Home / Ekonomi / Terpopuler

Senin, 27 April 2026 - 00:46 WIB

Jangan Kaget! Tiba-tiba Tak Dapat Bansos April 2026, Pemerintah Coret 11 Ribu Penerima PKH-BPNT

Ilustrasi bansos

Ilustrasi bansos

Suardermayu.com – Pencairan bantuan sosial (bansos) tahap II tahun 2026 sudah mulai dilakukan sejak pekan kedua April. Namun di tengah proses tersebut, publik dibuat terkejut dengan kabar bahwa sebanyak 11.014 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dicoret dari daftar penerima bantuan.

Kondisi ini langsung menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Tidak sedikit warga yang sebelumnya rutin menerima bantuan, kini mendadak tidak lagi terdaftar tanpa penjelasan yang benar-benar dipahami di tingkat bawah.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pembaruan dan pembersihan data agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran. Namun di lapangan, kebijakan tersebut kembali memunculkan sorotan soal transparansi dan akurasi pendataan penerima.

Baca juga  Audit Dana Desa Indramayu Bongkar Banyak Kejanggalan

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar, menjelaskan bahwa penghapusan ribuan nama tersebut dilakukan setelah hasil pemutakhiran data terbaru.

Ditemukan adanya penerima yang sudah tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

Kondisi ini dikenal sebagai inclusion error, yakni kesalahan data ketika warga yang secara ekonomi sudah dianggap mampu masih tercatat sebagai penerima bansos.

Baca juga  Butuh 600 Miliar untuk Perbaiki Jalan di Indramayu, Bupati Lucky : Kita Hanya Punya 50 M

“Sekitar 11.014 orang sudah kami bersihkan dari daftar penerima karena tidak lagi memenuhi kriteria,” ujarnya.

Pemerintah juga menyebut ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang tidak lagi menerima bansos PKH maupun BPNT. Di antaranya adalah peningkatan kondisi ekonomi sehingga masuk kategori masyarakat menengah ke atas, khususnya pada kelompok desil 6 hingga 10 yang tidak lagi menjadi prioritas bantuan.

Selain itu, data bansos disebut bersifat dinamis dan terus diperbarui, sehingga keluar-masuk nama penerima menjadi hal yang wajar. Proses verifikasi dan validasi data yang dilakukan secara berkala juga menjadi dasar penghentian bantuan jika ditemukan ketidaksesuaian data.

Baca juga  Viral! Remaja Putri di Indramayu Berkelahi Gegara Ejekan di Facebook, Polisi Turun Tangan

Meski demikian, di tengah penjelasan tersebut, sebagian masyarakat masih mempertanyakan mekanisme pencoretan yang dinilai belum sepenuhnya transparan. Banyak warga mengaku tidak mendapatkan penjelasan detail mengapa bantuan yang sebelumnya rutin diterima tiba-tiba dihentikan.

Hal ini menjadi catatan penting, mengingat bansos merupakan program vital yang sangat bergantung pada ketepatan data dan kejelasan informasi di lapangan.

Tanpa transparansi yang kuat, kebijakan ini berpotensi terus memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat penerima manfaat. (Moh. Ali)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Kasus Pembunuhan di Paoman: LBH Ghazanfar Minta Hakim Jadikan HP Terdakwa Bukti Penyidikan Baru untuk Ungkap Aman Yani dkk

Indramayu

Rp139 Miliar BPR Karya Remaja Dibobol: Saat Bukti Sudah Terang, Mengapa Tangan Kanan Bupati Lucky Hakim Masih Bebas?

Terpopuler

Putra Indramayu Kang Ade Perkuat SDM Polri: BNSP Dukung Revisi Skema Sertifikasi Penyuluh Hukum

Ekonomi

Indramayu Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Jawa Barat, Pembangunan Tol Indrajati Jadi Kunci

Terpopuler

Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru Dugaan Korupsi di PT Pertamina Patra Niaga

Terpopuler

OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Karya Remaja Indramayu

Terpopuler

Kejagung Serahkan Rp13,2 Triliun ke Negara, Hasil Pemulihan Korupsi CPO: Prabowo Apresiasi Penegakan Hukum Ekonomi!

Ekonomi

Jelang Lebaran, Ratusan Ribu Warga Indramayu Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng