Suaradermayu.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan skema kompensasi bagi warga yang selama ini mencari koin di kawasan Jembatan Kali Sewo, jalur Pantura. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keselamatan warga sekaligus kelancaran arus mudik Lebaran.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Indramayu diminta melakukan pendataan terhadap para penyapu koin tersebut. Pendataan menjadi langkah awal sebelum pemberian kompensasi selama periode puncak arus mudik dan arus balik.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan itu kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan mencari solusi atas tradisi mencari koin yang sudah berlangsung puluhan tahun di Kali Sewo.
Permintaan itu disampaikan Dedi usai kegiatan pemberian kompensasi kepada ratusan tukang becak yang diminta libur sementara selama arus mudik di Polsek Gempol, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Dedi, tradisi mencari koin di Kali Sewo terjadi karena sejumlah pengendara sengaja melempar uang logam ke sungai atau pinggir jalan, kemudian warga berebut mengambilnya. Aktivitas ini kerap terjadi setiap musim tertentu dan sudah berlangsung lama.
Namun, kegiatan tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama saat volume kendaraan meningkat tajam selama musim mudik Lebaran. Kondisi jalur Pantura yang padat dikhawatirkan membahayakan warga yang berada di dekat jalan raya.
Selama ini, aparat kepolisian kerap melakukan penertiban terhadap warga yang turun ke jalan untuk mencari koin. Meski demikian, setelah dibubarkan, aktivitas tersebut sering kembali terjadi sehingga persoalan terus berulang.
Karena itu, Pemprov Jawa Barat memilih pendekatan berbeda dengan menyiapkan kompensasi agar warga tidak perlu lagi turun ke jalan selama masa mudik.
“Saya coba pikirkan alternatif, kita kasih kompensasi selama musim mudik supaya mereka tidak melakukan aktivitas itu dulu,” ujar Dedi.
Rencana penghentian sementara aktivitas penyapu koin ini akan diterapkan selama puncak arus mudik dan arus balik Lebaran, sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa aktivitas warga di pinggir jalan saat arus mudik sangat berbahaya. Selain berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, keselamatan warga menjadi perhatian utama pemerintah.
“Yang paling dikhawatirkan adalah keselamatan warga yang berada di pinggir jalan, karena saat arus mudik jumlah kendaraan sangat banyak,” ujarnya.
Dengan adanya pendataan dan rencana pemberian kompensasi tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi warga yang turun ke jalan untuk mencari koin selama periode mudik. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keselamatan warga sekaligus memastikan arus lalu lintas di jalur Pantura tetap lancar. (Faisal)

























