Home / Indramayu / Kriminalitas

Senin, 25 Agustus 2025 - 04:58 WIB

Gadis 13 Tahun di Indramayu Disekap dan Diperkosa, Ayahnya Temukan Penuh Luka

Ilustrasi : Korban pemerkosaan

Ilustrasi : Korban pemerkosaan

Suaradermayu.com – Kasus kekerasan seksual kembali mengguncang Kabupaten Indramayu. Seorang gadis berusia 13 tahun berinisial RJ, warga Kecamatan Lelea, menjadi korban dugaan pemerkosaan oleh pria dewasa berinisial W, warga Blok Jamban, Desa Bongas, Kecamatan Bongas.

Peristiwa itu mengubah hidup keluarga korban. Dari hari yang biasa, menjadi malam penuh kecemasan dan duka.

Malam Penuh Cemas

Semua berawal saat RJ berpamitan untuk bertemu W di sebuah menara (tower). Seperti anak remaja lain, ia hanya berkata singkat: “Bapak, aku mau ketemu teman. Namun, hingga malam menjelang, RJ tak kunjung pulang,” kata KRY (47), ayah korban.

“Anak saya ngomongnya ditungguin temen di tower. Ternyata dia saat ditemukan katanya dipaksa dibawa,”imbuhnya.

Pencarian Tanpa Henti

Keesokan harinya, KRY mendatangi rumah keluarga W. Namun jawaban yang ia terima justru menambah luka. “Kata orang tuanya W dari pagi di rumah, tidak ke mana-mana,” kenangnya.

Baca juga  Banjir Rob dan BPJS Jadi Sorotan, Bupati Lucky Minta Perhatian Khusus dari Kemensos

Saat harapan mulai pupus, sebuah unggahan di media sosial memecah kebuntuan. Foto RJ terlihat bersama W di Kecamatan Gantar.

KRY bergegas menuju lokasi. Di sebuah kamar, ia menemukan putrinya dengan kondisi penuh lebam bersama pria yang diduga pelaku.

Luka yang Lebih Dalam dari Sekadar Memar

Kondisi RJ saat itu membuat siapa pun yang melihatnya tercekat. Wajahnya bengkak, kulitnya lebam, matanya sembab. Ia mengaku dipukul hingga tubuhnya memar.

“Melihat anak saya seperti itu, saya tidak bisa berkata apa-apa. Mukanya gosong, penuh bekas pukulan. Saya hanya bisa serahkan semuanya ke hukum,” kata KRY.

Ancaman Berat untuk Pelaku

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Indramayu sejak 12 Agustus 2025. Menurut Ketua LBH Ghazanfar Pahmi Alamsah, tindak pidana ini memiliki aturan khusus.

Baca juga  KOMPI Sebut Dibohongi Bupati Lucky Hakim: Ngaku ke Subang Ternyata Ada di Pendopo

“Kasus RJ jelas diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan juga UU Perlindungan Anak. Karena korban masih berusia 13 tahun, pelaku bisa dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman 5 sampai 15 tahun penjara serta denda maksimal Rp 5 miliar. Selain itu, pelaku juga bisa dijerat Pasal 6 UU TPKS dengan ancaman hingga 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,” tegasnya.

Ia menambahkan:

“Ini bukan sekadar persoalan pidana biasa. Kita berbicara tentang masa depan seorang anak yang hancur oleh kelalaian orang dewasa. Negara wajib hadir untuk memastikan pelaku dihukum maksimal dan korban mendapat pendampingan psikologis hingga pulih.”

Selain itu, pelaku juga dapat dikenakan pasal pemerkosaan dan penganiayaan dalam KUHP, yaitu Pasal 285 dan Pasal 351, dengan ancaman pidana tambahan hingga 12 tahun penjara.

Baca juga  Polisi Kembali Bongkar Tambang Tanah Ilegal di Indramayu – Alat Berat & Dokumen Palsu Disita

Harapan pada Keadilan

Bagi KRY, hukuman berat bukan sekadar balas dendam, melainkan peringatan agar tidak ada lagi anak-anak yang mengalami nasib serupa.

“Kalau hukum tidak berjalan, entahlah… saya hanya ingin anak saya bisa kembali tersenyum,” ucapnya lirih.

Suara yang Perlu Didengar

Kasus RJ hanyalah satu dari sekian banyak tragedi kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia. Data Komnas Perempuan menunjukkan, kasus serupa terus meningkat setiap tahun. Indramayu, dengan segala dinamika sosial dan ekonominya, sering menjadi wilayah rawan bagi anak dan perempuan.

Pahmi Alamsah menegaskan, masyarakat juga tidak boleh tinggal diam.

“Kekerasan seksual terhadap anak adalah musuh bersama. Semua pihak—keluarga, sekolah, aparat desa, tokoh agama—harus membangun pagar sosial yang kuat agar anak-anak kita aman.”

Share :

Baca Juga

Daerah

KDM Sebut Khotibul Umam dan BJB Ketipu Ririn, LBH Ghazanfar: Tanpa Mereka Dapen Aman Yani Tak Akan Bobol

Indramayu

Habibi Ariyanto: Wajah Baru Desa Singaraja, Memuliakan Guru Ngaji dan Madrasah untuk Masa Depan Gemilang

Ekonomi

Indramayu Tempat Ramah bagi Investor, Pabrik Sepatu PT. SBL Resmi Berdiri di Krangkeng

Indramayu

Jika BPR Karya Remaja Tidak Bisa Diselamatkan, OJK : Dilimpahkan ke LPS

Indramayu

Polres Indramayu Terbitkan Sprindik Dugaan Kasus Makelar Proyek Pemerintah, Tersangka Segera Ditetapkan

Indramayu

100 Hari Kerja, Lucky Hakim–Syaefudin Tuntaskan Plt Kepala Sekolah di Indramayu

Indramayu

Indramayu Raih Penghargaan Penurunan Stunting, Kategori Paling Inovatif

Indramayu

Jalan Berlubang di Jalur Pantura Indramayu Makin Parah, Pengendara Diminta Waspada