Suaradermayu.com – Penolakan terhadap truk tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina kembali mencuat di Indramayu. Ketua Fraksi PKB DPRD Indramayu, Ahmad Mujani Nur menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat meminta agar rute truk tangki Pertamina tidak lagi melalui jalan Desa Tegalurung–Singaraja, Kecamatan Indramayu.
Menurutnya, penolakan tersebut bukanlah pendapat pribadi, melainkan merupakan hasil aspirasi masyarakat Desa Singaraja dan Desa Singajaya yang merasa terancam dengan aktivitas kendaraan besar berisi bahan mudah terbakar tersebut.
“Ini bukan kemauan saya saja menolak truk tangki BBM melintasi jalan tersebut, namun aspirasi hampir keseluruhan masyarakat Desa Singaraja dan Singajaya,” ujar Mujani, Kamis (3/11/2022).
Alasan Penolakan: Keselamatan & Kondisi Jalan
Warga menilai keberadaan truk tangki tersebut sangat berisiko bagi keselamatan pengguna jalan maupun pemukiman penduduk di kanan–kiri jalan. Jalan yang relatif sempit dan padat aktivitas warga membuat kendaraan besar ini mudah memicu kecelakaan jika pengemudi tidak berhati-hati.
Selain itu, muatan berat yang dibawa armada Pertamina lambat laun dapat merusak kualitas jalan desa, yang pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri.
Meski demikian, Mujani menegaskan bahwa pihaknya tidak 100% melarang truk tangki melintasi jalur tersebut. Truk hanya diperbolehkan lewat apabila tujuannya mengisi SPBU dalam kota.
“Kami tidak menolak keseluruhan truk tangki. Yang hendak mengisi SPBU dalam kota silakan lewat. Tapi untuk jalur distribusi lainnya, jangan lagi melalui sini,” ungkapnya.
Dorong Pertamina Perjelas SOP Keselamatan
Mujani juga meminta Pertamina tegas dalam menerapkan SOP berkendara kepada seluruh pengemudi truk tangki.
“Pertamina harus jelas dalam SOP bagi pengemudi truk tangki BBM. Jangan sampai ugal-ugalan berkendara. Yang di lapangan seperti itu,” tegasnya.
Ia berharap, setiap perjalanan armada distribusi BBM harus dipastikan aman, mengingat muatan yang diangkut memiliki risiko tinggi jika terjadi kecelakaan seperti kebocoran, tumpahan minyak, hingga ledakan.
Pemerintah Daerah Diminta Turun Tangan
Selain Pertamina, Mujani juga mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian untuk melakukan pemantauan dan mengambil tindakan nyata.
“Kami memohon agar pemerintah daerah dan kepolisian segera koordinasi supaya tidak terjadi hal yang merugikan semua pihak,” ujarnya.
Sebenarnya Sudah Ada Jalur Resmi untuk Truk BBM
Mujani mengingatkan bahwa sudah tersedia jalan alternatif yang lebih sesuai, yakni Jalan Soekarno–Hatta dan Jalan Ibu Tien Soeharto. Kedua jalan tersebut dibangun memang untuk kendaraan bertonase besar, termasuk truk tangki Pertamina dan angkutan LPG.
“Itu kan ada Jalan Soekarno Hatta atau Jalan Ibu Tien yang awal mula pembangunannya untuk hilir mudiknya truk tangki BBM maupun LPG,” tandasnya.
Harapan Masyarakat
Dengan adanya sikap tegas ini, masyarakat berharap:
✔ Aktivitas distribusi BBM tetap berjalan
✔ Keselamatan warga tetap terjamin
✔ Infrastruktur desa tidak cepat rusak
✔ Lalu lintas desa tetap nyaman dan aman
Bagi masyarakat Desa Tegalurung–Singaraja, prioritas utama adalah keselamatan, sementara distribusi energi tetap dapat berjalan lancar melalui jalur yang tepat. (Pahmi)


























