Home / Terpopuler

Selasa, 11 November 2025 - 14:02 WIB

Mendagri Tito Ingatkan Kepala Daerah: Buat Kebijakan Berdasarkan Ilmu dan Data, Bukan Asal Coba

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian

Suaradermayu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan peringatan penting kepada seluruh kepala daerah di Indonesia. Ia menegaskan, setiap kebijakan publik yang dibuat bupati, wali kota, maupun gubernur harus didasarkan pada teori ilmiah dan data yang kuat, bukan sekadar perkiraan atau coba-coba.

Menurut Tito, keputusan tanpa fondasi akademik hanya akan menghasilkan kebijakan yang lemah dan berisiko gagal di lapangan.

“Teori yang tidak diterjemahkan ke dalam kebijakan hanya akan menjadi diskusi akademik yang indah tapi tidak bisa direalisasikan. Sebaliknya, kebijakan tanpa teori dan basis data adalah kebijakan coba-coba,” ujar Tito, Senin (10/11/2025).

Baca juga  KPK OTT di Tulungagung: 16 Orang Diciduk, Bupati Gatut Sunu Terjaring

Ia menegaskan, setiap kepala daerah wajib menjadikan riset dan data empiris sebagai dasar penyusunan program kerja agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Kampus Harus Jadi Mitra Kepala Daerah, Bukan Sekadar Pengkritik

Dalam kesempatan yang sama, Tito juga menyoroti pentingnya perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Menurutnya, universitas harus aktif memberikan masukan berbasis penelitian, bukan hanya menjadi pihak yang mengkritik kebijakan pemerintah.

“Perguruan tinggi berisi orang-orang dengan kapasitas intelektual tinggi yang bisa mengubah budaya masyarakat. Karena itu, universitas harus sering memberi masukan berdasarkan referensi dan data ilmiah yang akurat,” tuturnya.

Baca juga  LBH Ghazanfar Desak Propam Polri Seret & Periksa Oknum Anggarani Pengaruhi Terdakwa Priyo di Kasus Paoman Indramayu

Ia menegaskan bahwa kampus seharusnya berperan sebagai penyeimbang dan pemberi solusi ilmiah, bukan oposisi politik. Untuk itu, soliditas internal kampus—mulai dari rektor, dosen, hingga senat akademik—menjadi kunci dalam menjalankan fungsi tersebut.

“Rektor dan jajarannya harus kompak, begitu juga senat akademik. Hanya dengan kekompakan, perguruan tinggi bisa menjalankan peran strategisnya dalam mendukung pembangunan nasional,” kata Tito.

Baca juga  Motif Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Terungkap, 4 Prajurit TNI Diduga Dendam Pribadi

Birokrasi Efisien Jadi Penentu Keberhasilan Kebijakan

Lebih lanjut, Mendagri menekankan pentingnya aparatur pemerintahan yang profesional dan efisien. Ia menyebut, kebijakan yang baik sekalipun tidak akan efektif tanpa dukungan birokrasi yang bekerja cepat, transparan, dan berorientasi hasil.

“Kita perlu aparatur pemerintahan yang mampu menjalankan administrasi secara efektif dan efisien. Tanpa itu, kebijakan yang baik sekalipun tidak bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Dengan pesan ini, Tito berharap seluruh kepala daerah di Indonesia mampu mengubah pola pikir dalam membuat kebijakan publik—dari sekadar berbasis pengalaman menuju keputusan berbasis data, teori, dan riset ilmiah. (Moh.Ali)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Kronologi Suami Selamatkan Istri dari Jambret di Sleman hingga Jadi Tersangka

Terpopuler

Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat: Proyek Pemberdayaan Masyarakat Pesisir yang Menjadi Percontohan Nasional

Ekonomi

Buntut Demo Nasabah BPR Karya Remaja, Bupati Nina Minta Kejati Usut Tuntas

Terpopuler

Meriahkan 1 Abad NU, Warga Nahdliyin Indramayu Meluncur ke Sidoharjo

Indramayu

Bawaslu Indramayu Dilaporkan ke KPK, Diduga Korupsi Dana Hibah Rp 20 M

Terpopuler

Viral! Sponsor Terlantarkan TKI Asal Tugu Sliyeg Indramayu di Hongkong

Indramayu

Miris! Madrasah di Indramayu Ambruk Rata Dengan Tanah, Diterjang Angin Kencang

Indramayu

Ketua NU Indramayu Sebut Al Zaytun Bukan Bagian dari NU