Suaradermayu.com – Para petani Desa Wanantara, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, mendesak agar distribusi pupuk bersubsidi dilakukan langsung ke desa mereka. Mereka berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu pada Senin, 6 Januari 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, menyatakan telah menindaklanjuti permintaan tersebut.
“Terima kasih atas informasinya, kami akan menyampaikan hal ini kepada PI, distributor, dan mitra kios yang bertanggung jawab menyalurkan pupuk bersubsidi,” kata Sugeng kepada suaradermayu.com, Kamis (2/1/2025).
Sugeng menjelaskan bahwa evaluasi dan masukan dari petani sudah disampaikan ke pihak Pupuk Indonesia (PI) dan lembaga terkait.
“Hasil evaluasi dan masukan para petani sudah kami sampaikan ke PI dan jajarannya yang berwenang menyalurkan pupuk bersubsidi,” lanjutnya.
Protes ini dilatarbelakangi oleh keluhan petani terkait distribusi pupuk subsidi yang dianggap tidak merata dan sulit diakses. Amirrudyn (40), perwakilan petani, mengatakan bahwa pendistribusian langsung ke Desa Wanantara akan mempermudah akses petani.
“Kami ingin pupuk subsidi bisa langsung dibeli di desa sendiri, tidak perlu ke tempat lain,” ujarnya pada Rabu (1/1/2025).
Amirrudyn juga menyebutkan bahwa petani kerap mengalami hambatan saat berdialog dengan distributor. “Kami sudah beberapa kali bertemu dengan distributor, tapi selalu dipersulit dengan alasan yang dibuat-buat,” tambahnya.
Senada dengan itu, Warnidah, seorang petani lainnya, mengungkapkan kesulitan yang dialami menjelang musim tanam akibat harus mencari pupuk subsidi di desa lain. “Distribusi pupuk subsidi seolah tidak transparan. Ratusan petani di desa kami harus mencari pupuk ke tempat lain, yang jelas menyulitkan kami,” keluh Warnidah.
Aksi Petani Mendapat Dukungan
Rencana aksi unjuk rasa ini menjadi perhatian, baik dari kalangan petani maupun pemerintah daerah. Petani berharap distribusi pupuk bersubsidi lebih efektif dan transparan, sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian mereka.
Sementara itu, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menegaskan akan terus berupaya mencari solusi terbaik demi memastikan kebutuhan petani terpenuhi dengan baik.



























