Suaradermayu.com – Suasana religius dan penuh kekhusyukan mewarnai peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar di Pondok Pesantren Nahdhotul Mubtadiin Al Islami, Minggu (8/3/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri para santri, pengurus pesantren, serta masyarakat sekitar yang datang untuk bersama-sama memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dengan berbagai kegiatan keagamaan. Mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat bersama, hingga doa bersama yang dipanjatkan agar umat Islam senantiasa diberikan kekuatan untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menciptakan suasana yang hangat dan penuh makna spiritual.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian jamaah adalah penampilan seorang dai cilik bernama Alisia. Dengan penuh percaya diri, Alisia menyampaikan ceramah bertema “Bersihkan Hati dengan Al-Qur’an.” Menariknya, Alisia merupakan putri dari pengacara Dedi Buldani, yang turut bangga melihat putrinya berani tampil berdakwah di hadapan banyak orang.
Dalam ceramahnya, Alisia mengajak para santri untuk menjaga kebersihan hati dari berbagai sifat buruk seperti iri, dengki, dan kesombongan. Ia menekankan bahwa hati yang bersih akan melahirkan perilaku yang baik serta membuat seseorang lebih mudah menerima kebaikan dalam hidup.
Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, manusia akan lebih mudah memperbaiki akhlak serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kalau hati kita bersih, maka perilaku kita juga akan baik. Al-Qur’an adalah cahaya yang bisa membersihkan hati kita. Ketika kita ditimpa musibah, itu adalah ujian kecintaan Allah SWT kepada hamba-Nya. Kita harus sabar dan tabah dalam menghadapinya,” ujar Alisia di hadapan jamaah yang mendengarkan dengan penuh perhatian.
Pesan sederhana namun sarat makna tersebut mampu menyentuh hati para hadirin. Banyak jamaah yang terlihat antusias dan memberikan apresiasi atas keberanian serta ketulusan dai cilik tersebut dalam menyampaikan dakwah.
Pengurus pesantren berharap kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an ini dapat menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini kepada para santri. Selain itu, kegiatan seperti ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berakhlak baik serta memiliki keberanian untuk menyampaikan dakwah di tengah masyarakat.
Acara peringatan Nuzulul Qur’an tersebut berlangsung lancar hingga akhir kegiatan. Kehadiran Alisia tidak hanya menjadi magnet bagi jamaah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para santri untuk terus belajar agama, memperdalam ilmu Al-Qur’an, dan berani menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada sesama. (Nadzif)

























