Home / Terpopuler

Minggu, 26 Januari 2025 - 23:59 WIB

Dedi Mulyadi Tantang Kepala Daerah Tolak Mobil Dinas Baru

Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi

Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, mengambil langkah berani sebelum resmi dilantik. Dalam sebuah pertemuan dengan jajaran sekretaris daerah (sekda) di Provinsi Jawa Barat, ia menantang para bupati dan wali kota terpilih untuk menolak pengadaan mobil dinas baru.

Dedi Mulyadi menyoroti tradisi pengadaan mobil dinas baru bagi kepala daerah yang menurutnya menghabiskan anggaran besar, khususnya di saat kondisi ekonomi sedang sulit. Ia menyebutkan bahwa pengadaan tersebut tidak sesuai dengan realitas kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pendidikan yang masih menghadapi banyak masalah.

Baca juga  Bupati Lucky Hakim Lepas 13 Siswa SMPN 2 Sindang ke Olimpiade Sains Nasional, Ada yang Tanding Matematika hingga Bahasa Inggris!

“Selama masih ada sekolah di daerah yang kondisinya memprihatinkan, tidak etis kalau bupati atau wali kota menggunakan mobil dinas baru,” kata Dedi dalam pernyataannya.

Ajakan Dedi Melalui Media Sosial
Tantangan ini juga disampaikan Dedi melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71. Ia menegaskan bahwa pemimpin yang baik harus mengutamakan pola hidup sederhana dan fokus pada kebutuhan rakyat.

Baca juga  320.000 Ijazah Siswa SMA Swasta di Jabar Ditahan, Dedi Mulyadi Soroti Penggunaan Bantuan Rp 600 Miliar

Dedi menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan anggaran antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Ia meminta para sekda yang tergabung dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk merancang kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Sebagai contoh, Dedi sendiri menolak menerima fasilitas mobil dinas baru selama masa jabatannya. Ia berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi kepala daerah lain di Jawa Barat.

Baca juga  Warga Eretan Wetan Indramayu Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Desak Solusi Permanen Banjir Rob

“Bupati dan wali kota terpilih akan saya undang minggu depan. Kita harus membuat komitmen bersama untuk memprioritaskan rakyat. Selama masih ada sekolah yang kondisinya buruk, tidak ada alasan untuk pakai mobil dinas baru,” tegasnya.

Langkah Dedi ini mendapatkan banyak respons dari masyarakat, sebagian besar menyambut baik kebijakan tersebut. Banyak pihak mendukung fokus anggaran pada sektor pendidikan dan kesejahteraan rakyat dibandingkan pengadaan fasilitas baru bagi kepala daerah.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Modus Dugaan Korupsi PKBM Disdik Indramayu: Rekayasa Data Siswa SD–SMP untuk Cairkan Dana

Terpopuler

Siswi SMA Cirebon Cegat Dedi Mulyadi, Adukan Pemotongan PIP Rp 250.000

Daerah

Viral! Kasus Bu Guru Cicih Habiskan Tabungan Murid Rp 343 Juta, Orang Tua Siap Geruduk Sekolah

Daerah

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek Rp9,5 Miliar

Terpopuler

Istri atau Suami Membawa Pergi Anak Tanpa Izin: Apakah Bisa Dipidana?

Terpopuler

Dedi Mulyadi Janji Tindak Tegas Oknum Wartawan dan LSM Kerap Peras Kepala Sekolah

Indramayu

Diperiksa 4 Jam di Polres Indramayu, Status Carkaya Masih Saksi

Terpopuler

Mengenal Kode P18, P19, dan P21 dalam Proses Hukum di Indonesia