Suaradermayu.com — Jerat hukum akhirnya menyambar puncak kekuasaan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergerak senyap namun mematikan lewat operasi tangkap tangan pada Kamis, 9 Juli 2026.
Kali ini yang jatuh adalah Bupati Sukoharjo, Etik Suryani—bukti nyata tak ada jabatan yang kebal, tak ada pencuri amanah yang bisa lari selamanya.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan ini terkait dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan Etik. Namun bentuk perbuatan serta rentang waktu kejadian masih tertutup rapat.
“Rincian lengkap akan kami sampaikan dalam konferensi pers, kemungkinan sore atau malam ini. Nanti kami akan update,” katanya.
Etik tak sendirian. KPK turut menangkap 17 orang lain di tiga lokasi berbeda di Sukoharjo, Solo, hingga Wonogiri. Total 18 orang kini berdiri gemetar menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta.
Dari jumlah itu, sembilan orang—termasuk sang bupati—telah dibawa ke Jakarta untuk diperiksa secara intensif di Gedung Merah Putih. Kelompok yang diamankan terdiri dari Aparatur Sipil Negara dan pihak swasta.
Dengan jatuhnya Etik, tercatat sudah 16 kepala daerah yang ditangkap KPK dalam kurun waktu satu setengah tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Rangkaian gelap ini bermula saat Bupati Kolaka Timur Abdul Azis ditangkap pada 8 Agustus 2025 terkait dugaan suap proyek pembangunan RSUD Kelas C di daerahnya.
Fakta yang paling menyayat hati sekaligus membakar amarah rakyat, dari 16 nama yang terjerat, Golkar, Gerindra dan PDIP menjadi tiga partai dengan jumlah kader terbanyak yang ditangkap, masing-masing menyumbang tiga orang.
Angka ini bukan sekadar statistik—ini adalah luka terbuka yang menampar wajah demokrasi kita.
Urutan berikutnya diisi PKB, PAN dan NasDem yang masing-masing memiliki dua kader kepala daerah yang diamankan, sementara Partai Demokrat menyumbang satu nama.
Berikut deretan nama yang topeng kekuasaannya kini mulai terlepas:
Partai Golkar
1. Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya: ditangkap 10 Desember 2025, diduga suap dan gratifikasi proyek pengadaan barang serta alat kesehatan.
2. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: ditangkap 3 Maret 2026, diduga alihkan tender pemerintah ke perusahaan keluarga sendiri.
3. Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit: ditangkap 5 Mei 2026, diduga berani menyelewengkan dana bantuan korban bencana Gunung Ruang.
Partai Gerindra
1. Bupati Pati Sudewo: ditangkap 19 Januari 2026, diduga jual beli jabatan perangkat desa, pemerasan, dan suap proyek DJKA.
2. Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo: ditangkap 10 April 2026, diduga memeras pejabat dan kepala Organisasi Perangkat Daerah.
3. Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby: ditangkap 29 Juni 2026, diduga suap demi mengisi jabatan Sekretaris Daerah.
Partai PDIP
1. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko: ditangkap 7 November 2025, diduga suap proyek pekerjaan di RSUD Harjono.
2. Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang: ditangkap 18 Desember 2025, diduga suap uang muka atau “ijon” proyek daerah.
3. Bupati Sukoharjo Etik Suryani: ditangkap 9 Juli 2026, diduga memeras perangkat daerah di bawahnya.
Partai PKB
1. Gubernur Riau Abdul Wahid: ditangkap 3 November 2025, diduga memeras pejabat Dinas PUPR.
2. Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman: ditangkap 14 Maret 2026, diduga pungut uang THR ke puluhan dinas, RSUD dan puskesmas.
Partai NasDem
1. Bupati Kolaka Timur Abdul Azis: seperti disebutkan di atas.
2. Bupati Muara Enim Edison: ditangkap 8 Juni 2026, diduga terima komisi pengadaan papan tulis digital.
Partai PAN
1. Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari: ditangkap 9 Maret 2026, diduga suap proyek pengadaan barang.
2. Bupati Langkat Syah Afandin: ditangkap 2 Juli 2026, diduga suap, gratifikasi dan pemerasan berjenjang.
Partai Demokrat
1. Wali Kota Madiun Maidi: ditangkap 19 Januari 2026, diduga suap proyek dan dana tanggung jawab sosial perusahaan.
Rakyat tak akan diam melihat amanah yang diinjak-injak. Partai politik tak boleh cuma berteriak soal keadilan saat kampanye, tapi tutup mata saat kadernya mencuri hak rakyat.
KPK terus bergerak, jerat makin rapat. Siapa yang berani mengkhianati kepercayaan yang diberikan, harus siap tumbang dihantam keadilan.



























