Suaradermayu.com — Keberanian seorang guru ngaji di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mendadak viral di media sosial setelah nekat melawan para pengedar narkoba yang diduga bebas bertransaksi di sekitar lingkungan tempat anak-anak mengaji.
Guru ngaji tersebut diketahui bernama Halimah Tusadiyah, pengajar di Rumah Tahfidz Al-Qur’an Ar-Rahmah, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.
Dalam video yang beredar luas, Halimah dengan tegas menyampaikan keresahannya terkait maraknya transaksi narkoba di sekitar rumah tahfidz tempat dirinya mengajar anak-anak mengaji setiap hari.
Halimah mengaku sudah tidak tahan melihat lingkungan pendidikan agama anak-anak diduga dijadikan lokasi aktivitas para pengedar narkoba. Ia pun meminta perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum agar segera turun tangan memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Keberanian Halimah langsung menuai simpati publik. Banyak warga dan netizen memberikan dukungan karena dinilai berani bersuara di tengah ancaman para pelaku narkoba.
Tak lama setelah video tersebut viral, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang langsung melakukan penyelidikan ke lokasi yang disebut dalam video tersebut.
Hasilnya, dua pria berinisial AA dan AS berhasil diamankan polisi dalam operasi yang dilakukan pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.
Namun situasi justru memanas usai penangkapan dilakukan. Halimah mengaku mendapat intimidasi dari pihak keluarga terduga pelaku. Rumahnya disebut sempat dilempari dan dirusak setelah dirinya membantu membongkar dugaan transaksi narkoba di wilayah tersebut.
Dalam video lainnya yang juga beredar luas di media sosial, Halimah bahkan sempat meminta perlindungan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Pihak kepolisian kemudian turun langsung melakukan pengamanan di rumah Halimah untuk meredam situasi yang sempat memanas.
Kasi Humas Polresta Deli Serdang, Iptu JM Gabe Napitupulu, membenarkan adanya intimidasi terhadap guru ngaji tersebut setelah penangkapan dilakukan.
“Kemarin itu pertama sudah diamankan pelakunya. Kemudian dia kena intimidasi sama keluarga pelaku ini lah. Jadi langsung ke sana datang patroli untuk meredam semua,” kata Gabe.
Menurutnya, polisi langsung memberikan pengamanan karena kondisi di rumah Halimah sempat ricuh setelah penangkapan para terduga pelaku narkoba dilakukan.
“Langsung hari itu diberi pengamanan dia. Makanya datang polisi ke rumahnya karena sudah ribut-ribut di rumah itu,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak kepolisian juga memberikan bantuan Al-Qur’an kepada Rumah Tahfidz Al-Qur’an Ar-Rahmah tempat Halimah mengajar.
“Kita kasih juga Al-Qur’an sebagai apresiasi kita untuk anak-anak. Ucapan terima kasih kita juga sudah mau membantu Polri memberikan informasi,” ujar Gabe.
Sementara itu, Halimah mengaku bersyukur karena laporannya langsung direspons cepat oleh aparat kepolisian.
“Saya berterima kasih kepada kepolisian Deli Serdang, terkhusus Satresnarkoba Deli Serdang yang sudah cepat melakukan penangkapan di area rumah Tahfidz Al-Qur’an saya,” ujar Halimah.
Meski begitu, ia berharap pemberantasan narkoba di wilayahnya tidak berhenti sampai di situ saja.
“Saya berharap jangan putus sampai di sini. Tolong bantu saya untuk tindak lanjut selanjutnya demi mencegah narkoba ini,” katanya.
Halimah menegaskan perjuangannya dilakukan demi melindungi anak-anak dari bahaya narkoba yang sudah masuk ke lingkungan tempat mereka belajar agama.
“Saya berharap tidak lagi mereka menjual narkoba di depan anak-anak. Saya melindungi anak-anak, bukan anak saya saja tapi anak-anak murid ngaji saya,” tegasnya. (Red/Nurhaeni)

























