Home / Ekonomi

Minggu, 11 Januari 2026 - 05:38 WIB

Tak Lagi Dibuang, Minyak Jelantah Kini Jadi Cuan Tabungan Warga Indramayu

Ibu-ibu rumah tangga sedang menyaring minyak jelantah

Ibu-ibu rumah tangga sedang menyaring minyak jelantah

Suaradermayu.com – Dulu, minyak goreng bekas langsung dibuang ke selokan. Tak terpikir nilainya, apalagi dampaknya.

Kini, di sudut-sudut kampung Indramayu, minyak jelantah justru disimpan rapi dalam botol plastik—menunggu disetor ke bank sampah dan berubah menjadi tabungan kecil yang berarti.

Dari dapur rumah tangga, kesadaran menjaga lingkungan perlahan tumbuh.

Selama ini, minyak jelantah kerap dipandang sebagai limbah tak berguna. Padahal, jika dibuang sembarangan, minyak bekas dapat merusak kualitas tanah, mencemari air, dan mematikan mikroorganisme yang berperan menjaga keseimbangan lingkungan.

Melihat dampak tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu mendorong masyarakat untuk mengubah kebiasaan lama. Minyak jelantah tidak lagi dibuang, melainkan dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah untuk dikelola kembali.

Baca juga  Warga Tak Mampu Dinonaktifkan BPJS, Bupati Lucky Hakim Malah Hamburkan Uang Rakyat Poles Pendopo Rp8,7 Miliar

Melalui program pengumpulan minyak jelantah, warga tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi. Minyak bekas pakai yang terkumpul akan diolah kembali sehingga memiliki nilai guna, sekaligus menekan risiko pencemaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu melalui stafnya, Intan, menyampaikan bahwa pengelolaan minyak jelantah menjadi salah satu langkah konkret dalam pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

“Limbah rumah tangga seperti minyak jelantah sering dianggap sepele. Padahal jika dikelola dengan benar, bisa mencegah pencemaran dan memberikan nilai ekonomi. Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat,” ujar Intan.

Salah satu bank sampah yang aktif mengelola minyak jelantah adalah Bank Sampah Rumah Hijau di Kecamatan Sindang. Setiap bulannya, bank sampah ini mencatat penerimaan minyak jelantah rata-rata mencapai 63 kilogram dengan harga Rp 4.000 per kilogram.

Baca juga  Kejati Jabar Akui Dalami Peran Helmi dan 15 Orang di Kasus Dugaan Korupsi BPR Karya Remaja

Menariknya, sistem yang diterapkan berupa tabungan. Warga dapat mencairkan hasil setoran minyak jelantah setelah enam bulan atau ketika saldo tabungan mencapai Rp 50.000. Dengan skema ini, limbah dapur berubah menjadi simpanan yang bisa dirasakan manfaatnya.

Tak hanya melibatkan rumah tangga, Bank Sampah Rumah Hijau juga menjalin kerja sama dengan pedagang kaki lima dan kedai makanan. Penjemputan minyak jelantah dari para mitra dilakukan secara berkala dengan jumlah lebih besar, rata-rata di atas 20 kilogram setiap pengambilan. Sementara itu, nasabah rumah tangga umumnya menyetor minyak jelantah sebulan sekali pada pekan terakhir.

Baca juga  Polres Indramayu Diminta Respek terhadap Aduan Para Petani Tebu Mitra PG Jatitujuh

Program serupa juga dijalankan Bank Sampah Jembangan Jaya di Kecamatan Lemahabang. Di lokasi ini, minyak jelantah dari warga dihargai Rp 3.000 per 600 mililiter, atau setara satu botol air mineral. Dalam sebulan, rata-rata terkumpul sekitar 10 hingga 15 liter.

Proses penyetoran di Bank Sampah Jembangan Jaya dilakukan dengan cara nasabah datang langsung ke lokasi bank sampah, biasanya pada akhir bulan. Meski jumlahnya belum besar, pengelola menilai kebiasaan ini menjadi langkah awal penting dalam membangun kesadaran pengelolaan limbah rumah tangga.

Perlahan namun pasti, cara pandang masyarakat Indramayu terhadap minyak jelantah mulai berubah. Dari limbah yang dulu dibuang, kini menjadi sumber nilai—menjaga lingkungan sekaligus menambah tabungan keluarga.Tak Lagi Dibuang, (Nadzif)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Proyek Tol Indramayu–Kertajati Dipercepat, Bupati Lucky : Dorong Ekonomi Rakyat & Dukung Layanan Haji

Ekonomi

Jelang Lebaran, Ratusan Ribu Warga Indramayu Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Indramayu

Muscab HIPMI Indramayu Siap Digelar, Habibi Ariyanto Dorong Regenerasi Pengusaha Muda Berkualitas

Ekonomi

Pemkab Indramayu Permudah Perizinan Usaha, 1.000 Izin Diselesaikan dalam Sebulan

Indramayu

Disnaker Indramayu Gelar Pelatihan Project Based Learning, Cetak Talenta Muda Digital Marketing dan Konten Kreatif

Ekonomi

Baru Dilantik, Lucky Hakim Langsung Cabut Peraturan Bupati yang Menghambat Investasi

Ekonomi

LBH Ghazanfar Sebut Bupati Lucky Hakim Tak Becus: Kelangkaan Gas 3 Kg di Indramayu Barat Dibiarkan Memburuk

Ekonomi

Heboh! Bupati Lucky Teken 1.000 Izin Usaha dalam Sebulan: Yang Dari 2022 Pun Saya Selesaikan!