Suaradermayu.com – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali mengguncang Indramayu. Seorang perempuan bernama Nur Khalifah, warga Desa Wanguk, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, melaporkan suaminya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Iran kepada pengacara kondang Toni RM.
Dengan penuh ketakutan, Nur Khalifah mengadukan tindakan brutal sang suami, Baba Nasser, yang kerap mengamuk dan memecahkan barang-barang di rumah. Lebih mengerikan lagi, Nasser diduga menyimpan senjata api dan ratusan butir amunisi secara ilegal.
“Mendapat laporan dari klien saya, saya langsung bergerak cepat dan melaporkan peristiwa ini ke Polres Indramayu. Ini sangat membahayakan karena suaminya membawa senjata api. Kita tidak ingin ada korban jiwa,” tegas Toni RM kepada Suaradermayu.com, Senin (14/4/2025).
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim Satreskrim Polres Indramayu yang dipimpin Iptu Sutaryo bersama Tim Resmob, serta didampingi Kapolsek Anjatan. Petugas bergerak cepat menuju kediaman pasangan tersebut untuk mengamankan situasi.
Setibanya di lokasi, petugas berhasil mengamankan Baba Nasser tanpa perlawanan. Dari hasil penggeledahan, ditemukan satu pucuk senjata api dan ratusan butir peluru yang diduga disimpan tanpa izin resmi.
Pelaku saat ini diamankan di Mapolres Indramayu guna penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami asal-usul senjata api tersebut serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum lainnya.
“Alhamdulillah saya dan anak-anak sekarang lega, sudah tidak ada teror lagi. Karena kalau dia ngamuk, itu barang-barang dipecahin, bikin saya dan anak-anak ketakutan,” ujar Nur Khalifah penuh haru.
Sementara itu, penasihat hukum pelapor, Toni RM menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Indramayu atas penanganan cepat dan profesional dalam mengamankan senjata api tersebut.
“Terima kasih kepada Kapolres Indramayu, Kasat Reskrim, Kasat Intel, Kanit Harda, Kanit Resmob, Kapolsek Anjatan dan seluruh anggota yang telah bekerja luar biasa. Senjata api berhasil diamankan sebelum menimbulkan korban jiwa,” kata Toni.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak segan melapor jika mengalami atau mengetahui kasus serupa, terlebih yang melibatkan senjata api dan membahayakan nyawa.


























