambil setelah dilakukan pemadanan data antara penerima bansos dengan rekening yang terindikasi terhubung ke aktivitas judol.

Baca Juga : Cara Cek Penerima Bansos PKH Januari 2025 Secara Online

Pemadanan Data dengan PPATK Ungkap Ribuan Penerima Bansos Bermain Judol

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan, pemutakhiran data ini dilakukan dengan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memastikan bansos tepat sasaran.

“Kami mendatangi PPATK atas izin Presiden. Semua rekening penerima bansos kami serahkan, ada sekitar 30 juta NIK yang kami padankan,” kata Gus Ipul,Kamis (31/7/2025).

Baca juga  Serikat Buruh Indramayu Tuntut Kenaikan UMK 2025 Sebesar 20-30 Persen

Dari hasil pemadanan tersebut, ditemukan lebih dari 600 ribu NIK penerima bansos yang terindikasi ikut bermain judol. Dari jumlah itu, 200 ribu KK telah resmi dicoret dari daftar penerima bansos.

300 Ribu KK Masih dalam Proses Verifikasi

Selain 200 ribu KK yang sudah dicoret, masih terdapat 300 ribu KK lainnya yang kini dalam proses pendataan. Jika terbukti bermain judol, bansos untuk mereka akan dihentikan pada penyaluran berikutnya.

Baca Juga : Kemensos Gandeng PPATK, Gus Ipul Temukan Rekening Penerima Bansos Tidak Aktif

“Sisanya masih dalam proses pendataan. Kalau nanti terbukti, bansos akan dialihkan kepada mereka yang lebih berhak,” tegas Gus Ipul.

Baca juga  Fakta Baru Kasus 5 Jenazah di Indramayu, Polisi Libatkan Puslabfor Polri dan Periksa Saksi

Koordinasi dengan BI: Rekening Anomali Akan Ditelusuri

Kemensos juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk memeriksa rekening penerima bansos. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya anomali saldo yang tidak sesuai dengan peruntukan bansos.

“Jika ada saldo yang anomali, misalnya penerima bansos memiliki saldo Rp 5 juta, itu tidak wajar. Dana bansos tidak seharusnya tersimpan lebih dari tiga bulan,” jelas Gus Ipul.

Menurutnya, bansos diberikan untuk kebutuhan hidup mendesak. Oleh karena itu, jika ditemukan kejanggalan, penerima tersebut akan dievaluasi dan haknya dapat dialihkan ke penerima lain yang lebih membutuhkan.

Baca juga  Audit Dana Desa Indramayu: Terbongkar Fakta Mengejutkan

Pemerintah Tegaskan Bansos Hanya untuk Warga yang Layak

Kemensos menegaskan bahwa bansos diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Penerima yang terbukti menyalahgunakan bansos untuk kegiatan ilegal, seperti judi online, tidak akan lagi menerima bantuan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran program bansos, sekaligus menjadi peringatan bagi penerima agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya.

Baca Juga : Kemensos Bangun Kampung Impian di Indramayu! Bupati Lucky: Ini Berkah Besar untuk Rakyat

Pencoretan 200 ribu KK penerima bansos karena terindikasi bermain judi online menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menertibkan penyaluran bantuan sosial. Dengan pemantauan ketat melalui PPATK dan BI, diharapkan program bansos benar-benar menyentuh masyarakat miskin yang membutuhkan.

 

Share :

Baca Juga

Sorotan

Sempat Lebaran di Rumah, Eks Menag Yaqut Kembali Meringkuk di Rutan KPK

Terpopuler

Kapolres Indramayu Jalin Silaturahmi ke Kediaman Ketua PCNU

Terpopuler

Begini Penjelasan Dirut PDAM Soal Poster Bupati Nina dan Dirinya di Tengah-tengah Halalbihalal PCNU Indramayu

Terpopuler

Kontraktor CV Generasi Muda Karya Bikin Jalan Gadingan–Segeran Cepat Rusak: Harus Dibuang, Telah Rugikan Rakyat Secara Terang-terangan

Terpopuler

Pelantikan Kepala Daerah Nonsengketa Mundur, Termasuk Indramayu

Indramayu

Aset Melonjak! Bupati Lucky Hakim Tak Lapor LHKPN KPK Sejak Jadi Bupati: Syaefudin Justru Rutin Lapor Hingga Sekarang

Terpopuler

Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat: Proyek Pemberdayaan Masyarakat Pesisir yang Menjadi Percontohan Nasional

Indramayu

Rekayasa Barang Bukti HP, Oknum Polisi Tutupi Pelaku Asli Pembunuhan di Paoman Indramayu— LBH Ghazanfar: Pidana Berlapis dan Etik Polri