Home / Indramayu / Ekonomi

Jumat, 30 Mei 2025 - 00:46 WIB

Tegang Tapi Penuh Harapan: Kontrak Direksi PT BWI 2025–2030 dan Ultimatum 30% dari Bupati Indramayu

Bupati Indramayu Lucky Hakim ditengah-ditengah direksi PT BWI yang baru saja dilantik

Bupati Indramayu Lucky Hakim ditengah-ditengah direksi PT BWI yang baru saja dilantik

Suaradermayu.com -Penandatanganan kontrak kerja Direksi PT. Bumi Wiralodra Indramayu (PT BWI) periode 2025–2030 berlangsung tegang namun penuh harapan. Bertempat di Ruang Dalam Pendopo Kabupaten Indramayu pada Rabu, 28 Mei 2025, acara ini menjadi sorotan publik karena diwarnai oleh pernyataan tegas dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

Empat direksi terpilih menandatangani kontrak kerja dan surat pernyataan di hadapan kepala daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mereka adalah Robani Hendra Permana sebagai Direktur Utama, Hidayah sebagai Direktur Umum dan Keuangan, Sri Sujatmoko Hermawan sebagai Direktur Operasional, dan Syamsul Bahri Siregar sebagai Direktur Pemasaran.

Penunjukan keempat direksi ini bukan tanpa proses. Mereka merupakan hasil seleksi ketat yang dilakukan melalui tahapan psikotes, ujian tertulis keahlian, penulisan dan presentasi makalah, hingga wawancara langsung dengan tim uji kelayakan serta Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim mengungkapkan ekspektasi tinggi terhadap jajaran direksi baru. Ia menegaskan bahwa PT. BWI harus menjadi perusahaan daerah yang sehat dan menguntungkan. Bahkan, ia secara eksplisit menyebutkan bahwa setiap direksi ditargetkan untuk menghasilkan keuntungan minimal sebesar 30 persen per tahun dari total modal yang digunakan.

“Jika tidak bisa memenuhi target 30 persen keuntungan per tahun, maka direksi harus siap mengundurkan diri tahun berikutnya,” tegas Lucky disambut tepuk tangan para undangan.

Baca juga  NU Indramayu Gandeng Kodim dan Polres Gelar Bazar Murah Ramadhan

Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama dalam momen penandatanganan kontrak direksi PT BWI 2025–2030. Ultimatum dari Bupati Indramayu ini dianggap sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi perusahaan milik daerah (BUMD) yang selama ini dinilai belum optimal berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah.

Menurut Lucky, penunjukan direksi ini adalah langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola PT BWI. Ia menekankan bahwa PT BWI adalah wajah Indramayu di sektor bisnis daerah dan harus dikelola oleh individu yang profesional, inovatif, dan memiliki mental pejuang.

“PT BWI bukan tempat untuk orang-orang yang ingin cari aman. Kita butuh mereka yang berani mengambil keputusan, bergerak cepat, dan memberikan hasil nyata. Indramayu harus bangga terhadap BUMD-nya,” tambah Lucky.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tanggung jawab yang diemban para direksi bukan hanya administratif, tetapi juga moral. Mereka harus menjawab kepercayaan publik dan pemerintah daerah dengan kinerja dan inovasi.

Dalam kesempatan yang sama, Robani Hendra Permana selaku Direktur Utama menyampaikan pidato singkat namun padat visi. Ia menyatakan kesiapan seluruh jajaran direksi untuk bekerja secara kolektif memenuhi target ambisius yang ditetapkan.

Baca juga  PLN Resmikan Gedung Baru ULP Cikedung Indramayu, Layanan Listrik Makin Modern dan Ramah Pelanggan

“Kami menyambut tantangan ini sebagai motivasi. Kami akan segera bergerak dengan strategi yang konkret, termasuk memaksimalkan sektor perikanan yang sangat potensial di Indramayu,” ucap Robani.

Robani menambahkan bahwa pihaknya juga akan memperkuat kerja sama dengan mitra strategis, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai bisa memberikan leverage besar dalam pengembangan usaha PT BWI.

Penandatanganan kontrak direksi PT BWI 2025–2030 tak hanya menyangkut perubahan struktur manajemen, tetapi juga membawa harapan baru bagi masa depan ekonomi daerah. Dengan kepemimpinan yang baru dan target yang jelas, PT BWI diharapkan dapat menjadi lokomotif ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan daerah.

Sejumlah pihak menyambut positif langkah ini. Salah satu pengusaha lokal, Hasanudin, menyebut penunjukan direksi melalui mekanisme seleksi terbuka sebagai langkah maju dalam reformasi BUMD.

“Dulu, jabatan seperti ini rawan jadi ajang balas budi politik. Sekarang, kita bisa lihat proses yang lebih profesional. Harapan saya, mereka bisa benar-benar bekerja untuk rakyat Indramayu,” ujarnya kepada Suaradermayu.com

Meski harapan besar telah disematkan, tantangan yang dihadapi PT BWI bukan perkara mudah. Perusahaan ini selama bertahun-tahun mengalami stagnasi dalam pengelolaan aset dan minim kontribusi terhadap PAD. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi isu krusial yang perlu dibenahi secara menyeluruh.

Baca juga  Warga Balongan Kawal Ketat Janji PT Pertamina: Susu Gratis Aktif Lagi November, Enam Tuntutan Harus Direalisasikan

Pengamat ekonomi dari Universitas Wiralodra, Dr. Ida Suryani, menilai bahwa target keuntungan 30 persen memang realistis jika ada perbaikan tata kelola, pengembangan bisnis berbasis data, dan sinergi antar lini.

“Yang terpenting adalah eksekusi. Direksi baru harus bisa bekerja cepat, menyusun roadmap yang terukur, dan membangun kepercayaan publik lewat transparansi,” ujarnya.

Setelah prosesi penandatanganan kontrak, masyarakat kini menantikan langkah-langkah konkret dari direksi PT BWI. Sejumlah pihak mendorong agar dalam 100 hari pertama, direksi dapat menyampaikan laporan strategi dan rencana kerja yang dapat diakses publik.

Beberapa indikator kunci yang diharapkan antara lain:

Pemetaan ulang aset PT BWI

Kerja sama konkret dengan investor strategis

Penguatan unit bisnis berbasis potensi lokal

Pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel

Penyusunan SOP baru yang memperkuat efisiensi kerja

Penandatanganan kontrak direksi PT BWI 2025–2030 membuka babak baru bagi BUMD andalan Indramayu ini. Ultimatum Bupati Lucky Hakim soal target keuntungan 30 persen bukan sekadar ancaman, melainkan cambuk agar perusahaan ini keluar dari zona nyaman dan menjadi kekuatan baru ekonomi daerah.

Kini, semua mata tertuju pada Robani dan timnya. Akankah mereka mampu menjawab tantangan besar ini? Ataukah cerita PT BWI kembali stagnan seperti masa lalu?

Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti, rakyat Indramayu sudah menaruh harapan besar.

Share :

Baca Juga

Edukasi

Kejari Indramayu dan PCNU Gelar Jaksa Masuk Pesantren, Santri Dibekali Edukasi Hukum

Indramayu

Bupati Indramayu Lakukan Perombakan Besar Lewat SK Bupati, 39 Pejabat Dimutasi dan Promosi! Siapa Saja Mereka?

Indramayu

Eks Wabup Indramayu Lucky Hakim Ambil Formulir Pendaftaran dari PKB

Indramayu

Syuriah PBNU Minta Gus Yahya Mundur, Sholihin : Tuntutan Aliansi Santri Gus Dur Terbukti

Indramayu

PDIP Indramayu Bongkar Hengkangnya Nina Agustina: Tercium Sejak Kalah Pilkada 2024

Indramayu

Carkaya Sebut Kasus Pencemaran Nama Baik Dihentikan, Polisi : Proses Penyidikan Masih Berlangsung

Indramayu

Toni RM: Keluarga Putri Apriyani Tunggu Rilis Resmi Penangkapan Bripda Alvian

Indramayu

Dua Oknum OJK Diduga Nikmati Kredit Macet BPR Karya Remaja Rp 3,3 Miliar