Suardermayu.com – Kemudahan akses internet saat ini membuat remaja semakin rentan terpapar konten pornografi. Kondisi ini tidak hanya merusak mental, tetapi juga berdampak serius terhadap prestasi akademik dan hubungan sosial.
Psikolog Lady Farhana, M.Psi., mengungkapkan bahwa kecanduan pornografi dapat merusak fungsi otak, terutama bagian yang mengatur motivasi dan daya ingat.
“Kondisi ini membuat seseorang menjadi kurang bersemangat, mudah merasa malas, dan prestasi belajarnya menurun,” kata Lady dalam wawancara khusus pada Senin (28/4/2025).
Sebuah studi di Journal of Behavioral Addictions bahkan menemukan bahwa kecanduan pornografi memiliki pola perubahan otak serupa dengan kecanduan zat adiktif, mengganggu kontrol diri, dan meningkatkan dorongan kompulsif.
Lalu, bagaimana cara efektif mengatasi kecanduan pornografi? Lady Farhana membagikan lima langkah praktis yang bisa diterapkan:
1. Perkuat Ilmu Agama
Lady menyarankan memperdalam pengetahuan agama sebagai benteng utama. “Rasa diawasi oleh Tuhan dapat mengendalikan dorongan negatif,” jelasnya. Ikut majelis taklim atau bimbingan rohani juga efektif membentuk lingkungan suportif.
2. Pilih Lingkungan Pergaulan yang Sehat
Lingkungan sosial berpengaruh besar terhadap perilaku.
“Berteman dengan orang yang gemar mengakses konten pornografi meningkatkan risiko kecanduan. Pilih teman yang positif,” tegas Lady.
3. Isi Waktu dengan Aktivitas Positif
Menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, olahraga, atau organisasi dapat mengalihkan perhatian dari konten negatif.
“Aktivitas positif memperkaya pengalaman dan membangun jaringan sosial sehat,” tambahnya.
4. Kendalikan Rasa Penasaran
Akses internet yang luas harus diimbangi dengan pengendalian diri.
“Kendalikan rasa ingin tahu yang bisa menyeret pada konten berbahaya,” pesan Lady.
5. Konsultasi ke Profesional
Jika sudah sulit mengendalikan dorongan, segera konsultasikan ke psikolog.
“Terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terbukti efektif mengatasi perilaku adiktif, termasuk kecanduan pornografi,” kata Lady.
Lady Farhana menegaskan, kecanduan pornografi tidak hanya berdampak pada kesehatan psikis, tetapi juga fisik dan relasi sosial.
“Komitmen menjaga diri, bijak menggunakan internet, dan mengakses konten positif adalah kunci membangun generasi muda yang sehat dan produktif,” pungkasnya.
Dengan langkah yang tepat dan dukungan lingkungan sekitar, kecanduan pornografi dapat diatasi. Mari selamatkan masa depan generasi muda!























