Home / Ekonomi

Minggu, 11 Januari 2026 - 05:38 WIB

Tak Lagi Dibuang, Minyak Jelantah Kini Jadi Cuan Tabungan Warga Indramayu

Ibu-ibu rumah tangga sedang menyaring minyak jelantah

Ibu-ibu rumah tangga sedang menyaring minyak jelantah

Suaradermayu.com – Dulu, minyak goreng bekas langsung dibuang ke selokan. Tak terpikir nilainya, apalagi dampaknya.

Kini, di sudut-sudut kampung Indramayu, minyak jelantah justru disimpan rapi dalam botol plastik—menunggu disetor ke bank sampah dan berubah menjadi tabungan kecil yang berarti.

Dari dapur rumah tangga, kesadaran menjaga lingkungan perlahan tumbuh.

Selama ini, minyak jelantah kerap dipandang sebagai limbah tak berguna. Padahal, jika dibuang sembarangan, minyak bekas dapat merusak kualitas tanah, mencemari air, dan mematikan mikroorganisme yang berperan menjaga keseimbangan lingkungan.

Melihat dampak tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu mendorong masyarakat untuk mengubah kebiasaan lama. Minyak jelantah tidak lagi dibuang, melainkan dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah untuk dikelola kembali.

Baca juga  Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Terpilih, Lucky Hakim dan Syaefudin, Dilantik 20 Februari 2025

Melalui program pengumpulan minyak jelantah, warga tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi. Minyak bekas pakai yang terkumpul akan diolah kembali sehingga memiliki nilai guna, sekaligus menekan risiko pencemaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu melalui stafnya, Intan, menyampaikan bahwa pengelolaan minyak jelantah menjadi salah satu langkah konkret dalam pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

“Limbah rumah tangga seperti minyak jelantah sering dianggap sepele. Padahal jika dikelola dengan benar, bisa mencegah pencemaran dan memberikan nilai ekonomi. Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat,” ujar Intan.

Salah satu bank sampah yang aktif mengelola minyak jelantah adalah Bank Sampah Rumah Hijau di Kecamatan Sindang. Setiap bulannya, bank sampah ini mencatat penerimaan minyak jelantah rata-rata mencapai 63 kilogram dengan harga Rp 4.000 per kilogram.

Baca juga  Viral Bocah Gadis Asal Indramayu Telantar di Surabaya, Kini Dijemput PPA Polres Indramayu

Menariknya, sistem yang diterapkan berupa tabungan. Warga dapat mencairkan hasil setoran minyak jelantah setelah enam bulan atau ketika saldo tabungan mencapai Rp 50.000. Dengan skema ini, limbah dapur berubah menjadi simpanan yang bisa dirasakan manfaatnya.

Tak hanya melibatkan rumah tangga, Bank Sampah Rumah Hijau juga menjalin kerja sama dengan pedagang kaki lima dan kedai makanan. Penjemputan minyak jelantah dari para mitra dilakukan secara berkala dengan jumlah lebih besar, rata-rata di atas 20 kilogram setiap pengambilan. Sementara itu, nasabah rumah tangga umumnya menyetor minyak jelantah sebulan sekali pada pekan terakhir.

Baca juga  Dugaan Intimidasi Pasca-Pilwu Singajaya, Anggota DPRD Jabar Hilal Hilmawan Disorot

Program serupa juga dijalankan Bank Sampah Jembangan Jaya di Kecamatan Lemahabang. Di lokasi ini, minyak jelantah dari warga dihargai Rp 3.000 per 600 mililiter, atau setara satu botol air mineral. Dalam sebulan, rata-rata terkumpul sekitar 10 hingga 15 liter.

Proses penyetoran di Bank Sampah Jembangan Jaya dilakukan dengan cara nasabah datang langsung ke lokasi bank sampah, biasanya pada akhir bulan. Meski jumlahnya belum besar, pengelola menilai kebiasaan ini menjadi langkah awal penting dalam membangun kesadaran pengelolaan limbah rumah tangga.

Perlahan namun pasti, cara pandang masyarakat Indramayu terhadap minyak jelantah mulai berubah. Dari limbah yang dulu dibuang, kini menjadi sumber nilai—menjaga lingkungan sekaligus menambah tabungan keluarga.Tak Lagi Dibuang, (Nadzif)

Share :

Baca Juga

Sorotan

BGN Bongkar Dugaan “Bisnis Dapur” Program Makan Bergizi Gratis, Yayasan Kelola Banyak Dapur

Indramayu

Wangi dan Manisnya Mangga Gedong Gincu Indramayu Menggoda Ibukota

Indramayu

Nelayan Indramayu Keluhkan Sulitnya Solar Subsidi, Teten Masduki Janji Bangun SPBU Nelayan

Indramayu

RDTR Krangkeng Dipaparkan Bupati Lucky Hakim, Indramayu Siap Jadi Magnet Investasi Baru!

Ekonomi

Indramayu Siapkan Lahan Pertanian untuk Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

Ekonomi

Indramayu Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Jawa Barat, Pembangunan Tol Indrajati Jadi Kunci

Indramayu

Bupati Indramayu Apresiasi Pelatihan Olahan Mangga dan Digital Marketing untuk Ibu-Ibu Jatibarang dan Sliyeg

Indramayu

Selly Andriany Pantau Penyaluran BLT BBM dan Sembako di Indramayu, Minta Tak Ada Pungutan