Home / Terpopuler

Minggu, 9 Februari 2025 - 18:43 WIB

Dedi Mulyadi Ungkap Dugaan Pemotongan PIP Rp 100 Juta di SMAN 7 Cirebon

Dedi Mulyadi temukan dugaan pemotongan PIP sebesar Rp 100 juta di SMAN 7 Cirebon

Dedi Mulyadi temukan dugaan pemotongan PIP sebesar Rp 100 juta di SMAN 7 Cirebon

Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, meminta klarifikasi dari pihak SMAN 7 Kota Cirebon terkait dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp 250.000 per siswa.

PIP adalah bantuan pendidikan dari pemerintah untuk siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin. Namun, dalam video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71, pihak sekolah mengakui adanya potongan sebesar Rp 200.000 per siswa yang disebut berasal dari permintaan partai, bukan anggota dewan.

Pihak sekolah mengungkap bahwa ada anggota partai yang menawarkan dana PIP kepada sekolah. Setelah berdiskusi dengan kepala sekolah, siswa dikumpulkan dan diinformasikan bahwa dana PIP bisa cair, tetapi dengan syarat pemotongan tertentu.

Baca juga  Dua WNI Korban Penyekapan di Myanmar Berhasil Dipulangkan, Pemerintah Targetkan Pembebasan Lainnya

“Kami kumpulkan semua, lalu kami sampaikan bahwa ada dana PIP, tetapi nanti ketika cair akan dipotong,” ungkap perwakilan sekolah.

Dedi Mulyadi kemudian menanyakan jumlah penerima dana PIP di SMAN 7 Kota Cirebon dan diperoleh angka 500 siswa. Jika setiap siswa dikenakan potongan Rp 200.000, maka total dana yang dipotong mencapai Rp 100 juta.

Baca juga  Polisi Indramayu Wanti-wanti SPBU Agar Tidak Curang Jelang Arus Mudik

Dalam wawancara lebih lanjut, beberapa siswa mengungkapkan bahwa saat mereka mengambil dana PIP di bank, pihak sekolah sudah menunggu di sana. Siswa diminta menyerahkan buku tabungan, ATM, dan PIN mereka. Bahkan, nomor PIN diatur sama untuk semua siswa.

“Kalau ada yang berbeda, siswa akan dijapri oleh pihak sekolah,” ujar salah satu siswa.

Selain pemotongan PIP, siswa juga mengeluhkan pungutan lain, termasuk:
1. Uang gedung Rp 6,4 juta, setelah dinegosiasi dari Rp 8,4 juta
2. SPP Rp 200.000, padahal sekolah negeri seharusnya gratis
3. Uang LKS di atas Rp 300.000
4. Sumbangan masjid Rp 150.000, yang seharusnya bersifat sukarela

Baca juga  Polisi Indramayu Kembali Tangkap Pengedar Obat Terlarang, Ribuan Butir Obat Berhasil Disita

Dedi menegaskan bahwa PIP bukan dana dari partai, melainkan bantuan pemerintah yang disalurkan melalui anggota DPR RI untuk daerah pemilihannya (dapil). Ia pun mempertanyakan keabsahan pemotongan tersebut dan meminta transparansi dalam pengelolaan dana sekolah.

Kasus ini menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap distribusi bantuan pendidikan agar benar-benar diterima oleh siswa yang berhak.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Kasat Reskrim AKP Arwin Klaim Bukti Kuat & Ilmiah Bagi Ririn-Priyo! LBH Ghazanfar: Di Sidang Sampah Semua

Indramayu

Polisi Simpulkan Jenazah Korban Budi dari CCTV: Hakim Tolak Kesimpulan, Perintahkan Jaksa Hadirkan Ahli Digital Forensik

Terpopuler

Polemik Penahanan Ijazah: Ketua Fraksi PKB Indramayu Soroti Kebijakan Gubernur Jabar Terpilih

Indramayu

Objek Wisata Air Terjun Bojongsari Terbengkalai, Bupati Nina : Kita Perbaiki Demi Sektor Wisata

Terpopuler

Jokowi Resmi Hapus Kelas 1, 2, 3 BPJS, Ini Tanggal Berlakunya!

Teknologi

Kode Rahasia untuk Buka Chat Terkunci Bagi Pengguna WhatsApp

Terpopuler

JHQ-NU Indramayu Gelar Ijazah Munajat Qur’ani

Terpopuler

Bupati Nina : Persoalan Al Zaytun Ranahnya Kemenag dan MUI