Home / Terpopuler

Sabtu, 3 Mei 2025 - 03:50 WIB

Kebebasan Pers Terancam? AJI Soroti Penggunaan UU Tipikor terhadap Jurnalis

Oplus_131072

Oplus_131072

Suaradermayu.com – Dunia pers Indonesia tengah diguncang! Direktur Pemberitaan Jak TV, Tian Bahtiar, ditetapkan sebagai tersangka kasus obstruction of justice oleh Kejaksaan Agung, memicu gelombang protes dari kalangan jurnalis dan pegiat kebebasan berekspresi.

Penetapan ini diduga terkait pemberitaan dugaan korupsi ekspor crude palm oil (CPO). Dalam diskusi publik yang diselenggarakan Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (2/5/2025).

Ketua Bidang Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Erick Tanjung, mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap penggunaan Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dinilai berpotensi menjadi pasal karet.

Baca juga  Penyebab Gagal Napas dan Penanganannya

“Ini bentuk kriminalisasi terhadap kerja jurnalistik,” tegas Erick. Menurutnya, tindakan Kejaksaan Agung melangkahi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang merupakan lex specialis. Produk jurnalistik, lanjutnya, seharusnya berada di bawah kewenangan Dewan Pers, bukan langsung dijerat hukum pidana.

AJI, kata Erick, telah berkoordinasi dengan Dewan Pers dan mendapati bahwa barang bukti yang digunakan untuk menjerat Tian adalah produk jurnalistik.

“Seharusnya, sebelum dijadikan barang bukti, harus melalui penilaian Dewan Pers. Jika tidak, ini bisa jadi preseden buruk dan membuka pintu pembungkaman kritik melalui media,” katanya.

Baca juga  LBH Ghazanfar Sebut CCTV "Sampah" Diputar Tanpa Labfor & Izin Resmi di Sidang Paoman

Kritik juga datang dari Komisi Kejaksaan RI. Ketua Komisi, Prof. Pujiyono Suwadi, menyatakan bahwa karya jurnalistik tidak bisa dijadikan delik hukum. “Seburuk apapun sebuah berita, tidak bisa serta-merta dijadikan dasar pidana,” ujarnya.

Namun di sisi lain, penyidik Kejaksaan mengklaim adanya indikasi pemufakatan jahat antara Tian dan pengacara terdakwa kasus korupsi ekspor CPO, termasuk dugaan aliran dana ratusan juta rupiah.

Baca juga  Polisi Indramayu Ringkus Pengedar Obat Terlarang, Ribuan Butir Obat Disita

Meski demikian, Dewan Pers tetap berpegang pada prinsip bahwa produk jurnalistik tidak boleh digunakan sebagai alat bukti dalam kasus pidana tanpa melalui mekanisme yang diatur UU Pers.

Kasus Tian Bahtiar telah menjadi alarm keras bagi kebebasan pers di Indonesia. Jika tidak ditangani secara hati-hati dan adil, hal ini dapat membuka peluang kriminalisasi terhadap jurnalis lain yang menjalankan tugasnya dalam mengungkap kebenaran.

AJI dan Dewan Pers mendesak aparat penegak hukum agar tetap menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan pers sebagaimana diatur dalam konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku.

 

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Bulog Targetkan Serap 45 Ribu Ton Gabah dari Petani Indramayu

Terpopuler

Puluhan Kiai Pesantren di Jabar Ngaku Ditipu Program MBG

Terpopuler

Baim Wong dan Paula Dilaporkan Sahabat Polisi atas Prank KDRT, Terancam 1,5 Tahun Penjara

Terpopuler

Pemkab Indramayu Siapkan Posko Terpadu Mudik Lebaran 2025 di Jembatan Timbang Losarang

Terpopuler

Komaruddin Hidayat Terpilih sebagai Ketua Dewan Pers Periode 2025-2028

Terpopuler

Griya Aswaja Indramayu: Menjaga Tradisi NU dan Membangun Peradaban Keislaman

Terpopuler

VIRAL! MBG di RA Indramayu Hanya Tirisan Ubi dan Apel, Pengacara Toni RM Desak Klarifikasi SPPG

Pendidikan

Kemenag RI Usulkan Insentif Guru Honorer Madrasah Naik Jadi Rp400 Ribu per Bulan