Suaradermayu.com – Para orang tua perlu lebih waspada terhadap jajanan yang dikonsumsi anak-anak. Banyak makanan favorit anak ternyata mengandung kolesterol tinggi, yang berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Perlu diketahui, kolesterol adalah zat lemak yang diproduksi oleh hati dan juga bisa didapat dari makanan. Kolesterol terbagi menjadi dua jenis, yakni kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Konsumsi kolesterol jahat secara berlebihan, terutama sejak usia dini, dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari.
Suaradermayu.com merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah empat jajanan anak-anak yang mengandung kolesterol tinggi dan perlu dikontrol konsumsinya:
1. Ayam Goreng Berkulit
Siapa yang tidak suka ayam goreng? Namun, di balik kelezatannya, khususnya bagian kulit ayam, tersembunyi kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Bahkan, menurut para ahli kesehatan, satu potong paha ayam berkulit memiliki kadar lemak jenuh lebih tinggi dibandingkan dengan sebuah hamburger.
2. Hamburger
Makanan cepat saji seperti hamburger juga termasuk jajanan favorit anak yang tinggi kolesterol. Mengutip dari EverydayHealth, satu porsi Big Mac dari McDonald’s mengandung sekitar 10 gram lemak jenuh. Sementara itu, Wendy’s Classic Double bahkan memiliki hingga 20 gram lemak jenuh, melebihi jumlah asupan lemak jenuh yang disarankan dalam sehari.
3. Es Bersantan
Minuman dingin berbahan santan, seperti es santan atau es campur, sering menjadi favorit anak-anak di cuaca panas. Sayangnya, santan mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Dalam setiap 100 gram santan, terdapat sekitar 21,3 gram lemak, sebagian besar adalah lemak jenuh yang dapat memicu peningkatan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
4. Es Krim
Rasa manis dan dingin es krim memang sulit ditolak anak-anak. Namun, satu cangkir es krim cokelat dapat mengandung sekitar 15,36 gram lemak jenuh. Kandungan ini cukup tinggi dan jika dikonsumsi berlebihan, dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, khususnya kadar kolesterol.
—
Waspadai Dampaknya Sejak Dini
Dokter anak dan ahli gizi menyarankan agar para orang tua tidak melarang total konsumsi jajanan tersebut, namun lebih pada mengontrol frekuensi dan porsinya. Edukasi tentang pola makan sehat sejak dini sangat penting untuk mencegah risiko gangguan kesehatan di masa depan, termasuk obesitas, gangguan jantung, dan kadar kolesterol tinggi.
“Keseimbangan adalah kunci. Anak tetap boleh menikmati makanan favoritnya, asalkan orang tua mengawasi dan membatasi porsinya. Sertakan juga sayur dan buah-buahan dalam menu sehari-hari,” ujar salah satu ahli gizi di Indramayu.

























