Suaradermayu.com – Sejumlah orang tua dan wali murid di Kabupaten Indramayu menyambut baik program pembinaan karakter berbasis kedisiplinan militer yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program ini mengikutsertakan para siswa bermasalah untuk menjalani pendidikan di barak militer guna membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab.
Sebanyak 19 siswa tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) asal Indramayu dikirim ke Resimen Induk Kodam (Rindam) III/Siliwangi di Bandung pada Senin dini hari (5/5/2025). Mereka merupakan siswa yang tercatat memiliki perilaku menyimpang, seperti sering membolos, terlibat tawuran, hingga bersinggungan dengan aparat kepolisian.
Menurut Pembina Guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kabupaten Indramayu, Erna Setyawati, mayoritas orang tua sangat mendukung pengiriman anak-anak mereka ke barak militer. Banyak dari mereka merasa terbantu dengan adanya perhatian dari pemerintah terhadap pembinaan karakter anak.
“Para orang tua mengaku senang dan bahagia. Mereka berharap saat kembali nanti, anak-anak bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, dan bertanggung jawab,” ungkap Erna kepada media, Rabu (14/5/2025).
Ia menjelaskan, selama ini pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya seperti pembinaan, edukasi, dan pendekatan personal, namun hasilnya belum optimal. Orang tua pun mengaku kewalahan dalam mendidik anak mereka di rumah.
Dengan adanya program pendidikan militer ini, harapan pun tumbuh di kalangan orang tua agar anak-anak yang sebelumnya sulit diarahkan bisa mengalami perubahan positif.
“Selama ini orang tua merasa sendiri dan kesulitan mengendalikan anak-anak mereka. Program ini menjadi bentuk kepedulian nyata dan langkah strategis untuk memperbaiki karakter generasi muda,” tambahnya.
Program pembinaan kedisiplinan melalui pendidikan militer ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam menghadapi permasalahan perilaku remaja, khususnya di wilayah Indramayu.


























