Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Kantor Pos menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) BBM dan sembako kepada 250.944 keluarga penerima manfaat (KPM) pada periode September 2022. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perlindungan sosial terhadap gejolak ekonomi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga bahan pokok.
Penyaluran bantuan ini dipastikan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi, sebagaimana disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemkab Indramayu, Suwenda, saat meninjau langsung proses distribusi bantuan di Kantor Pos Indramayu, Kamis (15/9/2022).
“Terdapat 250.944 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Indramayu yang akan mendapatkan bantuan langsung tunai BBM dan sembako,” ujar Suwenda di sela-sela kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip 4T, yakni tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat administrasi.
Suwenda menjelaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada penerapan prinsip 4T. Hal ini penting agar bantuan yang diberikan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan, tidak tertunda, tidak salah jumlah, dan tercatat secara administratif.
“Dengan prinsip 4T, kami harap distribusi bantuan ini bisa berlangsung lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya yang terdampak langsung oleh kenaikan harga BBM,” tambahnya.
Untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan, proses penyaluran bantuan dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak termasuk aparat desa, pihak pos, serta pengawasan dari unsur pemerintah daerah.
BLT BBM dan sembako ini disalurkan secara langsung melalui jaringan Kantor Pos di seluruh kecamatan di Indramayu. Setiap penerima manfaat diundang berdasarkan data yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Sosial serta Dinas Sosial Kabupaten Indramayu.
Masing-masing keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp500.000, terdiri dari Rp150.000 untuk BLT BBM dan Rp350.000 untuk bantuan sembako, yang diberikan secara bertahap.
Warga penerima bantuan tampak antusias mendatangi kantor pos sejak pagi hari. Mereka mengaku sangat terbantu dengan bantuan ini di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang terus naik.
Salah satu warga Desa Pekandangan, Ibu Sari (45), mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan harian. Saya berharap ke depan bantuan seperti ini bisa terus ada, karena harga-harga sekarang makin mahal,” ucapnya.
Respons positif warga menunjukkan bahwa penyaluran bantuan telah menyentuh masyarakat yang tepat, khususnya kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.
Pemkab Indramayu juga mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan jika terjadi penyimpangan atau penerima bantuan yang tidak sesuai. Suwenda menegaskan, keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga integritas program ini.
“Kami terbuka untuk laporan masyarakat. Jika ada penyimpangan atau keluhan, silakan disampaikan agar segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Program bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, mencegah kemiskinan ekstrem, dan memperkuat jaring pengaman sosial di daerah.


























