Home / Sorotan / Daerah / Terpopuler

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:43 WIB

Ironi Kasat Narkoba: Dari Pemburu Bandar Menjadi Tersangka Peredaran Narkoba

AKP Malaungi, Eks Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat

AKP Malaungi, Eks Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat

Suaradermayu.com – Langit di atas Bima seakan memantulkan ironi yang sulit diterima nalar publik. Di kota yang selama ini bergantung pada aparat penegak hukum untuk memerangi peredaran narkotika, justru seorang perwira yang berada di garis depan pemberantasan narkoba terseret ke pusaran yang sama.

Nama itu adalah AKP Malaungi, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota. Ia ditetapkan sebagai tersangka dugaan peredaran sabu oleh Polda NTB setelah penyidik mengantongi dua alat bukti yang sah.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan naik ke penyidikan, kemudian penyidik berdasarkan dua alat bukti yang sah, menetapkan sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid.

Kasus ini tidak berdiri sendiri. Penetapan tersangka berawal dari pengembangan penangkapan seorang anggota SPKT Polres Bima Kota, Bripka Karol, bersama istri dan dua rekannya. Dari tangan mereka, polisi menyita puluhan gram sabu serta uang tunai puluhan juta rupiah. Keterangan Karol kemudian menyeret nama atasannya sendiri.

Baca juga  Beli di Online Shop, Pemuda di Indramayu Ditangkap Polisi Edarkan Obat Terlarang

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, maka Bidpropam dan Ditresnarkoba melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan,” kata Kholid.

Pada 3 Februari 2026, tes urine terhadap AKP Malaungi menunjukkan hasil positif amphetamine—kandungan ekstasi—serta methamphetamine yang terdapat dalam sabu. Pendalaman penyidikan berlanjut hingga penggeledahan rumah dinasnya di asrama Polres Bima Kota. Dari sana, petugas menemukan barang bukti sabu dengan berat bersih sekitar 488 gram, hampir setengah kilogram.

“Jumlah barang bukti yang diamankan menjadi dasar kuat dalam menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dalam peredaran gelap narkoba,” ungkap Kholid.

Baca juga  Tak Ada yang Kebal Hukum! Wamendagri Bima Arya Ancam Bubarkan Ormas Bermasalah, Termasuk GRIB

Tak berhenti pada proses pidana, institusi juga menjatuhkan sanksi etik paling berat. AKP Malaungi resmi di-Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“Yang bersangkutan sudah disidang kode etik dan di-PTDH,” tegas Kholid.

Di balik pengungkapan ini, penyidik juga mengantongi identitas penyuplai sabu berinisial KE. Polda NTB menegaskan pengembangan kasus akan terus dilakukan untuk membongkar jaringan yang lebih luas.

“Barang bukti yang ada padanya sementara dilakukan pengembangan, dari penyuplai hingga yang lain oleh Ditresnarkoba,” ujarnya.

Gelombang kasus ini bahkan merambat ke pucuk pimpinan. Kapolres Bima Kota dinonaktifkan dari jabatannya setelah proses pemeriksaan internal, menyusul keterangan tersangka yang membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain. Pemeriksaan kini ditangani Divisi Profesi dan Pengamanan Polri untuk pendalaman dugaan pelanggaran etik dan disiplin.

Baca juga  Kecelakaan Maut di Indramayu, Seorang Ibu Tewas Tertabrak Truk

Kasus ini pun tidak lagi menjadi isu lokal semata. Sorotan media nasional dan perhatian publik di berbagai daerah menjadikannya perbincangan luas tentang integritas aparat penegak hukum. Banyak pihak menilai, perkara ini menjadi ujian serius bagi komitmen pemberantasan narkoba di tubuh kepolisian sendiri—sekaligus momentum untuk memperkuat pengawasan internal agar kepercayaan masyarakat tidak terus tergerus.

Di jalan-jalan, percakapan warga tak lagi sekadar membahas penangkapan pengedar. Mereka berbicara tentang integritas, tentang harapan yang retak, dan tentang kebutuhan mendesak akan reformasi moral di tubuh penegak hukum. Ironi ini menjadi pengingat pahit: perang melawan narkoba tidak hanya terjadi di luar institusi, tetapi juga di dalamnya. (Redaksi)

 

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Viral Siswi SMK di Karanganyar Berjualan Cilok untuk Sekolah dan Hidupi Adik

Indramayu

Toni RM Serukan Kawal Sidang Oknum Polisi Pembunuh Putri Apriyani, Dimulai 5 Januari 2026

Terpopuler

Tarif PDAM Indramayu Naik 30 Persen

Terpopuler

Warga Terkejut! Atap Masjid Agung Indramayu Dibongkar, Ternyata Ini Penyebabnya

Terpopuler

Viral! Katori, Warga Indramayu, Berangkat Haji ke Mekah dengan Sepeda Onthel

Edukasi

Bejat, Anak Punk Rame-rame Perkosa Anak SD di Indramayu

Terpopuler

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Wisuda TK-SMP Dihapus

Terpopuler

Hari Jadi Indramayu ke-497, Melesat Menuju Proteksi Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Pangan dan Industri