Home / Daerah / Terpopuler

Rabu, 4 Februari 2026 - 23:55 WIB

VIRAL! Bocah SD di NTT Akhiri Hidup karena Buku dan Pulpen

Kolase Siswa SD bunuh diri dan surat yang ditinggalkan di Ngada, NTT.

Kolase Siswa SD bunuh diri dan surat yang ditinggalkan di Ngada, NTT.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental

Suaradermayu.com – Tragedi memilukan terjadi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar berusia 10 tahun berinisial YBR ditemukan meninggal dunia dan diduga mengakhiri hidupnya. Peristiwa ini menyita perhatian publik karena diduga dipicu keterbatasan ekonomi keluarga terkait kebutuhan perlengkapan sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026. Korban ditemukan meninggal di area kebun pohon cengkih milik warga. Saat proses evakuasi, aparat kepolisian menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga dibuat korban menggunakan bahasa daerah Bajawa.

Baca juga  PC GP Ansor Indramayu Buka 4 Posko Mudik Lebaran 2025 di Jalur Pantura

Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R. Pissort, membenarkan temuan surat tersebut. Ia memastikan pesan tersebut ditulis oleh korban sebelum kejadian.

“Surat itu betul. Petugas yang turun ke tempat kejadian perkara menemukan surat itu, dan memang anak tersebut yang menulis,” ujar Benediktus saat dikonfirmasi, dikutip detik.com, Selasa (3/2/2026).

Dalam surat tersebut, korban menuliskan ungkapan perasaan kepada ibunya. Tulisan itu memuat rasa kecewa sekaligus pesan perpisahan agar ibunya merelakan kepergiannya dan tidak bersedih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan sementara penyebab korban melakukan tindakan tersebut berkaitan dengan kekecewaan karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk kebutuhan sekolah.

Baca juga  Meski Bukan Kuasa Hukum, Toni RM Dorong Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Sodomi Anak di Pabean Udik Indramayu

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan bahwa malam sebelum kejadian korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli perlengkapan sekolah. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

“Menurut pengakuan ibunya, permintaan uang untuk membeli buku tulis dan pulpen itu disampaikan korban sebelum meninggal,” kata Dion.

Korban diketahui sehari-hari tinggal bersama neneknya, sementara rumah ibunya berada di desa tetangga. Pada malam sebelum kejadian, korban menginap di rumah ibunya untuk menyampaikan permintaan tersebut.

Kondisi ekonomi keluarga korban disebut memprihatinkan. Sang ibu harus menanggung kebutuhan lima orang anak seorang diri setelah berpisah dengan ayah korban sejak sekitar satu dekade lalu.

Baca juga  Toni RM Minta Bripda Alvian Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

“Hidup ibunya memang susah karena harus menghidupi anak-anaknya sendiri,” ujar Dion.

Peristiwa ini menjadi sorotan berbagai pihak dan dinilai sebagai gambaran masih adanya ketimpangan sosial serta tantangan pemerataan akses pendidikan di sejumlah daerah. Aparat kepolisian juga telah menerjunkan tim pendamping psikologis untuk membantu keluarga korban menghadapi trauma akibat kejadian tersebut.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses sekolah, tetapi juga kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar penunjang belajar. Dukungan pemerintah, masyarakat, serta lingkungan sekitar dinilai penting agar anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan secara layak tanpa terbebani tekanan sosial maupun ekonomi. (Moh. Ali)

Share :

Baca Juga

Kriminalitas

Dijanjikan Gaji Jutaan, Remaja Indramayu Dipaksa Bersetubuh Live di Depan Kamera

Terpopuler

Indramayu Berzakat, Yayasan Griya Aswaja Salurkan Zakat Mall untuk Kaum Dhuafa

Pendidikan

TK Cendekia Bumi Patra Indramayu Raih Penghargaan TARA Paripurna Tingkat Nasional

Daerah

Dedi Mulyadi Bantu Bocah SD Indramayu yang Digugat Kakek-Nenek Kandung

Indramayu

Kejagung Perintahkan Kejati Jabar Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 20 Miliar di Bawaslu Indramayu

Indramayu

Kisah Sang Marbot Masjid: Mengikuti Skenario Oknum Penegak Hukum Tutupi Pelaku Aman Yani dkk Kasus Paoman, Terjebak Seumur Hidup di Bui

Indramayu

Vonis Mati Ririn Kasus Paoman: Ketika Hukum Berdiri di Atas Bukti yang Koyak dan Rekayasa

Indramayu

Curhatan Nelayan Kecil Singaraja Indramayu Dilarang Beli Solar Subsidi