Home / Indramayu / Ekonomi

Selasa, 22 Juli 2025 - 00:03 WIB

Pemkab Indramayu Dukung Koperasi Merah Putih, Bupati Lucky Hakim: Saatnya Desa Bangkit Lewat Ekonomi Rakyat!

Bupati Indramayu Lucky Hakim dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dukung Koperasi Merah Putih di Ruang Ki Tinggil, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Senin (21/7/2025)

Bupati Indramayu Lucky Hakim dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dukung Koperasi Merah Putih di Ruang Ki Tinggil, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Senin (21/7/2025)

Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas oleh pemerintah pusat. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Senin (21/7/2025).

Peluncuran nasional yang dilakukan secara daring itu diikuti oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perangkat daerah terkait dari Ruang Ki Tinggil, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam transformasi ekonomi berbasis kerakyatan yang menempatkan koperasi sebagai pilar utama penguatan ekonomi desa dan kelurahan. Menyambut program tersebut, Bupati Lucky Hakim menyatakan kesiapan penuh Indramayu untuk membentuk kelembagaan koperasi Merah Putih di seluruh wilayah desa dan kelurahan.

Baca juga  Kejagung Serahkan Rp13,2 Triliun ke Negara, Hasil Pemulihan Korupsi CPO: Prabowo Apresiasi Penegakan Hukum Ekonomi!

“Ini momentum emas untuk membangkitkan ekonomi masyarakat dari bawah. Koperasi harus jadi motor penggerak ekonomi desa, dikelola profesional, dan membawa manfaat nyata,” tegas Bupati Lucky.

Menurutnya, program ini sangat sejalan dengan semangat Visi Indramayu REANG yang menekankan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, religiusitas, keamanan, kenyamanan, dan gotong royong.

Baca juga  Kenapa PPATK Blokir Rekening Tidak Aktif 3 Bulan? Mahfud MD: “Kebijakan Ini Jahat!”

Pemkab Indramayu melalui Dinas Koperasi dan UKM telah menyiapkan berbagai skema pendampingan teknis, pelatihan manajemen koperasi, hingga pembinaan kelembagaan untuk memastikan bahwa koperasi Merah Putih tidak hanya berdiri di atas kertas, tetapi benar-benar produktif dan berkelanjutan.

“Kami akan kawal dari hulu ke hilir. Mulai dari pendirian, legalitas, hingga sistem pelaporan keuangan yang transparan. Koperasi harus dikelola dengan semangat profesionalisme dan semangat gotong royong,” tambahnya.

Bupati Lucky juga menyoroti pentingnya memanfaatkan potensi lokal seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan ekonomi kreatif sebagai basis kekuatan koperasi desa. Ia yakin, jika dikelola dengan baik, koperasi Merah Putih bisa menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan di era modern.

Baca juga  Polres Indramayu Tangkap Pelaku Pencurian Ribuan Buku Pelajaran di Sekolah

Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan gagasan strategis pemerintah pusat untuk menghadirkan 80.000 koperasi modern di seluruh Indonesia sebagai benteng ekonomi rakyat yang tahan terhadap krisis, sekaligus sebagai wadah memperkuat ekonomi domestik berbasis komunitas.

Dengan peluncuran ini, Kabupaten Indramayu menandai langkah awal menuju kebangkitan ekonomi desa yang lebih tangguh dan berkeadilan.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Wabup Indramayu Tinjau Langsung Banjir Rob di Eretan Wetan, Janji Perjuangkan Solusi Permanen

Indramayu

Pusat Tabulasi Data Paslon Lucky Syaefudin Klaim Peroleh 602 Ribu Suara

Indramayu

Dor! Residivis Pelaku Curanmor di Indramayu Ditembak, 12 Pelaku Dimankan

Indramayu

Nama Wakil Bupati Indramayu Dicatut untuk Penipuan, Syaefudin Imbau Warga Waspada

Indramayu

Vonis Mati Ririn Kasus Paoman: Ketika Hukum Berdiri di Atas Bukti yang Koyak dan Rekayasa

Indramayu

Proyek Jalan Aspal Diduga Dikorupsi di Desa Panyingkiran Kidul Indramayu

Edukasi

Pimpinan LPK Al Alif Indramayu Terlibat Sindikat Perdagangan Orang

Indramayu

Kisah Pilu TKW Indramayu: 9 Tahun di Singapura Tanpa Gaji, Pulang dengan Trauma