Home / Terpopuler

Rabu, 26 Februari 2025 - 07:19 WIB

Polytama Propindo Raih PROPER Emas Kelima, Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Lingkungan

Suaradermayu.com – PT Polytama Propindo (Polytama) kembali mencetak prestasi gemilang dengan meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI). Penghargaan bergengsi ini diberikan dalam acara yang berlangsung di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Senin (24/2/2025).

Penghargaan ini diterima oleh Presiden Direktur Polytama, Joko Pranoto, yang turut didampingi oleh berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah hingga industri. Ini menjadi pencapaian kelima bagi Polytama dalam meraih PROPER Emas, menegaskan dedikasi perusahaan dalam praktik bisnis berkelanjutan dan inovasi lingkungan.

Polytama dikenal dengan program SINERGI CERMAT (Sinergi Cerdas Energi, Ramah, dan Terpadu) yang mengedepankan kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. Program ini mencakup:

1. Edukasi lingkungan bagi anak sekolah,

2. Pengembangan energi baru terbarukan, dan

3. Pengolahan sampah menjadi material infrastruktur.

“Alhamdulillah, Polytama kembali meraih PROPER dengan Predikat Emas. Ini adalah bentuk pengakuan atas upaya nyata kami dalam menjaga lingkungan dan inovasi berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dalam pengelolaan lingkungan dan inovasi sosial,” ujar Joko Pranoto.

Baca juga  Petani Wanantara Desak Distribusi Pupuk Bersubsidi Langsung ke Desa, Sugeng Heryanto: Sudah Ditindaklanjuti

Sejalan dengan visi keberlanjutan, Polytama juga mengembangkan granule dan pellet ramah lingkungan yang telah diaplikasikan dalam berbagai produk, seperti tas spunbond, tempat makan, hingga pakaian hazmat untuk tenaga medis.

Dalam empat tahun terakhir, Polytama telah mengoleksi lebih dari 42 penghargaan nasional dan internasional. Perusahaan juga aktif dalam program lingkungan berbasis komunitas, terutama di Kecamatan Juntinyuat, Kecamatan Balongan, dan Kecamatan Indramayu.

“PROPER Emas kelima ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim Polytama dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa alam tetap lestari untuk generasi mendatang,” kata Dwinanto Kurniawan, Direktur Polytama.

Sejak tahun 2020, Polytama telah menginisiasi berbagai program inovatif, antara lain:
2020: “Kontribusi Sepenuh Hati untuk Lestarikan Negeri” – Awal komitmen keberlanjutan.
2021: “Semangat Melahirkan Inovasi untuk Restorasi Lingkungan yang Sehat” – Respons terhadap pandemi COVID-19.
2022: “Bersatu Hijaukan Bumi Kita untuk Masa Depan yang Lebih Cerah” – Kampanye penghijauan.
2023: “Sinergi Apik Mari Bijak Pakai Plastik untuk Bumi Lebih Estetik” – Edukasi UMKM terkait penggunaan plastik.
2024: “SINERGI CERMAT” – Fokus pada edukasi, energi terbarukan, dan pengelolaan sampah.

Baca juga  Mall Indramayu Resmi Dibuka, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Salah satu inovasi unggulan Polytama adalah E-Saving Product Granule, yang mampu menurunkan konsumsi energi hingga 89%, menghasilkan efisiensi lebih dari 43 ribu Giga Joule, serta menghemat biaya produksi hingga Rp 17 miliar per tahun.

Selain itu, perusahaan juga menggagas berbagai program sosial berbasis lingkungan. Data dari Harian Kompas menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara ketiga dengan jumlah sampah terbanyak di dunia, dan Polytama merespons dengan program literasi lingkungan dan pengelolaan sampah di Indramayu.

Program #PlastikPPBaik yang sukses meningkatkan pendapatan UMKM kini dikembangkan dalam SI DIA (Sistem Distribusi Hijau), yang menggunakan sepeda kayuh dan motor listrik berbasis Oligotrik—inovasi dari limbah B3 yang telah mendapat izin KLHK.

Di bidang edukasi, Polytama meluncurkan SEHATI (Sekolah Hijau, Sehat, dan Bersih) di 12 sekolah dasar, mengintegrasikan kurikulum pengelolaan sampah dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Baca juga  Bupati Lucky Hakim Tinjau Pembangunan Pabrik Sepatu PT. SBL di Krangkeng, Siap Serap 18.000 Tenaga Kerja

Untuk pengelolaan sampah kuliner, Polytama membantu UMKM di Taman Tjimanoek, Indramayu dengan sistem Biodigester, yang mampu mengolah 18 ton sampah organik dan anorganik menjadi gas metana dan pupuk organik cair.

Selain itu, Polytama juga menerapkan teknologi Batik Javing (Bahan Plastik Jadi Paving) untuk memanfaatkan limbah non-B3 dalam pembangunan infrastruktur publik. Teknologi ini telah digunakan di area plant site perusahaan, akses jalan Rumah Produksi Bang Pilo, serta ruang publik seperti Taman Kehati dan Taman Tjimanoek.

Dalam aspek energi, konversi Oligomer Jadi Listrik telah membantu perusahaan menghemat bahan bakar minyak hingga Rp 131 juta per tahun.

Keberhasilan Polytama meraih PROPER Emas untuk kelima kalinya tidak terlepas dari kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu.

“Kami bangga menjadi salah satu dari 85 perusahaan yang meraih PROPER Emas tahun ini. Ini adalah bukti bahwa keberlanjutan dan inovasi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Joko Pranoto.

Dengan pencapaian ini, Polytama semakin mengukuhkan diri sebagai pionir industri petrokimia yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Ke depan, perusahaan bertekad untuk terus menghadirkan solusi ramah lingkungan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Terdakwa Priyo Kembali ke Ruslandi, Akui Surat Pencabutan Kuasa Toni RM Disusun Polisi Anggarani

Terpopuler

APDESI Indramayu Kumpul! Wabup Buka-bukaan Soal Dana Desa dan Bahayanya

Indramayu

Kemenkumham Resmi Akui Kepengurusan PWI Pusat di Bawah Hendry Ch Bangun

Terpopuler

Assesor Lisensi Putra dari Indramayu Hadirkan Wamenaker dan Ketua BNSP di Mako Brimob

Hukum

Kasus Korupsi BPR Karya Remaja Indramayu Diduga Mandek di Kejati Jabar, ANKRI Geruduk Kejagung: “Jangan Ada yang Dilindungi!”

Terpopuler

Viral Video Eks Anggota DPRD Indramayu Minta Tolong ke Presiden Prabowo

Terpopuler

Operasi Ketupat Lodaya 2023 di Indramayu, 768 Personel Siap Amankan Mudik

Ekonomi

LBH Ghazanfar Sebut Bobroknya Manajemen PDAM Indramayu Picu Air Keruh dan Buruknya Pelayanan