Home / Indramayu

Kamis, 23 Oktober 2025 - 01:17 WIB

Pesan Wabup H. Syaefudin Bikin Bergetar Para Santri di Griya Aswaja Indramayu

Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin memberikan pesan kepada para santri di Griya Aswaja Indramayu, Rabu (22/10/2025)

Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin memberikan pesan kepada para santri di Griya Aswaja Indramayu, Rabu (22/10/2025)

Suaradermayu.com – Mentari siang terasa hangat ketika gema shalawat menggema dari halaman belakang Yayasan Griya Aswaja Indramayu (GriyaNU), Rabu (22/10/2025).

Di bawah langit biru yang cerah, ratusan santri dari berbagai pesantren — santri pria dan wanita — duduk khidmat, bersarung rapi sementara para santri putri tampak anggun dengan busana rapi.

Hari itu, mereka datang bukan sekadar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2025, tetapi juga untuk meneguhkan semangat kebangsaan yang diwariskan para ulama.

Suasana religius terasa kental saat Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, tiba di lokasi acara. Ia hadir bersama Staf Ahli Bupati Indramayu, dr. Deden Bonni Koswara dan Camat Indramayu, disambut hangat oleh para pengasuh dan tokoh Nahdlatul Ulama. Kehadiran mereka menjadi momen istimewa yang membuat suasana semakin khidmat dan berwibawa.

Baca juga  Warga Losarang Mengeluh, Proyek Kawasan Industri Losarang Diduga Bermasalah dalam Pembebasan Lahan

Puncak acara berlangsung haru ketika dilakukan penyematan simbol Gerakan Kultur Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) kepada Kang Ade Syaekudin, tokoh birokrat moderat sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Griya Aswaja. Penyematan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati H. Syaefudin bersama para ulama, sebagai simbol komitmen memperkuat nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di Kabupaten Indramayu.

Dalam sambutannya, H. Syaefudin menyampaikan pesan yang begitu menyentuh hati hingga membuat suasana haru di antara para santri.
Dengan suara bergetar, ia mengingatkan makna sesungguhnya dari Hari Santri.

“Peringatan Hari Santri bukan hanya seremonial, tetapi momentum spiritual untuk mengingat peran besar santri dan ulama dalam memperjuangkan serta menjaga kemerdekaan Indonesia,” ujarnya yang disambut pekik takbir para santri.

Baca juga  Korupsi Ratusan Miliar BPR Karya Remaja: Kejati Jabar Sedang Usut Keterlibatan Puluhan Orang

Ia menegaskan, di tengah era digital dan arus globalisasi, santri memegang peran penting sebagai penjaga moral bangsa.

“Tantangan santri kini berbeda. Tapi semangat juang, keikhlasan, dan dedikasi tidak boleh padam. Santri adalah penjaga nilai Islam yang membawa kedamaian, toleransi, dan cinta tanah air,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai kesantrian sebagai fondasi membangun bangsa yang berakhlakul karimah dan berdaya saing.

“Mari kita jadikan Hari Santri ini sebagai titik tolak untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan keislaman, sejalan dengan visi Indramayu REANG — Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong,” ungkapnya.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Griya Aswaja Indramayu, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina generasi muda Islam yang cinta ilmu, cinta damai, dan cinta Indonesia.

Baca juga  LBH Ghazanfar: Kenapa INAFIS Sembunyikan Dokumen Sidik Jari Puslabfor Mabes Polri di Sidang Kasus Paoman?

“Teruslah menjadi pilar kuat pendidikan akhlak dan kebangsaan di Indramayu,” tuturnya menutup sambutan.

Acara yang berlangsung sejak siang hingga sore hari itu dipenuhi suasana religius dan semangat kebersamaan.
Rangkaian kegiatan dimulai dari tawassul, istighosah, pembacaan resolusi jihad, doa bersama, hingga penampilan seni islami dari para santri yang memukau hadirin.

Hadir pula sejumlah tokoh NU di antaranya KH. Ubaidillah Bilal dan Gus Farid Ketua JATMAN Indramayu.
Sedikitnya 600 santri turut serta dalam kegiatan yang sarat nilai keislaman dan nasionalisme tersebut.

Ketika acara berakhir, senyum para santri tak kunjung pudar. Mereka pulang dengan semangat baru, membawa pesan keikhlasan dan kebangsaan yang disampaikan Wakil Bupati H. Syaefudin — pesan yang membuat hati mereka bergetar dan tekad mereka semakin kuat untuk menjadi penerus perjuangan para ulama. (Pahmi)

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Tidak Becus Awasi Proyek Jalan, Malah Berniat Utang Rp100 Miliar: LBH Ghazanfar Tantang Tunjukkan Satu Saja yang Sesuai RAB

Indramayu

Bawaslu Jabar Tangani Laporan Dugaan Pelanggaran Paslon Nina-Tobroni

Indramayu

Kang Ade, Assesor BNSP RI, Pimpin Langsung Pemotongan Kurban di Griya Aswaja Indramayu

Indramayu

H. Syaefudin Hadiri “Ngobati” di Unwir, Bahas Strategi Pembangunan Indramayu

Indramayu

Kebakaran Hebat di Balongan Indramayu, 3 Rumah dan Gudang BBM Ludes Terbakar

Indramayu

Pemkab Indramayu Usung Visi REANG di RPJMD 2025-2029

Indramayu

Wabup H. Syaefudin Sematkan Simbol Gerakan Kultur Aswaja kepada Kang Ade Syaekudin: Santri adalah Penjaga Moral Bangsa

Daerah

KDM Sebut Khotibul Umam dan BJB Ketipu Ririn, LBH Ghazanfar: Tanpa Mereka Dapen Aman Yani Tak Akan Bobol